Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

FOTO

moms-life

Potret Hunian Miliaran Rupiah Milik Juragan Bakso di Kampung Elite Wonogiri

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 23 Oct 2026 14:25 WIB

Para juragan bakso di Wonogiri, Jawa Tengah, mencuri perhatian publik lewat rumah mewahnya yang dinilai seharga miliaran rupiah. Yuk, intip potretnya.

<p>Siapa sangka, usaha bakso di perantauan bisa mengantarkan seseorang memiliki rumah mewah di kampung halaman. Pemandangan ini terlihat di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah, yang dikenal dengan deretan hunian megah milik para perantau sukses. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)</p>
<p>Desa tersebut bahkan dijuluki sebagai 'Kampung Elite' karena banyak bangunan berdiri megah dengan pilar-pilar besar. Kemewahan rumah-rumah itu menjadi gambaran keberhasilan warga yang merantau demi memperbaiki kehidupan.&nbsp;(Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)</p>
<p>Salah satu pemiliknya adalah Surtino, yang telah lebih dari dua dekade merantau dan berjualan bakso di Jakarta serta Papua. Ia memperlihatkan sejumlah sudut rumahnya, termasuk tangga megah dengan dinding tinggi yang memperkuat kesan elegan.&nbsp;(Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)</p>
<p>Surtino menuturkan rumah tersebut dipersiapkan sebagai tempat tinggal setelah dirinya pensiun. Rumah itu juga menjadi tempat berkumpul bersama istri dan anak-anaknya ketika pulang ke kampung halaman. Lebih dari sekadar bangunan megah, kediaman tersebut merupakan impian yang telah lama ingin diwujudkannya, Bunda.&nbsp;(Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)</p>
<p>Menurut informasi yang disampaikan, sekitar 60&ndash;70 persen warga Desa Bubakan merantau untuk mencari penghidupan di luar daerah. Sebagian besar menekuni usaha bakso dan mi ayam di wilayah Jabodetabek, bahkan mengembangkan usaha hingga Sumatra, Kalimantan, dan Papua.&nbsp;(Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)</p>
<p>Kepala Desa Bubakan, Maryanto, menjelaskan bahwa keberadaan rumah-rumah megah tersebut bukan bertujuan untuk memamerkan kekayaan. Sebaliknya, bangunan itu menjadi bukti nyata kegigihan warga dalam mengumpulkan hasil jerih payah selama merantau. Ia berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi masyarakat lainnya. &ldquo;Ini sebetulnya bentuk wujud nyata, mungkin dari perantau itu bisa membangun bagus itu kan dari bentuk kerja keras. Mungkin itu menjadi motivasi untuk yang lain,&rdquo; ujarnya, dikutip dari kanal YouTube <em>TRANS7 Official</em>.&nbsp;(Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)</p>
<p>Maryanto juga memandang pembangunan rumah sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi warga. Menurutnya, kemegahan hunian bukanlah tolok ukur untuk bersaing atau mengungguli tetangga, melainkan hasil dari kebiasaan menabung yang diwujudkan dalam bentuk bangunan. &ldquo;Jadi bukan adu gengsi antara rumah satu bagus kok, satu pengen bagus lagi. Tidak, nabung dalam bentuk bangunan, investasi bangunan,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;(Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)</p>

Siapa sangka, usaha bakso di perantauan bisa mengantarkan seseorang memiliki rumah mewah di kampung halaman. Pemandangan ini terlihat di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah, yang dikenal dengan deretan hunian megah milik para perantau sukses. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)

Desa tersebut bahkan dijuluki sebagai 'Kampung Elite' karena banyak bangunan berdiri megah dengan pilar-pilar besar. Kemewahan rumah-rumah itu menjadi gambaran keberhasilan warga yang merantau demi memperbaiki kehidupan. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)

Salah satu pemiliknya adalah Surtino, yang telah lebih dari dua dekade merantau dan berjualan bakso di Jakarta serta Papua. Ia memperlihatkan sejumlah sudut rumahnya, termasuk tangga megah dengan dinding tinggi yang memperkuat kesan elegan. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)

Surtino menuturkan rumah tersebut dipersiapkan sebagai tempat tinggal setelah dirinya pensiun. Rumah itu juga menjadi tempat berkumpul bersama istri dan anak-anaknya ketika pulang ke kampung halaman. Lebih dari sekadar bangunan megah, kediaman tersebut merupakan impian yang telah lama ingin diwujudkannya, Bunda. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)

Menurut informasi yang disampaikan, sekitar 60–70 persen warga Desa Bubakan merantau untuk mencari penghidupan di luar daerah. Sebagian besar menekuni usaha bakso dan mi ayam di wilayah Jabodetabek, bahkan mengembangkan usaha hingga Sumatra, Kalimantan, dan Papua. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)

Kepala Desa Bubakan, Maryanto, menjelaskan bahwa keberadaan rumah-rumah megah tersebut bukan bertujuan untuk memamerkan kekayaan. Sebaliknya, bangunan itu menjadi bukti nyata kegigihan warga dalam mengumpulkan hasil jerih payah selama merantau. Ia berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi masyarakat lainnya. “Ini sebetulnya bentuk wujud nyata, mungkin dari perantau itu bisa membangun bagus itu kan dari bentuk kerja keras. Mungkin itu menjadi motivasi untuk yang lain,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube TRANS7 Official. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)

Maryanto juga memandang pembangunan rumah sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi warga. Menurutnya, kemegahan hunian bukanlah tolok ukur untuk bersaing atau mengungguli tetangga, melainkan hasil dari kebiasaan menabung yang diwujudkan dalam bentuk bangunan. “Jadi bukan adu gengsi antara rumah satu bagus kok, satu pengen bagus lagi. Tidak, nabung dalam bentuk bangunan, investasi bangunan,” ungkapnya. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda