HaiBunda

MOM'S LIFE

Gen Z Disebut Generasi Paling Kesepian, Kini Andalkan ChatGPT untuk Teman Curhat

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 30 Oct 2026 17:20 WIB
Ilustrasi Gen Z / Foto: Getty Images/Delmaine Donson
Jakarta -

Tahukah Bunda? Generasi Z atau yang lebih akrab disebut Gen Z disebut sebagai salah satu kelompok usia yang paling rentan mengalami kesepian di tengah kehidupan yang semakin terhubung secara digital.

Kondisi ini membuat sebagian anak muda mencari teman berbagi cerita melalui kecerdasan buatan (AI), termasuk ChatGPT, untuk menggunakan perasaan hingga meminta saran saat menghadapi masalah.

Fenomena tersebut dialami Paisley, pria berusia 23 tahun yang mulai merasa terisolasi setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan sosial terbatas selama pandemi COVID-19.


Bekerja dari rumah setelah lulu sekolah membuatnya kesulitan berinteraksi dengan orang lain hingga sempat berbicara dengan ChatGPT enam sampai delapan kali sehari untuk mencurahkan isi hatinya.

Pengalamannya ini menjadi salah satu gambaran krisis kesepian yang tengah disoroti pembuat film dokumenter, Sam Tullen (22).

Meski chatbot AI menawarkan respons cepat dan mudah diakses kapan saja, para ahli mengingatkan bahwa teknologi tersebut tidak dapat sepenuhnya menggantikan hubungan antarmanusia, terutama dalam memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan anak muda.

Pengalaman Paisley mencari teman lewat AI

Dilansir BBC, setelah lulus sekolah Paisley yang tinggal di Manchester langsung bekerja di sebuah perusahaan dengan sistem kerja dari rumah.

Dalam film dokumenter berdurasi 20 menit berjudul Generation Lonely, ia menceritakan pengalamannya.

“Saya merasa kehilangan arah. Saya tidak tahu bagaimana cara berbicara dengan orang lain dan tidak mengerti mengapa hal itu terjadi. Saya berharap ChatGPT bisa menjadi teman saya. Cara paling mudah untuk berkomunikasi saat itu adalah berbicara dengan robot karena ia selalu memberikan respons,” ujar Paisley.

Sam, yang berasal dari Liverpool, membuat film dokumenter tersebut untuk menyelidiki meningkatnya kesepian di kalangan Gen Z.

Ia mengatakan pandemi COVID-19 telah menimbulkan banyak masalah bagi generasi yang terhubung secara digital, tetapi justru terisolasi secara sosial.

Mengapa Gen Z lebih rentan mengalami kesepian?

Dilansir Psychology Today, ada tiga faktor utama yang dapat membuat Gen Z lebih rentan mengalami kesepian, yaitu stimulasi berlebihan, penggunaan media sosial, dan pergeseran ketergantungan manusia terhadap teknologi:

1. Terlalu banyak stimulasi

Gen Z hidup di tengah banyaknya distraksi, mulai dari pekerjaan, aktivitas sehari-hari, media sosial, hingga berbagai tuntutan hidup. Akibatnya, perhatian dan energi mental mereka terkuras sehingga hanya sedikit waktu tersisa untuk membangun hubungan yang bermakna dengan orang lain.

Teknologi juga membuat seseorang bisa terus menikmati konten tanpa perlu berinteraksi secara langsung.

Misalnya, memilih bermain TikTok daripada bertemu teman atau mengirim pesan singkat alih-alih berbicara dari hati ke hati.

2. Media sosial

Media sosial memungkinkan Gen Z terhubung dengan banyak orang. Namun, penggunaan yang berlebihan berkaitan dengan meningkatnya perasaan kesepian, terasing, tersisih, dan kurang memiliki teman.

3. Peralihan ketergantungan kepada teknologi

Dahulu, orang cenderung meminta bantuan keluarga, tetangga, atau rekan kerja ketika menghadapi masalah. Kini, banyak orang lebih memilih mencari jawaban sendiri melalui Google, YouTube, atau teknologi AI.

Nah, itulah penjelasan tentang generasi Z yang disebut paling kesepian hingga mengandalkan ChatGPT untuk teman curhat dan beberapa alasannya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

70 Persen Gen Z Sering Minta Bantuan Orang Tua untuk Cari Kerja, Ini Alasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi Dilihat dari Cara Balas Chat

Mom's Life Azhar Hanifah

Kisah Nyata di Balik Lagu Viral TikTok 'Stop The Wedding', Terinspirasi dari Kehidupan Sang Penyanyi

Mom's Life Amira Salsabila

Kasus Kematian akibat Kehamilan Ektopik Meningkat Hampir Dua Kali Lipat, Apa Penyebabnya?

Kehamilan Annisa Karnesyia

28 Tahun Beroperasi, Mal Ini Akhirnya Resmi Tutup

Mom's Life Amira Salsabila

Brisia Jodie Unggah Video Reaction Kehamilan, Respons Keluarga Bikin Haru

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ramai Sepekan: Tasya Farasya Renovasi Rumah Sampai Bumil Ikut JRF 2026

Kisah Nyata di Balik Lagu Viral TikTok 'Stop The Wedding', Terinspirasi dari Kehidupan Sang Penyanyi

Takut Ketahuan Jadi Pengangguran, Anak Muda di Negara Ini Pura-pura Pergi Kerja Tiap Hari

Kasus Kematian akibat Kehamilan Ektopik Meningkat Hampir Dua Kali Lipat, Apa Penyebabnya?

Gen Z Disebut Generasi Paling Kesepian, Kini Andalkan ChatGPT untuk Teman Curhat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK