MOM'S LIFE
8 Kesalahan Mengecat yang Bikin Tembok Menggelembung
Arina Yulistara | HaiBunda
Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIBTembok rumah Bunda menggelembung? Mungkin karena kesalahan mengecat yang bisa bikin tembok menggelembung.
Dengan mengganti cat warna dinding, suasana ruangan bisa terasa lebih segar dan berbeda. Namun proses pengecatan ternyata tidak selalu berjalan mulus.
Salah satu masalah yang sering muncul setelah cat mengering adalah permukaan tembok terlihat menggelembung atau membentuk tonjolan-tonjolan kecil. Kondisi tersebut dikenal sebagai paint bubbling atau blistering.
Gelembung cat bisa muncul beberapa jam setelah pengecatan bahkan bertahun-tahun kemudian. Selain mengganggu penampilan dinding, masalah ini juga dapat menjadi tanda adanya persoalan yang lebih serius, seperti kebocoran pipa, rembesan air, hingga kerusakan pada struktur bangunan.
Menurut Erica Anenberg, kontraktor sekaligus CEO perusahaan konstruksi dan renovasi Girl Flip, cat tembok menggelembung umumnya disebabkan oleh kelembapan, persiapan permukaan yang kurang tepat, atau penggunaan cat berkualitas rendah.
"Dalam pengalaman saya, kelembapan merupakan penyebab terbesar," ujar Anenberg dilansir dari House Beautiful.
Kelembapan berlebih membuat daya rekat cat berkurang sehingga lapisannya terlepas dari permukaan dinding dan membentuk rongga udara. Jadi, kesalahan apa saja yang bisa menyebabkan tembok menggelembung setelah dicat?
Kesalahan mengecat yang bikin tembok menggelembung
Berikut kesalahan mengecat yang bikin tembok menggelembung.
1. Mengecat tembok yang masih lembap
Salah satu penyebab paling umum cat tembok menggelembung adalah kondisi dinding masih basah atau memiliki tingkat kelembapan tinggi. Air yang terperangkap di antara lapisan cat dapat membentuk kantong udara sehingga cat tidak menempel sempurna.
Masalah ini sering ditemukan di dapur dan kamar mandi karena kedua ruangan tersebut cenderung memiliki tingkat kelembapan tinggi. Namun jika gelembung muncul di ruangan lain, ada kemungkinan terdapat kebocoran dari pipa air, sistem pendingin ruangan, atau atap rumah. Sebelum mengecat ulang, pastikan sumber kelembapan sudah ditemukan dan diperbaiki.
2. Mengecat saat cuaca terlalu panas
Suhu lingkungan ternyata turut memengaruhi hasil akhir pengecatan. Mengecat ketika cuaca terlalu panas dapat membuat cat mengering secara tidak merata sehingga memicu terbentuknya gelembung pada permukaan dinding.
Suhu di atas 85 derajat Fahrenheit atau sekitar 29 derajat Celsius berisiko menyebabkan masalah tersebut. Kisaran suhu yang disarankan untuk mengecat adalah 50 sampai 85 derajat Fahrenheit atau sekitar 10 hingga 29 derajat Celsius. Selain memperhatikan suhu, hindari pula mengecat ketika kelembapan udara terlalu tinggi.
3. Tidak membersihkan tembok sebelum dicat
Langsung mengaplikasikan cat pada dinding yang berdebu, kotor, atau berminyak merupakan kesalahan yang sebaiknya dihindari. Kotoran yang menempel membuat cat sulit melekat dengan baik sehingga permukaannya berpotensi membentuk gelembung.
Sebelum mulai mengecat, bersihkan tembok menggunakan kain lap dan air sabun untuk menghilangkan debu, minyak, serta kotoran lainnya. Setelah itu, biarkan dinding benar-benar kering. Langkah sederhana ini membantu cat menempel lebih merata dan menghasilkan permukaan yang lebih halus.
4. Tidak pakai cat primer
Cat primer atau cat dasar memiliki fungsi penting dalam proses pengecatan. Produk ini membantu menciptakan lapisan awal yang membuat cat utama dapat melekat lebih baik pada permukaan tembok.
Tidak menggunakan primer, terutama pada dinding baru atau permukaan yang sebelumnya sudah dicat, bisa membuat hasil pengecatan kurang maksimal. Selain membantu meningkatkan daya rekat, primer juga berfungsi sebagai lapisan penyegel agar permukaan lebih siap menerima cat berikutnya.
5. Menggunakan jenis cat yang tidak sesuai
Pemilihan jenis cat juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Salah satu kesalahan yang dapat memicu munculnya gelembung adalah mengaplikasikan jenis cat yang tidak kompatibel dengan lapisan sebelumnya.
Sebagai contoh, cat berbahan dasar minyak (oil-based) dan cat berbahan dasar lateks (latex-based) tidak bisa begitu saja ditumpuk satu sama lain. Kedua jenis cat ini memiliki karakteristik berbeda sehingga lapisannya berisiko tidak melekat dengan baik.
Sebelum mengecat ulang, periksa jenis cat yang sudah digunakan pada dinding. Pastikan produk baru sesuai dengan lapisan sebelumnya agar hasil pengecatan lebih tahan lama.
6. Mengecat kembali sebelum lapisan sebelumnya kering
Ingin pekerjaan mengecat cepat selesai terkadang membuat seseorang terburu-buru mengaplikasikan lapisan berikutnya. Padahal cat dasar maupun lapisan sebelumnya perlu dibiarkan mengering terlebih dahulu.
Jika lapisan baru diaplikasikan ketika cat sebelumnya masih basah, kelembapan dapat terperangkap di antara kedua lapisan tersebut. Tidak heran jika permukaan cat berisiko menggelembung setelah mengering. Sebaiknya, ikuti petunjuk waktu pengeringan pada kemasan produk sebelum melanjutkan pengecatan.
7. Mengaduk cat terlalu cepat atau terlalu lama
Proses mengaduk cat juga perlu diperhatikan. Mengaduk cat dengan gerakan terlalu cepat atau dalam waktu terlalu lama dapat memasukkan banyak udara ke dalam cairan.
Gelembung udara tersebut kemudian berpotensi terbawa saat cat diaplikasikan ke dinding. Untuk menghindarinya, aduk cat secara perlahan dan secukupnya sampai seluruh komponen tercampur rata. Hindari mengocok atau mengaduk cat secara berlebihan.
8. Salah memilih jenis roller cat
Tidak semua roller atau alat pengecat memiliki fungsi yang sama. Setiap jenis roller dirancang untuk permukaan dinding dengan tekstur berbeda. Pemilihan bahan dan ketebalan bulu roller yang kurang tepat bisa membuat cat tidak terdistribusi secara merata.
Ada dua jenis bahan roller yang umum digunakan, yakni kain tenun (woven fabric) dan kain rajut (knit fabric). Bahan mohair dan microfiber termasuk jenis kain tenun yang membantu mengurangi serat tertinggal pada cat sehingga hasilnya lebih halus.
Sementara itu, bahan poliester dan lambswool dapat menampung lebih banyak cat sehingga mempercepat proses pengecatan, walaupun berpotensi meninggalkan bekas tekstur pada dinding.
Cara mengatasi tembok yang sudah terlanjur menggelembung
Jika gelembung cat hanya disebabkan oleh masalah pada permukaan, perbaikannya bisa dilakukan tanpa harus mengganti seluruh bagian dinding. Namun pastikan terlebih dahulu tidak ada kebocoran, retakan, atau kerusakan struktural yang menjadi penyebabnya.
Berikut tahapan memperbaiki cat tembok yang menggelembung:
- Kerok bagian cat yang menggelembung. Gunakan alat pengerok untuk mengangkat lapisan cat yang sudah terlepas dari permukaan dinding.
- Amplas permukaan tembok. Ratakan bagian yang sudah dikerok agar tidak terdapat tonjolan atau sisa cat yang menempel.
- Tutup lubang dan retakan. Gunakan bahan penambal dinding (patching compound), kemudian biarkan mengering semalaman.
- Amplas kembali. Setelah bahan penambal kering, amplas perlahan menggunakan amplas berbutir halus.
- Bersihkan permukaan. Hilangkan debu dan sisa kotoran setelah proses pengamplasan.
- Aplikasikan primer. Tunggu sampai lapisan dasar benar-benar kering sebelum melanjutkan pengecatan.
- Cat kembali tembok. Aplikasikan cat secara merata sesuai petunjuk penggunaan produk.
Anenberg menyarankan untuk mengecat ulang seluruh bagian dinding atau area yang cukup luas agar hasilnya terlihat menyatu. Menurutnya, perbedaan antara cat lama dan baru bisa terlihat jelas jika hanya memperbaiki bagian yang menggelembung.
Terlebih lagi jika warna cat baru mungkin tidak sepenuhnya sama dengan warna sebelumnya. Mengecat ulang satu bidang dinding secara keseluruhan bisa menjadi pilihan agar hasil akhirnya lebih rapi.
Tips mencegah cat tembok menggelembung
- Periksa retakan pada dinding: Perhatikan area sekitar jendela dan kusen pintu. Retakan kecil bisa menjadi jalan masuk air yang menyebabkan kelembapan di bagian dalam dinding.
- Pilih waktu pengecatan yang tepat: Hindari mengecat saat cuaca sangat panas atau kelembapan udara terlalu tinggi karena kondisi tersebut dapat menghambat proses pengeringan cat.
- Perhatikan tingkat kelembapan ruangan: Jika ruangan cenderung lembap, gunakan alat pengurang kelembapan udara atau dehumidifier selama proses pengecatan hingga cat benar-benar kering.
- Bersihkan dinding terlebih dahulu: Hilangkan debu, minyak, dan kotoran menggunakan kain serta air sabun. Pastikan permukaan tembok sudah kering sebelum mulai mengecat.
- Gunakan primer berkualitas: Pilih cat dasar yang sesuai dengan kondisi dinding agar cat utama dapat melekat dengan lebih baik.
- Beri jeda antarlapisan cat: Jangan terburu-buru mengaplikasikan lapisan berikutnya. Pastikan cat sebelumnya sudah benar-benar kering. Pada lingkungan yang lembap, proses ini mungkin membutuhkan waktu beberapa hari.
Dengan memperhatikan kondisi dinding, memilih bahan pengecatan yang tepat, serta memberikan waktu pengeringan yang cukup, risiko cat tembok menggelembung dapat diminimalkan. Hasil pengecatan pun bisa lebih halus, rapi, dan tahan lama.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Hal Penting Saat Mendesain Taman agar Tampilannya Indah & Asri
Tips Miliki Rumah Asri dan Nyaman Meski Lahan Kecil
Jangan Terlambat, Kenali 4 Tanda Kayu di Rumah Dimakan Rayap
Mudah! 10 Tips Membuat Rumah Sejuk Tanpa AC
TERPOPULER
8 Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Terlihat dari Cara Balas Chat
Terbukti di 200 Anak, Ini Cara Membesarkan Anak yang Tangguh & Sukses Menurut Pakar
Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Cara Berpikir dan Menyikapi Masalah
8 Kesalahan Mengecat yang Bikin Tembok Menggelembung
Bumil Makan Mie Instan, Emang Boleh?
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Spatula Silikon yang Bagus Tahan Lama & Aman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tagihan Listrik Naik Padahal Pemakaian Merasa Sama? Ini Penjelasan PLN
8 Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Terlihat dari Cara Balas Chat
Terbukti di 200 Anak, Ini Cara Membesarkan Anak yang Tangguh & Sukses Menurut Pakar
8 Kesalahan Mengecat yang Bikin Tembok Menggelembung
Bumil Makan Mie Instan, Emang Boleh?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Tertarik Beli Mac Mini M4? Jangan Lupa Siapkan 5 Hal Ini
-
Beautynesia
5 Drakor Chae Soo Bin yang Wajib Ditonton Ulang Setelah Take Charge of My Heart
-
Female Daily
Kulit Kepala Mengelupas, Apakah Pasti Ketombe?
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
7 BB Cream yang Aman untuk Kulit Berjerawat dari Brand Lokal Hingga Korea
-
Mommies Daily
Ayah, Hati-Hati! 7 Kalimat Ini Bisa Membekas dalam Ingatan Anak hingga Dewasa