Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Pendiri Sariayu Martha Tilaar Meninggal, Ini Perjalanan Bisnis dan Kisah Cintanya dengan Suami

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 14 Oct 2026 13:35 WIB

Martha Tilaar
Pendiri Sariayu Martha Tilaar meninggal dunia / Foto: Instagram @martha_tilaar
Daftar Isi
Jakarta -

Industri kecantikan Tanah Air kehilangan salah satu sosok penting yang telah berkontribusi dalam mengembangkan produk kosmetik lokal. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group sekaligus tokoh di balik merek Sariayu, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh keluarga besar Martha Tilaar Group melalui pernyataan resmi yang diunggah di Instagram.

“REST IN PEACE. Dengan duka cita yang mendalam, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan kabar berpulangnya DR. (H.C) Martha Tilaar, Founder Martha Tilaar Group, pada hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026,” tulis pernyataan, dikutip dari laman Instagram @martha_tilaar, Rabu (14/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mendiang Martha Tilaar dimakamkan di Karawang

Pernyataan tersebut juga menjelaskan bahwa mendiang rencananya akan dimakamkan pada Jumat (16/10/2026) di pemakaman keluarga yang berlokasi di Karawang.

“Didampingi oleh anak, cucu, keluarga, dan kolega yang dicintai, DR. (H.C) Martha Tilaar akan dikebumikan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026 di pemakaman keluarga, di Karawang."

Perempuan kelahiran Kebumen, 4 September 1937, ini dikenal melalui kiprahnya dalam membangun bisnis kecantikan Indonesia.  Kepergiannya meninggalkan jejak perjalanan panjang dalam industri ini.

Keluarga besar Martha Tilaar Group mengenang sosok Martha sebagai figur yang memberikan banyak kontribusi bagi berbagai bidang, mulai dari pelestarian alam dan budaya hingga pendidikan serta pemberdayaan perempuan.

“Hari ini DR. (H.C) Martha Tilaar memang telah meninggalkan kita semua, namun segala warisan ilmu, visi, dan misinya mempercantik serta memajukan industri kecantikan Indonesia akan selalu menjadi pegangan dan nilai berharga bagi Martha Tilaar Group,” tulis akun tersebut.

Dedikasi dan kebijaksanaannya pun dinilai menjadi teladan yang akan terus menginspirasi generasi penerus.

“Dedikasi, kebijaksanaan, dan kontribusinya terhadap pelestarian alam dan budaya, dunia pendidikan, serta pemberdayaan perempuan akan selamanya menjadi inspirasi dan suri teladan yang terus kami ikuti jejaknya,” tambahnya.

Ungkapan perpisahan penuh kasih juga disampaikan kepada Martha yang dianggap bukan hanya sebagai pendiri, tetapi juga sosok ibu bagi keluarga besar perusahaan.

“Selamat jalan ibu kami tercinta, DR. (H.C) Martha Tilaar. Cantiknya jiwa ragamu akan selalu kami kenang dalam setiap langkah, karya dan inovasi di masa depan,” tutup pernyataan tersebut.

Berawal dari salon kecantikan di Menteng

Mengutip situs web Sariayu, Martha Tilaar mengawali langkahnya dengan membuka salon kecantikan pada tahun 1970 di Jalan Tosari Menteng, bernama Martha Salon. Tujuh tahun kemudian, dalam perjalanan yang penuh jatuh bangun, kecintaannya pada budaya dan tradisi Indonesia mendorong Martha untuk membuat brand kecantikan sendiri, Sariayu.

Sariayu didirikan oleh Martha Tilaar pada tahun 1977. Diawali dengan riset pada manuskrip-manuskrip kuno dari Keraton Yogyakarta, Martha mempelajari banyak hal tentang tata cara perempuan ningrat Jawa merawat dan menjaga kecantikannya.

Martha  bahkan membutuhkan bantuan ahli antropologi yang memahami nilai-nilai sejarah dan budaya tentang kecantikan timur. Martha percaya, riset dan tradisi, bahan, dan pasar adalah kunci keberhasilan sebuah produk. Selain riset, Martha juga sadar inovasi juga menjadi kunci yang akan membuat produknya akan tetap relevan dengan pasar.

Tahun 1987, terinspirasi dari tradisi dan budaya Indonesia, Martha kemudian berinovasi dengan koleksi tren warna Sariayu. Dengan tema-tema yang selalu berbeda setiap tahunnya, Martha ingin menunjukkan pada dunia betapa cantiknya Indonesia.

Kisah cinta Martha Tilaar dan suami menjadi inspirasi

Kepergian Martha Tilaar juga kembali mengingatkan publik pada kisah cintanya bersama sang suami, H.A.R. Tilaar, yang meninggal dunia pada 30 Oktober 2019 dalam usia 87 tahun.

Kisah cinta keduanya kerap disandingkan dengan perjalanan cinta B.J. Habibie dan Ainun. Tak hanya bertahan hingga puluhan tahun, hubungan Martha dan H.A.R. Tilaar juga diwarnai berbagai perjuangan yang memperkuat ikatan mereka.

Martha Tilaar dan H.A.R. Tilaar menikah pada 12 Januari 1964. Namun, baru delapan bulan membina rumah tangga, Martha harus menjalani pernikahan jarak jauh atau long distance marriage (LDM) lantaran sang suami mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.

Setelah akhirnya menyusul suami ke Negeri Paman Sam, Martha kembali menghadapi ujian dalam kehidupan rumah tangganya. Ia dan H.A.R. Tilaar harus bersabar ketika mendapati bahwa mereka mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan.

Martha sempat divonis sulit memiliki anak, yang dalam sejumlah pemberitaan dikaitkan dengan kebiasaannya mengonsumsi pil KB. Setelah menanti selama 16 tahun, pasangan ini akhirnya dikaruniai anak pertama mereka, Wulan Tilaar.

Kebahagiaan keluarga Martha dan H.A.R. Tilaar kemudian bertambah dengan kehadiran tiga anak lainnya, yakni Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, dan Kilala Tilaar.

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda