parenting

Cara Mengoptimalkan Tinggi Badan Anak

Asri Ediyati Jumat, 09 Feb 2018 18:00 WIB
Cara Mengoptimalkan Tinggi Badan Anak
Jakarta - Tak sedikit anak minder karena urusan tinggi badan alias mereka merasa dirinya kurang tinggi. Tapi bukan berarti nggak ada usaha yang bisa kita lakukan supaya tinggi badan optimal lho, Bun.

Soal badan anak yang dianggap nggak terlalu tinggi, nggak jarang genetik alias faktor keturunan yang disalahkan. Tapi, menurut dr Cindiawaty J Pudjiadi MARS MS SpGK atau biasa dipanggil dr Cindy, kita bisa mengubahnya dan mengoptimalkan tinggi badan anak.

"Kalau nutrisinya bagus dan cukup. Memungkinkan anak lebih tinggi dari kedua orang tuanya. Emang gen kadang disalahkan tapi kita bisa mengubahnya dengan mengoptimalkan asupan nutrisi pada anak saat masa pertumbuhannya," ujar dr Cindy di tengah acara konferensi pers HiLo School Drawing Competition 2018, Hotel Morrisey, Jakarta, baru-baru ini.


Kata dr Cindy, selagi masa pertumbuhan, nutrisi anak harus diperhatikan. Soalnya, kalau dilihat zaman sekarang, karena buru-buru ke sekolah, jadilah anak makan terutama sarapan seadanya. Dengan alasan praktis, makanan yang disajikan pun dominan yang digoreng dengan kalori berlebih.



"Itu malah bikin anak tumbuhnya ke samping bukan ke atas. Kalau mau maksimalin tinggi badan, makanan harus dipilih," tutur dr Cindy.

Kata dr Cindy, makanan anak harus mengandung protein hewani dan nabati. Sayangnya, kebanyakan anak zaman sekarang kurang mendapat protein dari nabati berupa sayuran dan buah. Tak cuma itu Bun, dr Cindy menyarankan anak rajin berolahraga untuk mengoptimalkan tinggi badannya.

"Kalau nggak diajarin dari kecil bagaimana makan yang benar dan olahraga yang benar. Ya, dikhawatirkan pertumbuhan badannya nggak optimal," kata dr Cindy.

dr Cindy juga bilang olahraga yang baik untuk mengoptimalkan tinggi badan anak yakni yang menghentakkan kaki atau gerakan di mana kaki yang menyentuh permukaan. Contohnya berlari dan melompat.

"Olahraga yang menghentakkan kaki itu lebih merangsang pertumbuhan tulang dibandingkan berenang saja. Toh kalau anak lebih suka berenang pasti sebelumnya lari-lari untuk pemanasan dulu," tutup dr Cindy.

(rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi