MOM'S LIFE
11 Alasan Ini Kerap Diucapkan Orang yang Malas Membersihkan dan Merapikan Rumah
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 18 Oct 2026 08:00 WIBBanyak orang menganggap aktivitas membersihkan dan merapikan rumah seperti pekerjaan tidak penting. Padahal, rumah yang bersih dan tertata dapat membuat suasana menjadi lebih nyaman dan bisa mengurangi stres.
Bagi sebagian orang, menunda pekerjaan rumah bisa memunculkan alasan. Mulai dari merasa tidak punya waktu, terlalu lelah setelah beraktivitas, hingga menganggap rumah masih cukup bersih untuk dibiarkan begitu saja.
Jika terus dilakukan, kebiasaan menunda ini dapat membuat pekerjaan rumah semakin menumpuk. Tak hanya itu, beban pekerjaan akan terasa lebih berat untuk diselesaikan.
Seseorang yang ahli dalam menghindari pekerjaan rumah tangga memang biasanya memiliki seribu alasan untuk tidak memulainya. Lantas, apa saja alasan yang kerap diucapkan orang yang malas membersihkan rumah?
Simak penjelasannya berikut ini ya, Bunda!
Alasan yang diucapkan orang malas membersihkan rumah
Melansir dari laman Your Tango, berikut 11 alasan yang kerap diucapkan orang ketika malas membersihkan rumahnya:
1. 'Aku akan menyelesaikannya pada hari Senin'
Ketika seseorang kesulitan menghadapi ketidaknyamanan dan melakukan hal-hal yang tidak mereka sukai, seperti pekerjaan rumah tangga atau tugas-tugas rumah, mudah untuk menunda-nunda. Mereka mendapatkan kenyamanan sesaat karena tidak harus melakukan hal tersebut, meskipun tahu nantinya akan menderita.
Mereka selalu menemukan alasan untuk mengatakan, 'Aku akan membersihkan rumah pada hari Senin' dan menjanjikan transformasi total dalam disiplin diri. Padahal, belum tentu semuanya akan dilakukan sesuai janji yang diucapkan, Bunda.
2. 'Kamu melakukannya jauh lebih baik daripada aku'
Orang yang menjadikan ketidakmampuan mereka sebagai senjata menggunakan rasa tidak berdaya sebagai strategi untuk menghindari tanggung jawab. Meskipun hal ini dapat terjadi dalam hubungan dan semua aspek kehidupan, orang yang secara konsisten menghindari pekerjaan rumah tangga sering menggunakannya terhadap orang yang mereka cintai untuk melindungi kenyamanan diri sendiri.
Mereka menyabotase otonomi dengan ungkapan-ungkapan seperti ini untuk menghindari ketidaknyamanan. Jika mengambil tanggung jawab dan belajar berarti harus melakukan lebih banyak pekerjaan rumah tangga, mereka lebih memilih untuk bersikap tidak berdaya.
3. 'Aku akan menyelesaikannya nanti'
Orang yang ahli dalam menghindari pekerjaan rumah cenderung terus-menerus menunda-nunda. Ya, mereka menciptakan lebih banyak stres dan kecemasan dalam jangka panjang, hanya untuk merasakan kelegaan yang sesaat dan mungkin sedikit rasa bersalah karena menunda-nunda pekerjaan.
Biasanya, ini berarti mereka mengerjakan hal-hal yang mudah terlebih dahulu. Mereka lalu memutuskan untuk menunda hal-hal yang sulit untuk dikerjakan di waktu yang akan datang.
4. 'Ingatkan aku saja'
Orang yang malas membersihkan rumah biasanya membebankan tanggung jawab kepada orang lain untuk membereskan kekacauan yang mereka buat. Mereka membebankan manajemen waktu kepada orang lain dengan cara yang merusak hubungan, tanpa pernah benar-benar bertanggung jawab atas hal-hal yang menjadi tugas mereka di rumah.
Ini seringkali merupakan cara untuk menghindari pertanggungjawaban. Jika mereka lupa dan tidak ada yang mengingatkan setelah menggunakan frasa ini, maka mereka tidak perlu meminta maaf atau merasa buruk, karena ada orang lain yang bisa disalahkan.
5. 'Apa yang harus aku lakukan?'
Orang yang terus-menerus menggunakan pertanyaan ini umumnya mencoba menghindari belajar hal baru sendiri. Bagi mereka, mungkin terasa tidak nyaman untuk belajar memotong rumput, tetapi itu tidak berarti hal yang buruk.
Faktanya, belajar menghadapi ketidaknyamanan sama pentingnya untuk pertumbuhan pribadi di masa depan seperti halnya mempelajari keterampilan baru untuk anak-anak. Pada titik tertentu, kita harus bertanggung jawab atas apa yang tidak kita ketahui atau tidak membuat kita nyaman, alih-alih menghindar sepenuhnya, Bunda.
6. 'Aku tidak menyadari itu harus dilakukan'
Alih-alih sekadar mengatakan, 'Aku lupa tentang itu' atau 'Aku akan melakukannya sekarang', orang-orang yang ahli dalam menghindari tanggung jawab justru akan mengalihkan kesalahan kepada orang lain. Mereka akan mengatakan, 'Aku tidak menyadari itu harus dilakukan' yang dapat berarti 'itu salahmu karena tidak mengingatkan aku'.
Kita semua melakukan kesalahan. Tetapi pada titik tertentu, orang dewasa harus bertanggung jawab atas hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya, bahkan jika itu hanya pekerjaan rumah tangga dan tugas-tugas sederhana lainnya.
7. 'Aku tidak punya waktu'
Kita semua memiliki kemampuan meluangkan waktu untuk berbagai hal. Namun bagi sebagian orang, sulit untuk memasukkan pekerjaan rumah tangga ke dalam jadwal mereka. Tetapi bagi orang-orang yang sama sekali menghindari pekerjaan rumah tangga, itu hanyalah alasan.
Kita semua sibuk, tetapi banyak orang yang paling kelelahan dan stres pun masih menemukan cara untuk membangun rutinitas di mana mereka merawat diri sendiri dan membersihkan rumah. Hanya mengatakan, 'Aku tidak punya waktu' dan tidak melakukan apa pun untuk mencari keseimbangan yang lebih baik adalah tanda ketidakdewasaan.
8. 'Hanya aku'
Seseorang yang mengatakan 'ini cuma aku' atau 'aku tidak terganggu dengan kekacauan ini' biasanya suka menghindari pekerjaan rumah. Mereka tidak mau membersihkan rumah karena memang tidak peduli, Bunda.
Mencoba meyakinkan diri sendiri kalau kita tidak peduli dengan kekacauan atau ingin melakukan pekerjaan rumah tangga sambil secara aktif dapat menjadi tanda pengabaian. Bila dibiarkan kebiasaan ini bisa dengan cepat memperburuk keadaan.
9. 'Untuk sementara, aku akan meletakkannya di sini saja'
Banyak orang yang menghindari pekerjaan rumah tangga menghabiskan lebih banyak waktu mengabaikan tugas dan menutupi masalah yang lebih besar daripada menyisihkan waktu untuk benar-benar mengerjakannya. Mereka lebih memilih memasukkan barang-barang ke dalam laci yang berantakan alih-alih merapikannya.
Orang-orang ini suka mengatakan, 'Untuk sementara, aku akan meletakkannya di sini saja' saat menjejalkan keranjang cucian di balik pintu yang tertutup. Mereka akan melakukan segalanya kecuali mengatasi akar penyebab pekerjaan rumah tangga yang menyebabkan lebih banyak kekacauan.
10. 'Aku butuh seseorang untuk mengajariku'
Beberapa cara paling kekanak-kanakan dalam menangani pekerjaan rumah tangga terlihat dari ungkapan seperti ini. Orang-orang yang mengatakannya sangat mengharapkan orang lain memberi mereka instruksi yang jelas alih-alih mencari tahu sendiri.
Kita sering membutuhkan dukungan dan secara aktif mendapatkan banyak manfaat dari menerima bantuan dari orang lain. Tetapi jika kita tidak pernah benar-benar mencoba untuk memecahkan masalah atau mempelajari keterampilan baru sendiri, kita akan menjadi bergantung pada orang lain dengan cara yang sangat tidak sehat, Bunda.
11. 'Aku memang bukan orang yang bersih'
Alasan yang diberikan seseorang yang menghindari pekerjaan rumah mungkin terdengar meyakinkan, tetapi sering kali alasan tersebut bermuara pada beberapa ciri umum, yakni disregulasi emosi dan stres. Mereka mungkin terlalu stres untuk memikirkan tentang membersihkan rumah, atau mereka sedang berjuang untuk mengatur rasa tidak nyaman yang dibutuhkan untuk mulai melakukannya.
Orang-orang ini jarang menyukai dan merasa nyaman di rumah atau ruang hidup yang berantakan, tetapi mereka tidak mau mengakui bahwa itu adalah kesalahan disiplin atau motivasi yang menghalangi mereka untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.
Demikian 11 alasan yang kerap diucapkan orang ketika malas membersihkan rumahnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Warna Favorit Orang dengan EQ Tinggi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Jaga Kebersihan Rumah Jelang Ramadan, Ini Bun Area yang Sebaiknya Dibersihkan
Serba-serbi ART & Babysitter Infal untuk Lebaran 2022, Tarif hingga Tips Memilih
5 Cara Supaya Suami Rajin Bantu Bunda Selesaikan Pekerjaan Rumah Tangga
TERPOPULER
Mata Kiri Bawah Sering Kedutan, Ternyata..
11 Alasan Ini Kerap Diucapkan Orang yang Malas Membersihkan dan Merapikan Rumah
Potret Urwah Muhammad Syahki, Anak Ketiga Zaskia Sungkar & Irwansyah yang Makin Menggemaskan
7 Kebiasaan Orang yang Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Keseruan Ussy dan Andhika Ajak Keluarga Liburan di Malang, Anak-anak Bebas Main di Alam
REKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Kebiasaan Orang yang Terlalu Keras pada Diri Sendiri
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
11 Alasan Ini Kerap Diucapkan Orang yang Malas Membersihkan dan Merapikan Rumah
Mata Kiri Bawah Sering Kedutan, Ternyata..
Potret Urwah Muhammad Syahki, Anak Ketiga Zaskia Sungkar & Irwansyah yang Makin Menggemaskan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Deterjen Kapsul atau Bubuk? Panduan Pilih Sebelum Checkout Biar Cucian Tetap Wangi
-
Beautynesia
5 Manfaat Mengonsumsi Edamame yang Baik untuk Kesehatan
-
Female Daily
Cara Menghindari Makeup Oksidasi di Siang Hari Biar Foundation Kamu Nggak Makin Gelap!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kisah Unik Pasangan Pengantin, Punya Pekerjaaan Hingga Nama Sama Persis
-
Mommies Daily
10 Bubuk Matcha untuk Matcha Latte Enak di Rumah, Gak Pakai Mahal!