HaiBunda

MOM'S LIFE

Tanpa Sadar Bikin Orang Kabur, 6 Kalimat yang Biasa Diucapkan 'Si Paling Menderita' saat Ngobrol

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 14 Oct 2026 06:30 WIB
Tanpa Sadar Bikin Orang Kabur, 6 Kalimat yang Biasa Diucapkan 'Si Paling Menderita' saat Ngobrol/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Phira Phonruewiangphing
Jakarta -

Dalam percakapan, Bunda mungkin pernah menemui seseorang yang selalu memposisikan dirinya sebagai 'si paling menderita'. Orang-orang ini percaya bahwa apa yang mereka alami jauh lebih buruk daripada orang lain, Bunda.

Padahal, komunikasi yang sehat sejatinya dibangun atas dasar empati timbal balik yang menyenangkan. Namun, dalam dinamika pergaulan sehari-hari, orang yang dilabeli 'si paling menderita' selalu menarik setiap topik pembicaraan kembali kepada penderitaan dirinya sendiri.

Kebiasaan tersebut tak hanya membuatnya dipandang negatif, tapi juga bikin orang lain kabur. Lantas, apa saja kalimat yang biasa diucapkan oleh 'si paling menderita' saat berada dalam obrolan?


Simak penjelasan dari Bubun berikut ini!

Kalimat yang biasa diucapkan 'si paling menderita' saat ngobrol

Melansir dari laman Your Tango, berikut 6 kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang menganggap masalah mereka lebih penting daripada masalah orang lain:

1. "Keadaannya bisa lebih buruk"

Kalimat ini terkadang bisa bermakna nasihat yang baik. Jika seorang teman sedang mengalami hari yang buruk, terkadang mereka perlu mengubah perspektif dengan mengatakan kalimat ini.

Namun, orang-orang yang percaya bahwa masalah mereka jauh lebih buruk daripada masalah orang lain akan selalu menjawab dengan sesuatu seperti 'bisa lebih buruk'. Kalimat itu diucapkan dengan tujuan untuk meremehkan orang lain, Bunda.

Orang-orang ini tidak menawarkan kenyamanan atau memberikan pandangan realistis ketika mengatakannya. Mereka mencoba merebut kembali sorotan untuk diri mereka sendiri. Namun alih-alih mendapatkan perhatian, kalimat ini justru membuat orang lain menjauh.

2. "Kamu tidak tahu apa yang sedang aku hadapi"

Ungkapan ini sangat merendahkan karena berarti seseorang menganggap masalahnya sangat kompleks dan unik, sehingga tidak ada orang lain yang bisa memahaminya. Kalimat yang biasa diucapkan narsisis ini bisa sangat merusak dalam sebuah hubungan. Para narsisis tidak peduli pada apa pun atau siapa pun selain citra diri mereka dan perhatian yang menurut mereka pantas mereka dapatkan.

Penderitaan komparatif terjadi ketika kita membandingkan penderitaan kita dengan orang lain dan mencoba meminimalkan perasaan kita. Melakukannya pada orang lain adalah hal yang berbeda. Jika seseorang tidak memberi ruang untuk merasakan perasaan tersebut, maka orang itu harus mencarinya sendiri, yang mungkin berarti membuatnya dijauhi.

3. "Aku tidak punya waktu untuk ini sekarang"

Tidak apa-apa untuk menetapkan batasan waktu atau meminta sedikit ketenangan dari waktu ke waktu. Tetapi orang-orang yang menganggap masalah mereka lebih penting daripada masalah orang lain akan menetapkan batasan pada apa pun yang tidak menyangkut diri mereka.

Hubungan dibangun atas dasar komunikasi, yang berarti meluangkan waktu untuk satu sama lain. Psikolog William Berry menjelaskan bagaimana dasar dari banyak hubungan yang kuat dibangun atas dasar meminta seseorang untuk menceritakan tentang hari mereka. Ini adalah pertanyaan yang sangat sederhana, tetapi benar-benar mengubah segalanya.

"Sesuatu sesederhana bercerita tentang hari yang telah berlalu dapat membangun keintiman atau justru menguras energi dalam hubungan, tergantung bagaimana cara melakukannya. Jika ingin bercerita tentang hari yang kita lalui, maka perhatikan minat orang yang diajak bicara, dan jika dia tidak tertarik, carilah topik yang lebih sesuai," kata psikolog William Berry.

4. "Tentu saja ini akan terjadi padaku"

Kita semua pasti pernah mengalami momen sial dalam hidup. Namun, orang-orang yang percaya bahwa masalah mereka lebih penting daripada masalah orang lain akan menjadikan satu 'lampu merah' sebagai krisis eksistensial yang besar, seolah-olah alam semesta telah menargetkan mereka.

"Orang yang menggambarkan diri mereka sebagai beruntung lebih cenderung melihat peristiwa kebetulan dalam hidup mereka. Sebaliknya, mereka yang menggambarkan diri mereka tidak beruntung hanya akan melihat hal-hal buruk. Orang-orang ini sangat sulit untuk didekati, karena kita harus menghabiskan banyak waktu untuk menghibur mereka tanpa alasan yang jelas," ungkap psikolog Richard Wiseman.

5. "Pasti menyenangkan"

Ini adalah salah satu ungkapan yang membuat masalah orang lain tampak sepele, padahal sebenarnya tidak. Jika Bunda bersama seseorang yang benar-benar memiliki masalah yang sangat sulit, maka Bunda mungkin tidak akan mengeluh kepada mereka tentang hal-hal yang sepele atau kecil.

Namun, orang-orang yang berpikir bahwa masalah mereka seharusnya menjadi perhatian utama orang lain tidak tahan ketika orang lain baik-baik saja. Ketika mereka mendengar bahwa seseorang mendapat pekerjaan baru, mereka mengatakan kalimat ini untuk mengalihkan perhatian kembali kepada diri mereka sendiri.

Pada kenyataannya, masalah mereka mungkin cukup kecil, meskipun mereka tidak menyadarinya. Selama mereka menjadi korban dalam setiap cerita, mereka akan terus menjadi orang yang mendapatkan semua perhatian.

6. "Bisakah kamu mendengarkan aku sekali saja?"

Ungkapan ini dapat menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan yang sangat tidak sehat dalam sebuah hubungan. Ini adalah ungkapan absolut yang menyiratkan bahwa seseorang tidak pernah mendengarkan Bunda, bahkan jika mereka hadir di sana.

Ketika orang itu tidak pernah mendengarkannya, itu hanyalah alasan untuk terus mengeluh dan kemungkinan besar untuk mendapatkan kendali atas orang-orang yang mereka sayangi. Bahkan, ketika mereka kehabisan masalah, mereka akan mulai mengarang masalah baru dan menyalahkan orang lain karena tidak mendengarkan atau peduli.

Demikian 6 kalimat yang biasa diucapkan 'si paling menderita' saat ngobrol. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Menunda Membalas Chat

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tanpa Sadar Bikin Orang Kabur, 6 Kalimat yang Biasa Diucapkan 'Si Paling Menderita' saat Ngobrol

Mom's Life Annisa Karnesyia

Terpopuler: Potret Abimana Aryasatya & Inong Ayu bersama 5 Anaknya

Mom's Life Amira Salsabila

Hamil 27 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Diskusi dengan AI

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Kompak Gisela Cindy Bersama Keponakan Nova Lynn Slijpen, Jadi Tante yang Seru dan Penyayang

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

25 Drama China Kerajaan Romantis Terbaik Rating Tertinggi

Hamil 27 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Tanpa Sadar Bikin Orang Kabur, 6 Kalimat yang Biasa Diucapkan 'Si Paling Menderita' saat Ngobrol

Terpopuler: Potret Abimana Aryasatya & Inong Ayu bersama 5 Anaknya

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Diskusi dengan AI

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK