parenting

Pertolongan Pertama untuk Henti Napas, Bunda Perlu Tahu

Yuni Ayu Amida Sabtu, 20 Oct 2018 19:43 WIB
Pertolongan Pertama untuk Henti Napas, Bunda Perlu Tahu
Jakarta - Saat ada orang terdekat atau keluarga mengalami henti napas, pastinya kita panik ya, Bun. Nah, ada baiknya Bunda serta keluarga tahu pertolongan pertama saat seseorang mengalami henti napas.

Menurut dr Abdul Kadir, S.Ked salah satu tim bantuan medis Bem IKM Fakultas Kedokteran UI, bantuan hidup dasar adalah bantuan paling dasar yang bisa kita lakukan, terutama untuk orang terdekat. Ini merupakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas.

"Bunda ini kan yang paling sering di rumah, nemenin anak, nemenin suami. Kalau terjadi sesuatu, Bunda bisa membantu, pasti Bunda seneng banget. Wah saya bisa melakukan sesuatu untuk keluarga saya," kata dr Abdul kepada HaiBunda usai Seminar dan Workshop Basic Life Support di Kalcare Lotte Shopping Avenue, Karet Kuningan, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/10/2018).


Berikut ini pertolongan yang bisa Bunda lakukan ketika mendapati seseorang di sekitar tidak sadarkan diri dan mengalami henti napas.

Ilustrasi pertolongan pertama henti napasIlustrasi pertolongan pertama henti napas/ Foto: iStock
1. Lakukan 3A

3A adalah amankan diri, amankan lokasi, amankan korban. Bunda harus memastikan diri sendiri aman, lingkungan aman, dan korban aman.

"Misal ada kebakaran, kita harus keluar dulu dari lokasi, jangan memberikan pertolongan di tengah asap, nanti malah kita jadi korban," kata dr Abdul.

2. Periksa Kesadaran

Sebenarnya secara kasar Bunda bisa lihat korban sadar atau tidak. Tapi kalau tidak yakin, boleh dicek. Caranya? Bisa dengan memanggil orang tersebut, jika masih belum sadar coba ditepuk-tepuk pipinya, Bun.

"Kalau belum sadar juga, jadi ada titik-titik pada tubuh manusia yang sakit kalau dipencet, salah satunya tulang dada. Jadi pencet aja tulang dadanya. Kalau masih unresponse, panggil bantuan," lanjut dr Abdul.

3. Panggil Bantuan

Bunda bisa hubungi AMbulans Gawat Darurat (AGD) di 118 , Dinkes di 119, atau hubungi rumah sakit terdekat. Ketika memanggil bantuan, jangan lupa sebutkan lokasi insiden, kejadiannya seperti apa, jumlah korbannya berapa, kondisi korban bagaimana, dan apa jenis bantuan yang sudah diberikan. Misal, beri tahu bila Bunda sudah memberi orang tersebut minyak kayu putih.

Ilustrasi pertolongan pertama henti napasIlustrasi pertolongan pertama henti napas/ Foto: iStock
4. Algoritma Basic Life Support (BLS)

"Sederhananya, algoritma BLS itu langkah-langkah yang bisa kita berikan untuk bantuan hidup dasar tadi," ujar dr Abdul.

Hal yang pertama dilakukan adalah periksa aliran darah atau circulation. Langkah yang dilakukan bisa dengan periksa nadi menggunakan 2 atau 3 jari. Posisinya 2-3 cm dari jakun ke arah kiri atau kanan. Perabaan maksimal 10 detik.



Kemudian, tangani jalan napas atau airway yaitu dengan mendongakkan kepala korban dan membuka sedikit mulutnya lalu lihat apakah ada sesuatu yang menyumbat. Jika yakin bisa mengambil sesuatu itu, ambil dengan jari. Jika tidak yakin, jangan mengubah posisi, biarkan tenaga medis yang mengambil sambil tetap melakukan pengamatan circulation dan breathing.

Breathing yaitu periksa apa korban bernapas atau tidak. Bisa dengan melihat ke arah dada, rasakan hembusan napas dengan pipi, atau dengarkan. Ketiga hal tadi dapat disingkat dengan Circulation, Airway, Breathing (CAB).

Amati CAB, jika ada kelainan, misal nadi tidak teraba, terlihat ada sumbatan, atau tidak ada napas. Maka dianjurkan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Resusitasi Jantung Paru (RJP)

Ilustrasi pertolongan pertama henti napasIlustrasi pertolongan pertama henti napas/ Foto: iStock
Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu salah satu bentuk basic life support untuk membantu korban kembali bernapas. Caranya dengan kompresi dada dan memberi napas buatan. Cara melakukan kompresi dada, pertama letakkan korban di tempat yang datar, posisi telapak tangan saling bertindih, posisi lutut dekat dengan korban, lengan lurus tidak boleh bengkok. Ketika mulai kompresi, jangan gunakan tenaga tangan, tapi gunakan berat tubuh.

Gunakan tekanan dari dua tangan untuk orang dewasa, satu tangan untuk anak dan dua jari untuk bayi. Saat melakukan pemompaan, biarkan dada mengembang sempurna dulu, baru pompa lagi, kedalaman sekitar 5-6 cm. Kecepatannya 100-120 kali per-menit.

Untuk melakukan napas buatan, caranya dongakkan kepala korban, buka mulutnya, tutup hidungnya, dan lakukan napas buatan dengan menghembuskan napas pelan seperti kita sedang bernapas biasa. Dalam satu siklus, RJP terdiri dari 30 kali kompresi dan 2 kali napas buatan. Lakukan sampai 5 siklus, kemudian cek nadi leher kembali. Jika masih tidak teraba, lakukan 5 siklus lagi.

"5 Siklus itu waktunya sekitar 2 menit. Pada saat memompa, jangan berhenti sampai 30 kali. Kalau memang korban nggak dikenal, memberi pertolongan pertama dengan kompersi dada nggak apa-apa," papar dr Abdul.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi