parenting

Sosok Ayah di Mata Seorang Marion Jola

Niken Widya Yunita Jumat, 26 Oct 2018 16:32 WIB
Sosok Ayah di Mata Seorang Marion Jola
Jakarta - Marion Jola merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dia dididik tomboi serta diajarkan tanggung jawab bagaimana menjadi contoh untuk adik-adiknya.

"Te Amo ' Appa ' Ku (Aku mencintaimu ayah). Sedikit cerita Lala (Marion) itu anak pertama, walaupun cewek, Lala dididik mandiri seperti anak laki," tulis Marion Jola di Instagram-nya.

Marion Jola mengatakan, dia dididik tentang tanggung jawab, diajarkan menjadi seorang pemimpin dan kakak yang baik untuk adik-adik laki-lakinya. Ayahnya, Wida SAP Umbu Dauta menurutnya bersifat tegas dan keras. Nah, sikap ayahnya kata Marion Jola 'menular pada dirinya.


[Gambas:Instagram]





Karena sifatnya yang sama dengan ayahnya, Marion Jola nggak jarang jadi canggung saat ngobrol dengan sang ayah. Namun akhirnya dia bisa juga meluluhkan hati ayahnya.

"Papa itu keras, tegas dan itu nular ke Cece (Marion). Somehow karena sifat yang sama, kita suka canggung-canggung koala. Tapi akhir-akhir ini hubungan kita lebih manis, Cece lebih berani menunjukkan cinta ke papa," imbuh Marion Jola.

Nah, Bun, ngomong-ngomong soal anak tomboi seperti Marion Jola, penelitian di Queen Mary University, London melibatkan 4.000 pasangan anak kembar berjenis kelamin perempuan. Peneliti mengamati perilaku dan ketertarikan seksual anak-anak tersebut dan membandingkannya dengan perbedaan struktur genetik.



Hasil pengamatan menunjukkan, faktor genetik memberi pengaruh 25 persen terhadap orientasi seksual anak-anak tersebut. Sementara terhadap ketidaksesuaian gender yang ditunjukkan dengan perilaku tomboi atau mirip laki-laki, pengaruhnya hampir sama besar yakni 31 persen.

Karena pengaruhnya terhadap perilaku lebih besar, maka tidak semua anak perempuan yang memiliki sifat tomboi juga memiliki sifat lesbian atau penyuka sesama jenis. Berdasarkan analisis hasil pengamatan, hanya 1 dari 3 perempuan tomboi yang tumbuh menjadi lesbian.

"Kami pikir faktor lingkungan dan genetik turut mempengaruhi ketidaksesuaian gender dan seksualitas anak perempuan, misalnya paparan hormon selama dalam kandungan," kata salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam penelitian itu, Dr Qazi Rahman seperti dikutip dari detikcom. (nwy/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi