HaiBunda

PARENTING

Bisa Nggak Sih Memperbaiki Kondisi Anak yang Stunting?

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Sabtu, 03 Feb 2018 15:09 WIB
Bisa Nggak Sih Memperbaiki Kondisi Anak yang Stunting?/ Foto: thinkstock
Jakarta - Kalau gizinya kurang, anak bisa tumbuh stunting alias perawakan pendek, jauh lebih pendek dari rata-rata anak seusianya. Nah, kalau anak sudah telanjur stunting, bisa diperbaiki nggak ya kondisinya?

"Bisa diperbaiki namun tidak sesempurna dengan bayi yang lahir normal," ungkap Prof dr Dodik Briawan MCN dalam acara Peringatan Hari Gizi Nasional 2018, Stunting dan Gizi Buruk Tantangan Mewujudkan Indonesia Emas 2045 di Kantor Kemendikbud, Jl Jend Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ketika tanda-tanda stunting terlihat, memang kita nggak bisa abai begitu saja ya, Bun. Jangan sampai stunting ini merembet ke hal lainnya lebih parah. Misalnya nih, membuat anak jadi nggak optimal kemampuan otaknya. Jika anak memang sudah stunting, justru jadi pelecut orang tua dan lingkungannya untuk memberikan gizi yang lebih memadai pada si kecil.


Kata Prof Dodik, memperbaiki jauh lebih sulit ketimbang mencegah. Karena itu, lebih baik kita mencegah kasus stunting pada anak. Kita perlu ingat-ingat nih, Bun, kurang gizi kronis pada ibu hamil bisa menyumbang kasus stunting.



Karena itu pemerintah pun memberikan intervensi untuk mengurangi permasalahan stunting dan gizi buruk ini yaitu dengan pemberian suplemen pada calon ibu dan remaja putri.

"Pemerintah melakukan pemberian TTD (tablet tambah darah), lalu ada juga konseling. Namun karena kebanyakan ibu suka telat konsultasinya akhirnya pemberian TTD ini dimulai sejak anak sekolah SMA supaya ketika nanti mereka siap hamil mereka sudah tercukupi gizinya," tutur Prof Dodik.

Menurutnya, program penurunan stunting ini sebenarnya sudah 'on the right track' namun kelemahannya adalah belum terintegrasi untuk semua wilayah. "Sekarang Pak Jokowi punya program percepatan penurunan stunting di 100 kabupaten terpilih. Per kabupaten itu punya 10 kota, nah diharapkan semua jajaran kementerian juga bisa membantu dan hal ini dapat berdampak cepat penurunannya seperti di Peru, Colombia, dan lainnya," ungkap Prof Dodik.

(aml)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen

Mom's Life Amira Salsabila

Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya

Mom's Life Amira Salsabila

Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan

Kehamilan Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya

Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek

Mengenal Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek Sebelum Meninggal

Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK