moms-life
Kanker Payudara pada Perempuan Muda Meningkat, Ini yang Perlu Diwaspadai
HaiBunda
Senin, 12 Oct 2026 16:25 WIB
Kasus kanker pada usia muda menunjukkan peningkatan di sejumlah negara. Kondisi ini menjadi perhatian karena meski kanker masih lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lebih tua, sejumlah jenis kanker mulai lebih sering terdiagnosis pada orang berusia di bawah 50 tahun.
Salah satu jenis kanker yang mengalami peningkatan adalah kanker payudara pada perempuan. Berdasarkan analisis data di Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Belanda, angka kanker payudara pada perempuan di bawah usia 50 tahun menunjukkan kenaikan, meski peningkatannya tidak setajam beberapa jenis kanker lainnya.
Kondisi tersebut membuat perempuan muda perlu lebih memperhatikan kesehatan payudara dan mengenali faktor-faktor yang dapat meningkatkan risikonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja yang perlu diwaspadai dan kapan perubahan pada payudara perlu diperiksakan? Simak penjelasannya berikut ini, Bunda.
Kanker payudara pada perempuan muda meningkat
Penelitian yang dianalisis oleh World Cancer Research Fund (WCRF) menemukan adanya peningkatan sejumlah kasus kanker yang muncul sebelum usia 50 tahun. Data dari Inggris menunjukkan angka kanker payudara pada kelompok usia tersebut naik dari 42 kasus per 100.000 orang menjadi 47,5 kasus per 100.000 orang pada 2023.
Sementara itu, analisis data resmi di AS sejak 2000 menunjukkan angka kanker payudara pada orang berusia di bawah 50 tahun meningkat sekitar 20 persen. Peningkatan juga ditemukan pada beberapa jenis kanker lainnya, termasuk kanker ginjal, usus, rahim, dan pankreas.
Mengutip laman The Guardian, para ahli menilai perubahan pola kanker pada generasi yang lebih muda perlu menjadi perhatian dalam upaya penelitian dan pencegahan kanker.
Namun, kanker tetap lebih umum terjadi pada kelompok usia yang lebih tua, sehingga peningkatan pada usia muda tidak berarti sebagian besar perempuan muda akan mengalami kondisi tersebut.
Sejumlah faktor gaya hidup dan lingkungan disebut dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kanker secara umum. Faktor tersebut antara lain obesitas, pola makan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, merokok, serta paparan lingkungan seperti polusi, bahan kimia, plastik, dan polusi udara maupun air.
Meski demikian, faktor risiko kanker payudara tidak hanya berkaitan dengan gaya hidup. Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), risiko kanker payudara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, faktor genetik, riwayat keluarga, kondisi payudara, serta riwayat reproduksi dan hormonal.
Perempuan dengan mutasi gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2 juga memiliki risiko lebih tinggi. Begitu pula mereka yang memiliki ibu, saudara perempuan, atau anak yang pernah mengalami kanker payudara, terutama jika kanker ditemukan pada usia muda.
Kenali tanda kanker payudara dan faktor risikonya
Kanker payudara merupakan kondisi ketika sel-sel ganas berkembang di jaringan payudara. Melansir laman Mayo Clinic, kanker ini paling sering bermula pada saluran yang membawa air susu ke puting atau pada lobulus, yaitu kelenjar yang memproduksi ASI.
Tidak semua benjolan pada payudara merupakan kanker. Namun, Bunda perlu memperhatikan sejumlah perubahan pada payudara yang tidak biasa. Beberapa tanda yang dapat muncul meliputi:
- Muncul benjolan atau area yang menebal pada payudara dan terasa berbeda dari jaringan di sekitarnya.
- Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan payudara yang tidak biasa.
- Perubahan pada puting, seperti puting tampak mendatar atau tertarik ke dalam.
- Perubahan pada kulit payudara, misalnya muncul cekungan, permukaan menyerupai kulit jeruk, pengelupasan, atau pengerasan.
- Perubahan warna kulit payudara, seperti kemerahan atau perubahan warna yang tidak biasa.
- Keluarnya cairan dari puting, terutama jika disertai perubahan lain pada payudara.
Kanker payudara pada tahap awal terkadang tidak menimbulkan gejala. Kondisi ini dapat ditemukan saat pemeriksaan skrining menunjukkan adanya perubahan yang mencurigakan.
Jika Bunda menemukan benjolan atau perubahan lain pada payudara, sebaiknya jangan menunggu pemeriksaan berikutnya untuk berkonsultasi. Segera periksakan perubahan tersebut kepada dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Kondisi Nunung Usai Operasi Pengangkatan Kanker Payudara, Masih Harus Kemoterapi
Mom's Life
7 Kebiasaan Penyebab Kanker Payudara, Jangan Anggap Sepele
Mom's Life
Hari Kanker Sedunia, Ini 5 Jenis Kanker yang Paling Sering Menyerang Wanita
Mom's Life
Kenali Kanker Payudara Tripel Negatif, Berikut 4 Cara Pencegahannya Bun
Mom's Life
Pengobatan Kanker Payudara Berdasar Tingkat Stadiumnya, Bunda Perlu Tahu
5 Foto
Mom's Life
Jarang Terlihat Usai Didiagnosis Kanker, Ini 5 Potret Kate Middleton & Putri Charlotte Nonton Wimbledon
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Apakah Kanker Payudara Bisa Menurun ke Anak?
Apakah Anak Kecil Bisa Terkena Kanker Payudara? Ini Faktanya
ASI Ternyata Bisa Jadi Petunjuk Kanker Payudara, Ini Kata Peneliti