Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Kalimat yang Sering Dipakai Orang Berkelas, Sederhana tapi Punya Kesan Berbeda

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 07 Oct 2026 13:35 WIB

An attractive and happy Asian female counting her money at a table, planning her savings and managing her monthly household expenses.
Ilustrasi 9 Kalimat yang Sering Dipakai Orang Berkelas, Sederhana tapi Punya Kesan Berbeda/Foto: Getty Images/BongkarnThanyakij
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, cara seseorang berkomunikasi dapat memengaruhi kesan yang muncul dari lawan bicara. Pilihan kata yang tepat, sopan, dan penuh pertimbangan juga bisa membuat seseorang terlihat lebih berkelas dalam berbagai situasi.

Bukan berarti harus menggunakan bahasa yang rumit atau terdengar formal. Ada sejumlah kalimat sederhana yang dapat membantu menyampaikan pendapat dengan lebih elegan.

Beberapa kalimat tersebut juga berkaitan dengan etika dalam berkomunikasi. Lantas, apa saja kalimat yang sering digunakan orang berkelas? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


9 Kalimat sederhana yang sering dipakai orang berkelas

Dilansir Parade, berikut beberapa kalimat yang sering digunakan orang berkelas menurut psikolog:

1. “Saya sangat menghargai waktu kamu”

Bunda mungkin tak asing dengan ungkapan ‘waktu adalah uang’, yang memang benar dalam beberapa kasus.

Jadi,masuk akal bahwa “Saya sangat menghargai waktu kamu” adalah ungkapan yang lebih ampuh. Bunda berterima kasih kepada penerima atas sesuatu yang spesifik, secara terbuka mengakui betapa berharganya waktu tersebut.

Saat menggunakan ungkapan ini, psikolog klinis berlisensi di Atlanta, Georgia, Dr. Noëlle Santorelli, PhD., mengatakan orang lain merasa dihargai, tidak dianggap remeh, dan cenderung untuk memenuhi permintaan Bunda.

2. “Saya mengerti maksud kamu, dan saya pikir…”

Ketika terlibat dalam percakapan atau perbedaan pendapat, cara Bunda mengungkapkan sudut pandang yang berlawanan dapat menjadi sangat penting dalam hal bagaimana dipandang oleh orang lain.

Psikolog klinis berlisensi dan pemilik Authentically Living Psychological Services, Dr. Cynthia Shaw, mengatakan setuju untuk tidak setuju, seperti mengatakan kalimat tersebut, mengundang dialog yang sehat dan menunjukkan rasa hormat bahkan ketika dihadapkan dengan pandangan yang berlawanan.

3. “Senang sekali bertemu denganmu”

Shaw juga mencatat bahwa orang-orang berkelas cenderung menekankan awal dan akhir interaksi sosial.

Santorelli mengatakan “Senang bertemu kamu” menandakan keramahan dan kemudahan didekati tanpa keterikatan. Ia menambahkan bahwa kalimat ini sering digunakan dalam interaksi berulang.

4. “Bagaimana kalau kita?”

Santorelli mencatat bahwa kalimat ini umum di kalangan orang-orang berkelas karena mendorong tindakan kolektif tanpa terkesan memaksa, dan mengurangi potensi penolakan dan/atau perlawanan.

“Komunikasi kelas atas sering kali membimbing tanpa memerintah, menandakan kolaborasi daripada kontrol,” ungkapnya.

5. “Terima kasih”

Shaw mengatakan tata krama sering diungkapkan di antara orang-orang berkelas. Dengan demikian, Bunda akan sering mendengar orang-orang ini menambahkan ucapan “terima kasih” pada sebuah permintaan atau jika seseorang memberikan berupa pujian, tindakan baik, atau pelayanan.

6. “Kamu sangat baik”

Santorelli mencatat bahwa ucapan “Kamu sangat baik” adalah ungkapan umum lain yang digunakan oleh orang-orang berkelas untuk menyatakan rasa terima kasih tanpa terlalu emosional ketika menerima kebaikan atau kemurahan hati dari orang lain.

7. “Dengan senang hati”

Baik itu mengakhiri rapat bisnis, makan malam, atau pertemuan sosial, Santorelli mengatakan orang-orang berkelas sering menggunakan “Dengan senang hati” sebagai cara untuk menyampaikan bahwa mereka menikmatinya.

“Orang-orang pergi dengan perasaan bahwa pertukaran itu penting dan percaya bahwa Bunda menghargai waktu yang dihabiskan bersama,” tuturnya.

8. “Mohon maafkan saya”

Santorelli mengatakan ungkapan “Mohon maafkan saya” umumnya digunakan oleh orang-orang berkelas untuk meminta maaf atas ketidaknyamanan atau kesalahan kecil.

Kalimat ini dianggap menerima tanggung jawab tanpa meminta maaf secara berlebihan atau menciptakan perasaan canggung.

9. “Saya akan dengan senang hati melakukannya”

Jika seseorang meminta melakukan sesuatu, “Saya akan dengan senang hati melakukannya” adalah kalimat yang bagus untuk digunakan guna menandakan bahwa Bunda bersedia dan senang untuk memenuhinya.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering disampaikan orang berkelas dalam sebuah percakapan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda