Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

3 Ciri Kepribadian Orang yang Terlihat Baik, tetapi Belum Tentu Tulus

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 22 Oct 2026 19:10 WIB

Ilustrasi Perempuan Mengobrol
Ilustrasi ciri kepribadian orang yang terlihat baik / Foto: Getty Images/iStockphoto/narith_2527
Daftar Isi
Jakarta -

Dalam kehidupan sehari-hari, Bunda mungkin sering bertemu dengan orang-orang yang terlihat baik, ramah, dan selalu menunjukkan sikap menyenangkan. Mereka mudah memberikan pujian dan mampu membuat orang di sekitarnya merasa dihargai.

Namun, di balik sikap yang tampak begitu baik, tidak semua orang memiliki ketulusan yang sama. Ada kalanya orang yang terlihat baik belum tentu tulus. Kebaikan sering kali dijadikan cara untuk mendapatkan perhatian atau membangun citra positif, Bunda.

Membedakan orang yang benar-benar tulus dengan orang yang sekadar terlihat baik memang bukan perkara mudah. Sebab, ketulusan tidak selalu bisa dinilai dari ucapan manis atau sikap ramah yang ditunjukkan di depan banyak orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Alasan orang terlihat baik tapi belum tentu tulus

Ada beberapa alasan yang membuat seseorang terlihat baik atau menunjukkan kebaikan berlebihan, namun sebenarnya tidak tulus. Berikut alasannya seperti melansir dari laman Psychology Today:

1. Narsisisme

Psikolog klinis di Mill Valley, California, dan penulis buku The Stress-Proof Brain, Melanie Greenberg, Ph.D., mengatakan bahwa narsisme bisa menjadi salah satu alasan orang berpura-pura baik. Menurut Greenberg, orang yang terlihat baik ini sering bertanya-tanya apa cara terbaik untuk mencapai tujuan mereka tanpa terlalu peduli pada orang lain. Mereka akan bersikap ramah kepada orang lain, tetapi pada akhirnya, itu hanya karena mereka berharap untuk mencapai keuntungan pribadi.

"Saya pikir bagi sebagian orang, itu karena mereka mementingkan diri sendiri," kata Greenberg.

2. Kontrol

Terapis pernikahan dan keluarga, Julia Breur, Ph.D., menyarankan kita untuk mewaspadai seseorang yang bersikap baik, namun menghakimi orang lain. Ini bisa jadi tanda orang tersebut tidak tulis melakukan kebaikannya, Bunda.

"Orang yang tidak tulus sering menghakimi orang lain sebagai cara untuk mendapatkan kendali. Berhati-hatilah, karena beberapa orang mungkin menggunakan kebaikan untuk mencoba mengendalikan kita," ungkap Breur.

3. Rasa tidak aman

Tidak semua orang yang sangat baik memiliki motif tersembunyi meski mereka tidak tulus. Misalnya, seseorang yang merasa tidak aman mungkin tidak merasa percaya diri untuk meminta bantuan secara langsung. Oleh karena itu, mereka mungkin akan 'meminta' dengan menunjukkan kata-kata dan perilaku yang baik.

Ciri orang yang terlihat baik tapi tidak tulus

Ketika seseorang ingin terlihat baik, gerak-geriknya berasal dari ketulusan. Namun, bagi orang-orang yang berpura-pura baik, mereka sering kali menunjukkan kebiasaan dan sifat yang khas.

Dikutip dari Your Tango, berikut tiga ciri orang yang terlihat baik tapi sebenarnya belum tentu tulus:

1. Mereka membicarakan seseorang di belakangnya

Saat seseorang berpura-pura baik di depan orang lain, ia mungkin tampak ramah. Tetapi begitu orang yang diajak bicara pergi, ia mulai bersikap tidak baik.

Orang yang berpura-pura baik akan membicarakan hal buruk tentang orang lain di belakang mereka. Mereka bahkan mungkin bergosip hanya untuk mendapatkan perhatian atau berbicara negatif tentang seseorang yang tidak mereka sukai. Rasa berhak ini membuat mereka lebih cenderung menyebarkan informasi yang salah dan tidak menyenangkan.

"Bahkan hanya menyaksikan orang lain berperilaku kasar membuat kita merasa stres dan cenderung berkinerja buruk. Perilaku kasar membuat semua orang merasa tidak nyaman dan mengurangi kemungkinan kita untuk berinteraksi, atau membantu orang lain," ungkap penulis dan pakar kesehatan Polly Campbell.

2. Mereka hanya bersikap baik kepada orang-orang tertentu

Bunda pernah mendengar istilah empati selektif? Ini terjadi ketika seseorang bersikap baik dan penuh kasih sayang terhadap orang-orang yang dianggapnya 'berharga', sementara mengabaikan penderitaan orang lain.

Orang yang hanya berpura-pura baik cenderung memanfaatkan empati untuk keuntungan mereka sendiri. Mereka bersikap baik kepada orang lain demi keuntungan pribadi, bukan karena niat yang benar-benar baik.

Menurut ulasan dalam studi yang diterbitkan di Nursing Ethics tahun 2023, ketika seseorang menggunakan kebaikan untuk memanipulasi orang lain, maka itu adalah upaya untuk mengendalikan orang tersebut. Tetapi bagi orang yang benar-benar baik, mereka tidak akan pernah melakukan hal seperti ini. Mereka berbelas kasih sepenuhnya dan tidak memiliki batasan kepada siapa mereka berbagi kebaikan tersebut.

3. Mereka memberikan pujian terselubung

Seseorang yang berpura-pura baik mungkin memberikan pujian terselubung yang sebenarnya cukup kasar. Ketika mereka mengatakan sesuatu seperti 'kamu terlihat sangat cantik ketika kamu benar-benar berusaha', itu artinya mereka sedang menghina penampilan orang tersebut.

Namun ketika mereka mengatakan 'Aku hanya bercanda', mereka sebenarnya menutupi perasaan yang sebenarnya atau mungkin merasa terlalu malu untuk mengatakannya secara terang-terangan. Menggunakan pujian terselubung adalah cara orang-orang tidak tulus ini untuk mengungkapkan pikiran batin mereka, meskipun sebenarnya itu bukanlah hal yang baik sejak awal.

Sebaliknya, orang yang benar-benar baik hati tidak akan pernah memberikan pujian palsu. Mereka akan memperhatikan detail kecil dan fokus untuk mengangkat semangat orang lain daripada menjatuhkannya. Itulah yang membuat mereka terlihat begitu istimewa di mata banyak orang, Bunda.

Demikian tiga ciri orang yang terlihat baik tapi sebenarnya belum tentu tulus. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda