parenting

Kreatif, Seorang Ayah Buatkan Tas Sekolah Anak dari Tali Rafia

Asri Ediyati Kamis, 20 Jun 2019 10:00 WIB
Kreatif, Seorang Ayah Buatkan Tas Sekolah Anak dari Tali Rafia
Jakarta - Pergi ke sekolah sesungguhnya adalah untuk menggali ilmu, tempat anak digodok dari tidak paham menjadi paham. Tak perlu tas atau sepatu baru ketika tahun ajaran baru. Belakangan ini ada kisah viral dari seorang ayah asal Thailand.

Sebuah akun dengan nama Suphous Suon mengunggah foto seorang anak terlambat datang ke sekolah karena rumahnya di Thailand, sedangkan sekolahnya di Kamboja. Dalam foto Ia memakai tas dari anyaman tali rafia. Bentuk tasnya seperti tas ransel pada umumnya. Terdapat tempat yang besar untuk buku dan tali ransel.


Akun tersebut menulis, "Anak ini datang ke sekolah terlambat karena dari Thailand. Tas ini, dia memberitahu ayahnya yang membuatnya (terbuat dari tali rafia)."
Kreatif, Seorang Ayah Buatkan Tas Sekolah Anak dari Tali RafiaFoto: Facebook
Melihat foto tersebut, banyak netizen yang merespons dan memberikan empati. Ada juga yang memuji bahwa sang ayah sangat kreatif. Kalau kita lihat tasnya, bentuknya sangat bagus dan bahkan layak dijual, Bun. Apalagi sekarang banyak yang mempraktikkan gaya hidup zero waste. Bagaimana kalau menurut Bunda?


Terkait hal ini, tentu setiap orang tua ingin anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik. Menurut, Dr.Fran Walfish, seorang psikoterapis keluarga dan relasi serta penulis 'The Self-Aware Parent,' salah satu kunci untuk mendidik anak yang sukses adalah menghargai uang.

Walfish mengambil contoh saat memberi reward. Hadiah atau reward tidak melulu dengan memberikannya secara langsung. Terkadang juga kita perlu menahan diri untuk tidak mudah memberikan hadiah pada anak. Yuk, ajarkan pada anak untuk bekerja dan menabung lebih dulu sebelum mendapatkan sesuatu yang diinginkan.


Walfish menuturkan mendidik anak-anak tentang uang juga sangat penting. "Beberapa orang tua dari anak-anak yang sukses berasal dari keluarga yang sederhana sampai yang miskin. Mereka tahu bagaimana rasanya tidak bisa melakukannya atau menginginkan sesuatu yang tidak dapat dibeli," paparnya.

Hal-hal yang seperti ini membuat anak-anak jadi belajar untuk bekerja dan menghargai uang. (aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi