parenting

Belajar dari Kisah Viral Penyesalan Anak Tak Balas Chat Ayah

Asri Ediyati Kamis, 11 Jul 2019 07:00 WIB
Belajar dari Kisah Viral Penyesalan Anak Tak Balas Chat Ayah Belajar dari Kisah Viral Penyesalan Anak Tak Balas Chat Ayah/ Foto: iStock
Jakarta - Kisah Anisah Febriani atau Icha di Twitter menjadi viral. Hal ini lantaran ia membagikan kisahnya dengan mendiang ayah agar dijadikan pelajaran untuk semua. Icha yang memiliki akun @pagancementery itu menyesal tak membalas chat terakhir sang ayah.

Icha membagikan dua foto screenshot percakapan lewat chat dengan ayahnya, Bambang Priambodo. Satu foto berisi dialog Icha dan ayahnya. Satu lagi percakapan monolog Icha yang merindukan sosok mendiang ayah.

Puluhan ribu retweet dan ribuan komentar membanjiri akun Icha, banyak yang merasa sedih dan bahkan menceritakan hal yang serupa. Sebelum berkomentar tentang jawaban Icha pada ayahnya, singkat cerita kedua orang tua Icha ini sudah bercerai, Bun.


Dikutip dari detikcom, Icha tinggal dengan neneknya. Ibunya tinggal di Bogor, sedangkan sang ayah tinggal bersama adiknya. Icha mengaku, sehari-hari jarang bertatap muka dengan kedua orang tuanya.

"Hubungan kita agak renggang dan berjarak. Komunikasi hanya melalui handphone," kata Icha.

Momen terakhir bersama ketika Icha sedang menginap di rumah ayahnya. Di pagi hari sang ayah mengeluh sakit kepala seperti vertigo. Di malam hari, sang ayah ternyata pingsan dan nyawanya tak tertolong ketika di rumah sakit.

Icha berharap kejadian yang dialaminya bisa jadi pelajaran untuk sesama netizen. Icha merasa menyesal karena sering mengabaikan ajakan untuk bertemu dengan sang ayah.

"Aku ingin berpesan untuk yang masih punya orangtua yang lengkap, sayangilah mereka dan buatlah mereka bahagia. Keinginannya dia (ayahnya) itu simple cuman ingin nyemperin waktu buat ketemuan sama aku doang. Tapi kadang aku merasa risih. Ternyata yang selama ini papa aku kepengin itu cuma buat ketemu dan dekat sama anaknya aja," ujar Icha.


Dilansir Elite Daily, hubungan ayah dan anak perempuannya memiliki dampak besar pada kehidupan masing-masing, Bun. Sebuah penelitian yang didanai National Institute dalam bidang kesehatan dan perkembangan anak, yang dipublikasikan lewat Journal of Family Psychology mengamati sekitar 700 keluarga, untuk melihat hubungan orang tua dan anak-anak mereka selama satu tahun.



Orang tua mengevaluasi hubungan dengan anak-anak mereka ketika duduk di kelas satu, tiga, empat, dan lima. Sementara anak-anaknya diminta untuk menilai tingkat kesepian mereka di setiap tahap. Dilaporkan Science Daily, penelitian ini menemukan bahwa ikatan yang kuat dengan ayah benar-benar dapat membantu anak mengatasi kesepian.

Sebuah studi pada 2012 juga pernah membandingkan ayah yang tidak mendukung atau menolak anak perempuan mereka, serta ayah yang mencintai dan mendukung mereka. Penelitian tersebut menemukan, hubungan positif seorang anak perempuan dengan ayahnya dapat mengurangi tingkat stres, serta meningkatkan kualitas persahabatannya di luar rumah.

"Bukan hanya anak perempuan yang hubungannya dekat dengan ayah kandung mereka, atau bahkan seorang ayah dengan anak laki-lakinya yang dapat mengambil dinamika dari hubungan ini," ungkap Dr. Sherri Champbell, seorang konselor berlisensi, sekaligus psikolog serta terapis perkawinan dan keluarga.

Sedangkan pada 2018, sebuah penelitian menjelaskan tentang efek hubungan ayah dan anaknya dengan perasaan kesepian. Ternyata hal itu dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat kebanyakan yang masih diikuti sampai sekarang, Bun.

"Dalam masyarakat kita, para ibu cenderung bertanggung jawab atas perawatan sehari-hari dan stabilitas bagi anak-anak mereka," ungkap penulis lainnya di penelitian tersebut, Xin Feng, profesor ilmu pengetahuan manusia di The Ohio State University.

Dengan kata lain, ibu biasanya memiliki hubungan lebih dekat dengan anak-anak mereka. Hal itu tentu akan membawa dampak dan dinamika berbeda dalam kehidupan anak-anak mereka.

Simak juga cerita anak-anak mendiang Herman 'Seventeen' yang ikhlas dengan kepergian sang ayah.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi