PARENTING
Gender Dysphoria Bisa Dideteksi Sejak Anak Usia 2-4 Tahun, Kenali Ciri-cirinya
Annisa Afani | HaiBunda
Jumat, 19 Nov 2021 15:52 WIBBunda pernah mendengar istilah gender dysphoria? Pada umumnya, ini merupakan masalah yang dapat dideteksi di saat anak berusia 2-4 tahun.
Hal ini dialami oleh Amar Alfikar. Ia merupakan seorang transpria yang sekarang aktif menjadi penggiat keberagaman.
Saat masih muda, Amar memiliki nama Amalia. Ya, ia terlahir sebagai seorang wanita. Akan tetapi, sejak kecil Amar merasa bahwa ada yang berbeda pada dirinya dan jiwa laki-lakinya lebih dominan.
Semakin hari, pergulatan batinnya pun semakin parah yang berujung pada stress berat. Hingga akhirnya, Amar pun memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk menemukan akar masalahnya yang ia alami.
Hal ini lantas menjadi perjuangan yang panjang bagi Amar. Hingga dua tahun lamanya, ia akhirnya dapat jawaban dari seorang psikolog yang berhasil mengidentifikasi masalahnya, yaitu Amar mengalami gender dysphoria.
Apa itu gender dysphoria?
Menurut Psikolog Anak & Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo , Sp.Psi.,Psi, gender dysphoria merupakan kondisi di mana seseorang merasa atau berpikir bahwa ada ketidaksesuaian antara jenis kelamin biologis dan identitas gendernya.
Akibatnya, ini menimbulkan kecemasan, kekhawatiran, keresahan, depresi, dan stress. Hal ini tentunya terjadi karena munculnya konflik atau pergulatan antara ekspresi atau identitas gender yang dialami dan dirasakan. Sehingga tak heran, ini dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dari individu yang bersangkutan.
Vera juga menambahkan, biasanya masalah ini dapat dideteksi di saat anak berusia 2-4 tahun. Yakni saat anak mulai lebih mengenal jenis kelamin biologis dan identitas gendernya.
Cara mengidentifikasi
The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) memberikan panduan dan menjelaskan bahwa terdapat beberapa perbedaan karakteristik antara remaja muda atau dewasa dan anak-anak yang mengalami gender dysphoria.
DSM-5 mendefinisikan gender dysphoria pada remaja dan orang dewasa sebagai ketidaksesuaian antara ekspresi atau identitas gender dengan jenis kelamin biologis seseorang. Ini berlangsung setidaknya 6 bulan dan individu tersebut mengalami setidaknya dua dari ciri-ciri di bawah ini:
- Ketidaksesuaian antara ekspresi atau identitas gender (nama, cara berpakaian, model rambut, perilaku, suara) dengan jenis kelamin biologis seseorang.
- Keinginan kuat untuk menghilangkan alat kelamin, atau menghambat perkembangan atau pertumbuhannya, karena ketidaksesuaian dengan ekspresi atau identitas gender yang dialami dan dirasakan oleh seseorang.
- Keinginan yang kuat untuk memiliki jenis kelamin biologis lain.
- Keinginan kuat untuk memiliki identitas gender lain (aspek sosial dan perilaku khas dari jenis kelamin tertentu yang diharapkan oleh suatu masyarakat).
- Keinginan kuat untuk dilihat dan diperlakukan sebagai gender lain.
- Keyakinan yang kuat bahwa seseorang memiliki perasaan dan perilaku yang khas dari gender yang berbeda.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bunda, simak juga tips agar anak memilih mainan sesuai gender dalam video berikut:
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
Kini Berusia 13 Th, Ini Potret Pangeran George Calon Raja Inggris di Masa Depan
Naomi Osaka Curhat Tekanan Jadi Ibu, Ternyata Ini yang Paling Berat
3 Cara Membuat Ayam Crispy agar Tidak Lembek dan Renyah Tahan Lama
Ilmuwan Ciptakan 'Plasenta dalam Chip', Terobosan Baru untuk Meneliti Janin dI Kandungan
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Notebook untuk Journaling yang Simple, Aesthetic, hingga Vintage
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Oil untuk Rambut Kering agar Lebih Halus, Mudah Diatur & Penumbuh Rambut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Jahit untuk Pemula yang Bagus & Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Vitamin E untuk Promil Beserta Manfaatnya
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Nasal Aspirator yang Aman Digunakan untuk Bayi
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang Santai dan Menyenangkan untuk Diajak Berteman Menurut Piskologi
3 Cara Membuat Ayam Crispy agar Tidak Lembek dan Renyah Tahan Lama
Naomi Osaka Curhat Tekanan Jadi Ibu, Ternyata Ini yang Paling Berat
Ilmuwan Ciptakan 'Plasenta dalam Chip', Terobosan Baru untuk Meneliti Janin dI Kandungan
Kini Berusia 13 Th, Ini Potret Pangeran George Calon Raja Inggris di Masa Depan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Pilih Cream, Foundation, atau Cushion? Ini Cara Menentukan Base Makeup yang Tepat
-
Beautynesia
7 Cara Mengencangkan Kulit secara Alami Menurut Dermatolog
-
Female Daily
Tampil Ayu dalam Balutan Kebaya, Lirik Detail Kebaya Athina saat Prosesi Mitoni!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Couple Alyssa Daguise & Baby Soleil di Bali, Sandal Jepitnya Rp 21 Juta
-
Mommies Daily
Sering Bilang “Nanti Ya” pada Anak? Tanpa Disadari Bisa Membuat Anak Merasa Diabaikan