parenting

Haru, Pidato Anak mendiang Chris Cornell Saat Terima Grammy Award

Asri Ediyati Senin, 11 Feb 2019 20:05 WIB
Haru, Pidato Anak mendiang Chris Cornell Saat Terima Grammy Award
Los Angeles - Kepergian musisi Chris Cornell pada Mei 2017, meninggalkan duka di hati penggemarnya. Tak terkecuali di ajang penghargaan paling bergengsi, Grammy Awards 2019. Mantan vokalis band Soundgarden itu, diberi penghargaan 'posthumous' atau anumerta dalam kategori penampilan musik rock untuk lagu 'When Bad Does Good'.

Penghargaan kali ini adalah piala ketiga Cornell, setelah menang Grammy dua kali di tahun 1995. Untuk merayakan kemenangan Cornell, sang istri Vicky, putrinya, Toni dan putranya, Christopher datang ke Grammy Awards 2019. Toni memberikan tribut sambil mengenakan kemeja dengan foto mendiang ayahnya.

Saat menerima, Toni dan Christopher memberikan pidato emosional. Disebut Christopher, sang ayah dikenal karena banyak hal. Chris memiliki kontribusi yang begitu besar dalam sejarah musik.

"Dia dikenal karena banyak hal. Dia adalah ikon rock, bapak musik grunge dan pencipta gerakan, yang banyak berkontribusi terhadap sejarah musik. Membuat dampak yang bertahan lama, lintas genre dan generasi. Dia juga salah satu penyair terhebat di masanya, yang suaranya tinggi dan tak terlupakan," kata Christopher dikutip dari Entertainment Tonight.

Christopher melanjutkan, Chris Cornell telah menyentuh hati jutaan orang. Lalu, hal yang paling penting bahwa Chris adalah ayah dan pahlawan terbesar.

"Hal terpenting yang dia ketahui, bagi kita, adalah menjadi ayah dan pahlawan kita yang terbesar," tambahnya.

Dalam wawancara di belakang panggung, Toni dan Christopher mengatakan bahwa Chris Cornell adalah sosok yang paling dirindukan. Sang ayah juga bekerja sangat keras. Bahkan disebutkan Toni, Cornell selalu bekerja di musik karena itu minatnya.

"Jelas, kami sangat merindukannya dan kami melihatnya bekerja sangat keras, ia selalu bekerja dengan musik karena itu minatnya. Benar-benar menyedihkan saat dia tidak bisa berada di sana sendiri untuk menerimanya untuk sesuatu yang dia sangat banggakan. Sekali lagi, kami sangat bangga padanya dan itu luar biasa," ujar Toni dikutip dari People.

Mendiang Chris Cornell dengan Toni/ Mendiang Chris Cornell dengan Toni/ Foto: Kevin Winter/Getty Images

Toni juga bilang bahwa mereka tersentuh oleh konser tribute untuk ayah mereka awal tahun ini. Konser tersebut menampilkan para pemain dan penyanyi, termasuk Miley Cyrus dan Adam Levine.

"Maksudku, itu luar biasa. Saya mencintai setiap orang yang tampil. Itu benar-benar menunjukkan siapa dia dan saya suka itu," lanjut Toni.

Chris Cornell bukan satu-satunya artis yang dinominasikan secara anumerta untuk sebuah penghargaan. Mac Miller, yang meninggal pada bulan September, mendapat penghargaan dalam kategori album rap terbaik untuk album studio kelimanya 'Swimming'.

Kepergian Chris Cornell yang begitu mendadak

Penyebab kematian Chris Cornell dinyatakan sebagai kasus bunuh diri. Keluarganya sendiri tak percaya bahwa Chris bunuh diri. Istrinya, Vicky percaya bahwa efek samping berbahaya dari obat yang diresepkan untuk suaminya menjadi penyebab kematian Cornell.

Sebulan setelah kematiannya, istri penyanyi rock itu membuka diri dan bercerita tentang kecanduan dan kematian suaminya.

"Chris itu sosok yang senang, penuh kasih, perhatian, dan hangat. Bukan orang yang depresi. Yang saya lewatkan adalah tanda-tanda kecanduan. Dia tidak ingin mati," katanya tentang Cornell.

Cornell sebelumnya diresepkan obat Ativan sebagai bantuan tidur, tetapi dia menggandakan dosisnya pada malam kematiannya.

"Jika dia waras, saya tahu dia tidak akan melakukan ini. Kecanduan adalah penyakit. Penyakit itu bisa menguasai dan memiliki kekuatan penuh," tutup Vicky.

Kepergian setiap orang termasuk pasangan memang tak bisa ditebak. Butuh waktu untuk memulihkan diri dari kesedihan yang mendalam, agar pasangan yang ditinggalkan bisa melanjutkan hidup kembali.

Melansir detikcom, ada beberapa tips dari Dr Shelley Gilbert MBE, pendiri dan Presiden Grief Encounter untuk seseorang yang kehilangan pasangannya dikutip dari BBC. Pertama, meski kita sedang berduka sebaiknya tidak menghidari pembicaraan tentang kematian dengan anak-anaknya. Sebaliknya, justru buat anak-anak untuk menanyakan penyebab kematian ayah atau ibunya.

Jangan pernah berbohong pada anak, mengenai keadaan yang sesungguhnya. Beritahu mereka, jika ayah atau ibu yang telah meninggal tak mungkin kembali lagi. Setelah itu, segera menata diri dan hati untuk menghadapi kenyataan selanjutnya.

[Gambas:Video 20detik]

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi