HaiBunda

PARENTING

7 Mitos dan Fakta tentang Anak Bilingual

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 31 Aug 2018 17:57 WIB
7 Mitos dan Fakta tentang Anak Bilingual/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Membesarkan anak dengan berkomunikasi menggunakan dua bahasa atau lebih kadang masih menjadi pro dan kontra. Ada yang bilang lebih baik anak diajarkan bahasa ibu saja, jangan dobel biar nggak bingung. Ada juga yang bilang mengajarkan dua bahasa alias bilingual bisa menyebabkan speech delay. Apa iya benar?

Nah, daripada kita bingung. Yuk, kupas mitos dan fakta seputar anak bilingual yang dipaparkan oleh beberapa ahli. Siapa tahu beberapa mitos ini juga sering Bunda dengar.

1. Kenalkan Balita Lebih dari Satu Bahasa Sebabkan Speech Delay


Faktanya, perkembangan pra-bahasa pada anak sama dalam semua bahasa. Seperti anak-anak lain, kebanyakan anak bilingual mengucapkan kata-kata pertama mereka pada usia satu yaitu 'mama 'dan 'dada'. Pada usia dua tahun, kebanyakan anak bilingual dapat menggunakan frasa dua kata. Jadi perkembangannya sama dengan anak-anak yang hanya belajar satu bahasa.

Seorang balita bilingual mungkin mencampur bagian-bagian kata dari satu bahasa dengan bagian-bagian dari bahasa lain. Walaupun, saat anak bilingual orang lain mungkin lebih sulit memahami maksud anak tersebut. Hal itu bukan merupakan ciri dari speech delay. Jumlah total kata (jumlah kata dari kedua bahasa yang dipelajari anak) harus sebanding dengan jumlah yang digunakan oleh seorang anak pada usia yang sama dengan satu bahasa.

2. Bicara Dua Bahasa Sebabkan Gangguan Bicara

7 Mitos dan Fakta tentang Anak Bilingual/ Foto: Thikstock


Faktanya, jika anak bilingual memiliki masalah bicara atau bahasa, itu akan muncul dalam kedua bahasa. Namun, masalah ini nggak disebabkan karena anak belajar dua bahasa. Bilingualisme hampir nggak pernah disebut sebagai penyebab gangguan bicara atau bahasa.

3. Mempelajari Dua Bahasa Akan Membingungkan Anak

Faktanya, beberapa anak bilingual dapat mencampur aturan tata bahasa dari waktu ke waktu. Bisa juga, mereka mungkin menggunakan kata-kata dari kedua bahasa dalam kalimat yang sama misalnya 'Aku mau orange' alias 'Aku mau jeruk'. Ini adalah bagian normal dari perkembangan bahasa bilingual dan tidak berarti anak kita bingung.

Biasanya pada usia 4 tahun, anak-anak dapat memisahkan bahasa yang berbeda tetapi mungkin masih bisa memadukan atau mencampur kedua bahasa dalam kalimat yang sama pada kesempatan tertentu. Mereka nantinya akan belajar memisahkan kedua bahasa dengan benar kok, Bun.



4. Anak-anak dengan Gangguan Bicara Lebih Sulit Belajar Bahasa Kedua

Faktanya, anak-anak dengan gangguan bicara dan bahasa mungkin lebih sulit belajar bahasa kedua tetapi penelitian menunjukkan banyak yang berhasil juga melakukannya.

5. Anak Bilingual Akan Memiliki Masalah Akademik

7 Mitos dan Fakta tentang Anak Bilingual/ Foto: Thinkstock


Faktanya, ada beberapa sekolah yang memfasilitasi anak-anak bilingual. Penelitian juga menunjukkan banyak keuntungan akademis bagi anak bilingual, termasuk pemecahan masalah yang superior dan keterampilan multitasking, serta peningkatan fleksibilitas kognitif.

6. Anak Takkan Lancar Bicara Bahasa Kedua Jika Tidak Belajar Sejak Dini

Faktanya, belajar bahasa yang ideal memang dimulai dari kecil tepatnya pada periode perkembangan otak yang paling cepat. Namun, anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa masih bisa fasih saat bicara bahasa kedua kok.

7. Anak Nggak Mahir dalam Kedua Bahasa, Ia Bukan Anak Bilingual

Faktanya, banyak anak bilingual memiliki bahasa yang dominan, yang dapat berubah seiring waktu tergantung pada seberapa sering bahasa digunakan. Anak-anak usia sekolah biasanya lebih suka bicara dengan bahasa mayoritas daripada yang diucapkan orang tuanya.

Hanya karena seseorang nggak mahir dalam kedua bahasa itu nggak berarti dia bukan anak bilingual. Penggunaan dan praktik komunikasi verbal secara teratur bersama dengan menulis dan membaca akan membantu anak-anak mempertahankan bahasa kedua mereka dalam jangka panjang.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Dulu Ramai, Kini Kota Ini jadi Tersepi di Dunia dengan 1 Penduduk

Mom's Life Natasha Ardiah

25 Ide Menu Sahur Tanpa Nasi yang Mengeyangkan

Mom's Life Azhar Hanifah

Terbukti pada 1.000 Orang Selama 40 Tahun, Ini Faktor Utama Kesuksesan Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

Puasa Tetap Fit dan Aktif, Ini 5 Rekomendasi Vitamin untuk Bunda

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Diet Ekstrem Park Min Young Jadi Sorotan, Hanya Minum 3 Liter Air Sehari

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

25 Ide Menu Sahur Tanpa Nasi yang Mengeyangkan

Terbukti pada 1.000 Orang Selama 40 Tahun, Ini Faktor Utama Kesuksesan Anak

Pesawat Hercules Angkut Uang Rp1 T Jatuh, Warga Berebut hingga Hilang 30 Persen

Puasa Tetap Fit dan Aktif, Ini 5 Rekomendasi Vitamin untuk Bunda

Dulu Ramai, Kini Kota Ini jadi Tersepi di Dunia dengan 1 Penduduk

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK