HaiBunda

PARENTING

Duh! Anak Susah Bangun Pagi, Kenapa Ya?

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Jumat, 06 Oct 2017 06:59 WIB
Ilustrasi anak tidur/ Foto: thinkstock
Jakarta - Anak sudah memasuki usia sekolah, namun masih saja sulit untuk bangun pagi. Orang tua yang membangunkan anak pun jadi stres saat harus membangunkan anak di pagi hari. Hmm harus gimana ya?

Menurut dr Aditya Suryansyah, SpA, bagi anak, tidur memiliki kenikmatan tersendiri. Selain itu pola tidur anak terbentuk karena lingkungannya. Pada bayi baru lahir, lamanya tidur bisa mencapai 20 jam sehari. Namun, dengan bertambahnya usia maka lamanya tidur anak dalam sehari menjadi berkurang.

Baca juga: Kisah Anak dengan Autisme yang Tidak Bisa Tidur Tanpa Anjingnya


Tentunya,bukan hal yang mudah ya, Bun, melewati masa transisi ketika anak belum sekolah dengan anak yang sudah mulai masuk usia sekolah. Biasanya, mereka akan semaunya untuk jam tidur hingga menjadi kebiasaan. Yang lebih repot ketika kebiasaan tersebut mengekor hingga anak menginjak usia sekolah.

Vera Itabiliana Hadiwidjojo SPsi Psikolog yang ngobrol dengan HaiBunda beberapa hari lalu menuturkan, untuk bangun pagi tentu anak perlu dibiasakan. Yang nggak kalah penting, anak perlu diberi contoh oleh orang tuanya yang juga bangun pagi.

Jika orang tua tidak bisa bangun pagi karena ada alasan tertentu seperti pulang kerja larut malam dan lainnya, bisa minta keluarga terdekat untuk membangunkan si kecil supaya ia terbiasa. Namun di luar itu, untuk bisa bangun pagi, anak perlu tidur cukup.

Jadi perhatikan apakah kebutuhan tidur anak tercukupi pada malam harinya, sehingga dia mudah bangun di keesokan paginya. Oleh karena itu, terapkan pola tidur yang teratur, tentukan jam tidur yang konsisten, terutama pada hari-hari sekolah.

"Kebutuhan tidur rata-rata untuk anak 4-12 tahun kurang lebih 10 jam sehari, terutama tidur malam karena biasanya di usia tersebut anak sudah jarang tidur siang," tutup Vera.

Untuk itu salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua adalah membantu anak tidur lebih cepat, misalnya dengan memberikan kegiatan ekstrakurikuler di siang hari dan menciptakan lingkungan kamar yang nyaman bagi anak. Karena itu anak bisa tidur lebih cepat. Demikian seperti dilansir detikhealth.

Baca juga: Sikap Orang Tua Tentukan Kecukupan Tidur pada Anak (aml)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bacaan Takbiran Idul Fitri Lengkap Teks Arab, Latin & Artinya Beserta Takbir 7 Kali Salat Ied

Mom's Life Natasha Ardiah

Kisah Bayi Pertama Lahir dari Rahim Transplantasi Donor yang Telah Meninggal

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Dari 75 Kg ke 56 Kg, Artis Bollywood Ini Bongkar Rahasia Dietnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Lebaran 2026 Jatuh 20 atau 21 Maret? Nantikan Hasil Sidang Isbat Malam Ini

Mom's Life Nadhifa Fitrina

11 Ciri Perempuan yang Pernah Melewati Ujian Hidup Berat

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bacaan Takbiran Idul Fitri Lengkap Teks Arab, Latin & Artinya Beserta Takbir 7 Kali Salat Ied

Kisah Bayi Pertama Lahir dari Rahim Transplantasi Donor yang Telah Meninggal

Waspada Alergi Santan saat Lebaran, Kenali Gejala Alergi Kelapa pada Anak

Dari 75 Kg ke 56 Kg, Artis Bollywood Ini Bongkar Rahasia Dietnya

Lebaran 2026 Jatuh 20 atau 21 Maret? Nantikan Hasil Sidang Isbat Malam Ini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK