MOM'S LIFE
Perempuan Ternyata Lebih Sering Merasakan Sakit daripada Laki-laki
Amira Salsabila | HaiBunda
Rabu, 21 Oct 2026 18:45 WIBTahukah Bunda? Perempuan dilaporkan lebih sering merasakan sakit dibandingkan laki-laki. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian global terbaru yang mengamati berbagai jenis rasa sakit.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki tingkat nyeri yang lebih tinggi pada seluruh jenis rasa sakit yang diukur peneliti. Temuan ini kembali menyoroti adanya perbedaan pengalaman nyeri antara perempuan dan laki-laki.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan isu gender pain gap, yakni kesenjangan dalam penanganan rasa sakit yang membuat perempuan berisiko tidak mendapatkan pereda nyeri atau perawatan yang dibutuhkan.
Studi ungkap perempuan lebih sering merasa sakit daripada laki-laki
Dilansir The Guardian, para peneliti dari seluruh dunia melakukan salah satu upaya harmonisasi terbesar dalam epidemiologi nyeri hingga saat ini.
Data dikumpulkan sebanyak lebih dari 6 juta orang dari 118 negara dari 1990 hingga 2025, dan mencakup orang-orang dari usia lima tahun hingga lebih dari 100 tahun.
Penelitian yang diterbitkan di Nature Medicine ini mengamati bagaimana rasa sakit, sebagai penyebab utama kecacatan global, terbesar di seluruh dunia dan sepanjang rentang kehidupan manusia.
Studi tersebut menemukan bahwa nyeri yang dilaporkan sendiri oleh perempuan di 11 bagian tubuh, kepala, wajah, leher atau bahu, kaki atau pergelangan kaki, tangan atau pergelangan tangan, siku, dada, punggung, perut atau abdomen, pinggul, dan lutut, lebih tinggi daripada laki-laki. Hal itu terutama berlaku untuk sakit kepala, nyeri wajah, dan nyeri perut.
Bagi laki-laki dan perempuan, peningkatan rasa sakit paling tajam terjadi sebelum seseorang berusia 55 tahun, kemudian mencapai puncaknya pada usia 75 tahun atau lebih, dengan nyeri punggung, pinggul, dan lutut yang meningkat sepanjang rentang hidup.
Hal itu menunjukkan bahwa sebagian besar beban rasa sakit seumur hidup berkembang selama masa dewasa usia kerja.
Sekitar 40 persen peserta melaporkan nyeri punggung, sedangkan nyeri wajah adalah yang paling jarang terjadi, yaitu sebesar 2 persen.
Mereka yang berada di wilayah dengan Indeks Pembangunan Manusia terendah memiliki prevalensi nyeri tubuh di usia lanjut yang jauh lebih tinggi, dan hampir dua kali lipat angka nyeri punggung bawah di usia tua mereka.
Nyeri intensitas tinggi mencapai puncaknya sekitar 50, sedangkan nyeri umum mencapai puncaknya sekitar 70.
“Secara keseluruhan, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa meskipun kemungkinan mengalami rasa sakit apa pun meningkat secara bertahap seiring bertambahnya usia, bentuk rasa sakit yang paling melumpuhkan mengikuti lintasan berbentuk U terbalik, mencapai puncaknya pada usia dewasa pertengahan hingga akhir sebelum menurun,” tulis para penulis studi.
“Perbedaan antara akumulasi rasa sakit dan rasa sakit yang semakin intensif lalu mereda ini memiliki implikasi langsung terhadap di mana pencegahan dan perawatan harus dipusatkan sepanjang rentang kehidupan.”
Hal senada juga disampaikan oleh direktur Pusat Kesehatan Reproduksi di Universitas Edinburgh di Inggris, Profesor Andrew Horne. Ia menggambarkan penelitian ini sebagai studi penting yang menunjukkan bahwa perempuan mengalami lebih banyak rasa sakit daripada laki-laki di setiap bagian tubuh yang diteliti.
“Nyeri juga meningkat paling tajam sebelum usia 55 tahun, selama masa kerja, pengasuhan, dan reproduksi perempuan. Ini adalah bukti kuat bahwa kesenjangan nyeri berdasarkan gender itu nyata, konsisten, dan global. Namun, nyeri yang dialami perempuan masih terlalu sering diabaikan, kurang teliti, dan kurang diobati,” ungkapnya.
Nah, itulah penjelasan tentang studi yang menemukan bahwa perempuan lebih sering merasa sakit daripada laki-laki. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Alasan Bunda Jadi Incaran Nyamuk
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
4 Hal yang Harus Bunda Lakukan saat Kondom 'Bocor' Ketika Bercinta
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
TERPOPULER
11 Ciri Orang Sudah Melewati Banyak Ujian Hidup, Termasuk Sikapnya Lebih Tenang
Ternyata Banyak Suami Bersedia Pakai Alat Kontrasepsi, tapi Terhalang Hal Ini
Anak Tidak Sopan & Sulit Menghargai Orang Lain? Ini 7 Kebiasaan yang Perlu Dibangun di Rumah
Perempuan Ternyata Lebih Sering Merasakan Sakit daripada Laki-laki
Resep Bumbu Dasar Putih Serbaguna, Bisa untuk Opor hingga Tumisan
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
30 Soal Pendidikan Pancasila Kelas 1 Semester 1 dan Kunci Jawabannya
Ternyata Banyak Suami Bersedia Pakai Alat Kontrasepsi, tapi Terhalang Hal Ini
11 Ciri Orang Sudah Melewati Banyak Ujian Hidup, Termasuk Sikapnya Lebih Tenang
Perempuan Ternyata Lebih Sering Merasakan Sakit daripada Laki-laki
Anak Tidak Sopan & Sulit Menghargai Orang Lain? Ini 7 Kebiasaan yang Perlu Dibangun di Rumah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cara Pilih Tas Laptop yang Pas dan Aman untuk Dibawa Setiap Hari
-
Beautynesia
7 Drakor yang Langsung Cetak Rating Dua Digit di Episode Perdana
-
Female Daily
Chae Soo-bin Punya Kekuatan Listrik di Drama Terbaru, Ini 6 Drakor yang Pernah Dibintanginya
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Kemesraan Elizabeth Hurley dan Ayah Miley Cyrus yang Sudah Bertunangan
-
Mommies Daily
Anak Bertengkar dengan Teman, Ini Cara Ajarkan Menyelesaikan Konflik