HaiBunda

MOM'S LIFE

Ikan Nila Hitam jadi Ancaman di Negara Tetangga RI, Ini Bahayanya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 16 Sep 2026 19:10 WIB
Ilustrasi ikan nila hitam /Foto: Getty Images/RahulDsilva
Jakarta -

Ikan nila hitam atau blackchin tilapia tengah menjadi perhatian di Thailand, Bunda. Ikan yang berasal dari Afrika Barat tersebut diketahui menyebar luas di sejumlah wilayah dan mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat sekitar.

Kemunculan ikan invasif ini turut menjadi sorotan karena populasinya berkembang dengan cepat dan sulit dikendalikan.

Kondisi tersebut membuat keberadaannya dianggap sebagai ancaman bagi ekosistem perairan setempat.


Lantas, mengapa ikan nila hitam bisa menyebar begitu luas di Thailand dan seperti apa dampaknya bagi lingkungan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Ikan nila hitam menjadi ancaman di Thailand

Melansir dari The Guardian, ikan nila hitam dilaporkan menyebar di Thailand pada 2011, tepatnya di Samut Songkhram, sebelah selatan Bangkok.

Sejak saat itu, keberadaannya semakin sulit dikendalikan dan mengganggu kehidupan para peternak udang serta nelayan pesisir di wilayah tersebut.

Penyebarannya kemudian meluas ke berbagai wilayah Thailand bagian tengah dan selatan. Menurut sejumlah laporan, ikan ini telah ditemukan di setidaknya 19 provinsi, mulai dari kanal-kanal di Bangkok hingga perairan pesisir Pattya yang merupakan salah satu tujuan wisata populer.

Ada kekhawatiran ikan tersebut akan terus menyebar hingga melewati perbatasan Thailand. Kondisi di Samut Songkhram bahkan sangat parah hingga seorang peternak udang setempat, Wallop Khunjaen, terpaksa berhenti menjalankan usahanya.

Dalam waktu hanya dua bulan, ikan nila hitam memangsa hampir seluruh satu juta benih udang yang ada di kolamnya.

“Mereka memakan semuanya. Mereka memakan udang, bahkan kepiting,” ujar Wallop.

Menurutnya, jumlah ikan asli di wilayah tersebut kini semakin sedikit. Ia bahkan sudah tidak lagi melihat beberapa jenis hewan, seperti kepiting biasa.

“Saya pernah bilang kepada pejabat pemerintah, kalau ikan nila hitam punya kaki, mereka mungkin sudah naik ke kantor dinas perikanan,” tuturnya.

Dampak ikan nila hitam terhadap ekosistem

Dampak keseluruhan ikan nila hitam terhadap ekosistem Thailand hingga kini masih belum diketahui secara pasti.

Selain bersaing dengan ikan asli untuk mendapatkan makanan dan habitat, ikan tersebut juga dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan.

“Ketika ribuan ikan betina menggali lubang, hal itu akan memengaruhi hewan-hewan kecil yang hidup di dasar perairan, bahkan ikan yang berada di sana,” ujar asisten profesor di Departemen Ilmu Lingkungan Khon Kaen University, Thotsapol.

Aktivitas tersebut juga berpotensi mengganggu proses fotosistensis tanaman yang hidup di dalam air.

Ikan nila hitam juga memakan zooplankton. Padahal, organisme kecil tersebut memiliki peran penting dalam ekosistem karena memakan alga dan membantu mencegah pertumbuhan alga secara berlebihan.

Di negara seperti Australia, racun pernah digunakan untuk membasmi ikan invasif. Namun, cara tersebut dilakukan setelah hewan asli yang lebih besar dipindahkan dan bagian tertentu dari perairan ditutup atau dibendung.

Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengendalikan penyebaran

Dilansir BBC, selama berbulan-bulan, pemerintah Thailand mendorong masyarakat untuk menangkap ikan nila hitam yang telah menyebar ke sungai dan rawa. Ikan ini dapat berkembang dengan baik di air payau, tetapi juga mampu bertahan hidup di air tawar maupun air laut.

Pemerintah bahkan menggandakan imbalan bagi masyarakat yang menangkap ikan tersebut menjadi 15 baht per kilogram, setara dengan sekitar Rp7.973 per kilogram.

Hasilnya, warga di pinggiran Bangkok berbondong-bondong masuk ke perairan hingga setinggi lutut untuk menangkap ikan nila hitam menggunakan baskom plastik.

Tak hanya itu, pemerintah juga melepas predator alami ikan tersebut, seperti ikan kakap putih Asia dan ikan leleh berkumis panjang, untuk memburunya.

Namun, pemerintah menghadapi spesies yang berkembang biak dengan sangat cepat. Ikan nila hitam dapat menghasilkan hingga 500 anak ikan dalam satu waktu.

Karena itu, pemerintah juga mengembangkan ikan nila hitam hasil modifikasi genetik yang akan menghasilkan keturunan mandul. Ikan tersebut rencananya mulai dilepas ke alam paling cepat pada akhir tahun ini dengan harapan dapat mencegah pertumbuhan populasinya semakin tidak terkendali.

Meski begitu, anggota parlemen Bangkok, Nattacha Boonshaiinsawat, mengatakan pemerintah masih perlu melakukan lebih banyak upaya lagi, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Thailand Kini Jadi Tailan, Ini Negara Lain yang Ikut Berubah Penulisan dalam Bahasa Indonesia

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ikan Nila Hitam jadi Ancaman di Negara Tetangga RI, Ini Bahayanya

Mom's Life Amira Salsabila

8 Kalimat Sederhana yang Bisa Bikin Komunikasi Orang Tua dan Anak Lebih Baik

Parenting Annisa Karnesyia

3 Cara Membuat Bumbu Pepes Tahu Spesial yang Enak dan Gurih Bikin Ketagihan

Mom's Life Amira Salsabila

Setahun Menikah, Pelantun 'Runtuh' Feby Putri Umumkan Kehamilan Pertama

Kehamilan Amrikh Palupi

Beras Fortifikasi Abal-abal: Daftar Merek Diduga Bermasalah & Dampaknya bagi Konsumen

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Manfaat Merendam Kaki di Air Garam, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Lebih Relaks?

Ikan Nila Hitam jadi Ancaman di Negara Tetangga RI, Ini Bahayanya

3 Cara Membuat Bumbu Pepes Tahu Spesial yang Enak dan Gurih Bikin Ketagihan

8 Kalimat Sederhana yang Bisa Bikin Komunikasi Orang Tua dan Anak Lebih Baik

Setahun Menikah, Pelantun 'Runtuh' Feby Putri Umumkan Kehamilan Pertama

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK