parenting

Hiking Bocah, Kegiatan Seru di Alam agar Anak Tak Selalu ke Mal

Zika Zakiya Rabu, 13 Feb 2019 20:15 WIB
Hiking Bocah, Kegiatan Seru di Alam agar Anak Tak Selalu ke Mal
Jakarta - Saat akhir pekan tiba, ke mana Bunda akan menghabiskan waktu bersama keluarga? "Ke Mal! Ke mana lagi coba di tengah kota?".

Begitu jawaban yang Bubun dapat ketika berbincang dengan beberapa sahabat. Apakah jawaban yang sama Bunda dapatkan juga?


Memang sulit mencari alternatif kegiatan liburan yang bisa melibatkan anak serta Ayah dan Bunda di tengah wilayah urban. Jika pun ada kegiatan macam itu, biasanya terletak di dalam mal. Ujung-ujungnya Ayah dan Bunda kadang jadi sekalian belanja, he-he-he.

Bubun akhirnya bertemu dengan Hiking Bocah, sebuah kegiatan outdoor untuk keluarga urban yang didirikan pasangan suami-istri Adjie dan Asti Junus. "Konsepnya adalah waktu gadget yang lebih sedikit dan tidak ada pengalaman mal," ujar Asti pada HaiBunda.

Kegiatan Hiking di Hiking BocahKegiatan Hiking di Hiking Bocah/ Foto: Hiking Bocah

Diceritakan Asti, kegiatan ini didirikan di Katulampa, Bogor, Jawa Barat, pada Januari 2018. Alasan utamanya adalah memberi opsi kegiatan liburan untuk anak-anak di luar ruang.

"Terutama karena di kota metropolitan macam Jakarta anak-anak jarang ketemu sama alam ijo royo royo. Di Hiking Bocah mereka akan berinteraksi langsung dengan alam, observasi flora dan fauna yang ditemui di alam bebas," tegas ibu tiga anak itu.

Bubun sendiri sempat merasakan pengalaman ber-Hiking Bocah di akhir pekan kemarin. Titik temu adalah di Pintu Air Katulampa pada pukul 08.00 pagi. Kami kemudian dituntun ke sebuah rumah dengan pendopo luas yang ternyata adalah rumah Adjie dan Asti.

Di situ sudah menanti beberapa keluarga lain yang menjadi anggota rombongan kami hari itu. Rata-rata mereka membawa dua anak, sedangkan Bubun membawa satu anak yang sudah siap tempur.

Tim dari Hiking Bocah memberi safety briefing. Nah, barang-barang yang agak berat bisa Ayah-Bunda tinggal di pendopo ini. "Cukup membawa kamera atau handphone untuk selifie-selfie, air, camilan, dan topi. Sisanya barang bisa ditaro di sini, aman!" kata sang pengarah acara.

Perjalanan pun dimulai. Kami menelusuri rumah warga menuju bukit di dekat pintu air. Terus melaju melalui perkebunan warga hingga akhirnya jalur yang ada hanya jalan setapak dengan kanan-kiri kebun singkong.

Kegiatan Hiking di Hiking BocahKegiatan Hiking di Hiking Bocah Foto: Hiking Bocah

Tenang saja, kecepatan perjalanan nggak ngebut kok. Tapi disesuaikan dengan kecepatan jalan anak-anak. Tim dari Hiking Bocah akan memandu di bagian depan dan belakang, jadi tidak akan ada yang tertinggal.

Perjalanan sempat menanjak cukup tinggi. Pastikan Bunda selalu menjaga si kecil dan membawa bekal air putih. Oh iya, pastikan air putih saja yang Bunda bawa karena udara seterik itu 'obat' terbaiknya adalah air tanpa rasa dan warna. Pastikan juga Bunda membawa topi karena panas matahari akan mulai terasa di titik ini.

Sedangkan saat di titik puncak, kontur tanahnya sudah cukup landai dengan pemandangan yang menyejukkan. Ayo segera abadikan momen hiking itu di sini ya, Bunda!

Di perjalanan turun, alang-alang mulai terasa padat. Jalur jalan pun masih berupa jalan setapak. Inilah gunanya Bunda menyediakan baju dan celana panjang serta sepatu buat si kecil. Agar dia nggak gatal terkena alang-alang dan mencegah gigitan hewan. Sekali lagi, air putih jangan lupa ya, Bunda. Buat si kecil dan untuk Ayah-Bunda juga.

Hiking berakhir saat Bubun bertemu dengan jalan beraspal. Tidak jauh dari titik turun, sudah menanti tim Hiking Bocah yang siap dengan peralatan arung jeram di Sungai Ciliwung.

Kids Rafting di Hiking BocahKids Rafting di Hiking Bocah Foto: Hiking Bocah

Kegiatan ini opsional saja, jika Bunda tidak mau ikut pun tidak apa-apa kok. Tapi kebetulan, Bubun memutuskan untuk ikut dan diberi perlengkapan rafting lengkap termasuk untuk si kecil. Huppp! Segera kami naik ke atas perahu karet dengan kapasitas tujuh orang.

Jangan bayangkan rafting dengan jeram yang bergoyang-goyang, Bunda. Kids Rafting ini slow speed saja dengan sesekali jeram kecil. Cukup untuk membuat si kecil girang karena belum pernah sebelumnya naik perahu karet di atas sungai.

Hanya berselang beberapa ratus meter, kami diminta turun karena Kids Rafting diselingi dengan kegiatan menangkap ikan. Jangan ditanya girangnya anak-anak dalam rombongan kami. Basah dan dingin tidak peduli, yang penting bisa memegang ikan dan melepasnya kembali ke air.

Selesai semua anak dalam rombongan basah kuyup, kami kembali ke home base untuk bersih-bersih dan berganti baju. Tidak lama, makan siang pun sudah tersaji untuk kami.

Trip ini sendiri dikenakan biaya Rp35.000 per orang untuk anak maupun dewasa. Sedangkan untuk additional activities menangkap ikan dikenai biaya Rp15.000/anak, Kids Rafting Rp20.000 / orang, serta optional lunch Rp25.000/orang.

Dikatakan Asti sebagai Founder, minimal usia anak untuk diajak ber-Hiking Bocah adalah dua tahun. "Di bawah usia dua tahun, free. Kami bisa fasilitasi maksimal peserta up to 300 pax," jelasnya.

[Gambas:Instagram]



Ia dan tim juga lebih memilih waktu weekend dengan jadwal yang selalu diunggah di akun Instagram mereka. "Untuk Private Trip, waktunya fleksibel sesuai request dari peserta, bisa di weekday atau weekend. Kecuali hari Jum'at karena dikhususkan untuk beribadah," jelas Asti.

Asti dan tim memiliki misi mengenalkan kegiatan outdoor macam ini karena penting untuk perkembangan fisik dan mental anak serta mengurangi gadget screen time. Ditambah lagi pembelajaran yang bisa didapatkan anak dari alam sangat berbeda dengan pembelajaran di dalam ruang karena anak akan mengalami langsung.

"Berkegiatan di luar ruangan bersama keluarga akan mempererat bonding dan kerja sama antar anggota keluarga. Dengan begitu banyak manfaat outdoor play, yuk ajak anak main di luar," tutup Asti.

[Gambas:Video 20detik]

(ziz/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi