HaiBunda

PARENTING

Seperti Ini Efek Vaksin MR yang Mungkin Muncul

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Rabu, 16 Aug 2017 09:02 WIB
Efek Vaksin MR yang Mungkin Muncul/ Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Setiap tindakan medis bisa jadi diikuti efek samping. Nah, kalau seseorang mendapat vaksin measles rubella (MR), efek yang paling mungkin seperti apa sih?

Ketua Komnas PP Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Dr dr Hindra Irawan Safari, SpA(K), M.Trop.Paed menjelaskan seperti pemberian vaksin lainnya, efek pemberian vaksin MR biasanya demam ringan dan nyeri di tempat bekas suntikan.

"Bisa juga ruam yang timbulnya hari ke-3 sampai hari ke-10, kejang jika ada riwayat kejang di keluarga. Jika tidak riwayat, biasanya kejang yang terjadi karena penyakit lain," terang dr Hindra dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (15/8/2017).


"Demam ringan yang terjadi pada campak biasanya muncul 7 sampai 12 hari setelah penyuntikan. Jika demamnya malah datang setelah 2 hari penyuntikan maka tidak bisa dikatakan hal tersebut dikarenakan efek vaksin," imbuh dr Hindra.

Baca juga: Anak Sudah Divaksin MMR, Perlu Divaksin MR Lagi Nggak?

dr Hindra juga menegaskan kelumpuhan bukanlah efek samping dari pemberian vaksin MR. Dia menjelaskan selain kurangnya cukup bukti dari kasus siswi yang mengalami kelumpuhan di Demak usai pemberian vaksin, setelah ditelusuri kembali ternyata anak tersebut juga ada riwayat sakit sebelumnya.

Nah, efek samping yang mungkin muncul dari pemberian vaksin ini jauh lebih ringan ketimbang dampaknya jika sudah terkena measles (campak) dan rubella. Campak menyebabkan demam, ruam, batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Komplikasinya bisa jadi infeksi telinga, diare, pneumonia, kerusakan otak bahkan kematian.

Sementara itu rubela menyebabkan demam, sakit tenggorokan, ruam, sakit kepala, serta mata gatal. Yang perlu jadi perhatian serius adalah apabila ibu hamil terkena rubella di trimester awal, bisa mengalami keguguran atau bayinya berisiko lahir dengan kecacatan seperti kebutaan, tuli dan lainnya. Amit-amit ya, Bun. Karena itu disarankan agar sebelum hamil divaksinasi dahulu.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM menambahkan biasanya terdapat pemeriksaan umum sebelum imunisasi. Ini antara lain untuk memastikan anak tidak demam, tidak flu, atau tidak terdapat gejala penyakit lain.

Nah, pemeriksaan dasar ini dilakukan oleh tenaga medik. Selain itu nantinya jika mengalami gejala tak diinginkan usai imunisasi, diharapkan untuk segera melapor ke pihat terkait.

Baca juga: Catat Bun, Bulan Agustus-September Nanti Vaksin MR Gratis Lho (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Cara Turun 40 Kg Tanpa Diet Ribet dengan Menu yang Itu-itu Saja Tiap Hari

Mom's Life Arina Yulistara

El Nino "Godzilla" Diprediksi Pengaruhi Cuaca di Indonesia, Waspadai Risiko DBD saat Musim Kemarau

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen

Parenting Kinan

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress

Kaki Bengkak saat Hamil 9 Bulan, Apakah Tanda Mau Melahirkan?

Cara Turun 40 Kg Tanpa Diet Ribet dengan Menu yang Itu-itu Saja Tiap Hari

El Nino "Godzilla" Diprediksi Pengaruhi Cuaca di Indonesia, Waspadai Risiko DBD saat Musim Kemarau

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK