parenting

Saat Anak Tunggal Seperti Ayu Dewi Kehilangan Ibu

Asri Ediyati Kamis, 29 Nov 2018 17:04 WIB
Saat Anak Tunggal Seperti Ayu Dewi Kehilangan Ibu
Jakarta - Kehilangan orang tersayang, pasti nggak mudah bagi setiap anak. Terlebih untuk anak tunggal, seperti Ayu Dewi yang baru saja kehilangan ibunya. Melansir detikcom, sang manajer, Nanda Persada menuturkan Ayu sangat shock ketika ibunya, Sekar Dewi meninggal dunia.

"Sakit udah lama. Tapi sering rawat jalan, keluar masuk rumah sakit. Kayaknya penyakit dalam. Ayu shock. Karena dia anak satu-satunya dan sangat dekat dengan ibunya," kata Nanda Persada, manajer Ayu Dewi.

Beberapa jam sebelum ibunya meninggal, Ayu Dewi mem-posting curahan hatinya di Instagram. Tergambar kecemasan Ayu, menghadapi hasil tes kesehatan Sekar Dewi.


"Setiap ketemu dokter rasanya kayak mau ujian. Bukan karena disuruh jawab pertanyaan, tapi deg-degan karena akan lihat jawaban atau hasil tes. It's easy to say but it's never easy to do," tulis Ayu Dewi di Instagram Story-nya.

Pada posting-an terakhir, Ayu Dewi memanjatkan doa agar diberikan kekuatan dan dijauhkan dari ketakutan. Tapi rupanya, takdir berkata lain. Sang ibu menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis siang (29/11/2018).

Saat Anak Tunggal Seperti Ayu Dewi Kehilangan IbuSaat Anak Tunggal Seperti Ayu Dewi Kehilangan Ibu/ Foto: Instagram

Bagi anak tunggal seperti Ayu Dewi, pasti tidak akan mudah menerima kepergian ibunya. Kehilangan orang tua merupakan pengalaman emosional setiap orang. Menurut psikolog Carl Pickhardt PhD dari Austin, Texas, kesehatan yang menurun, penyakit yang dialami, hingga kematian orang tua merupakan momok yang sangat menakutkan untuk anak.

"Jika anak tunggal dan orang tua tumbuh secara dekat, hidup bersama, dan menjadi teman dekat saat anak dewasa. Kehilangan orang tua bisa menjadi hal yang menakutkan untuk direnungkan. Sulit untuk ditanggung. Bisa jadi mereka merasa kehilangan selama bertahun-tahun," kata Carl dikutip dari Only Child.

Anak tunggal yang kehilangan orang tua tercinta, akan merasa ditinggalkan. Bahkan, pada beberapa orang dapat menyebkan kegalauan untuk melanjutkan sisa hidupnya tanpa kasih sayang orang tua. Rasa kehilangan juga berdampak besar bagi orang dewasa yang tinggalnya terpisah dari orang tua.

"Dalam proses yang menyakitkan ini, anak tunggal mungkin ingat bahwa ada beberapa sisi lain yang positif dari kehilangan orang tua," tutur Carl.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi