PARENTING
Umur Berapa Bayi Bisa Duduk Tegak? Ketahui Cara Stimulasinya
Asri Ediyati | HaiBunda
Selasa, 18 Feb 2025 08:50 WIBMelihat perkembangan bayi dari hari ke hari rasanya menyenangkan, termasuk melihatnya ketika mereka mulai bisa duduk tegak. Namun bicara soal duduk, proses belajar duduk faktanya tidak semudah yang orang dewasa kira, Bunda. Otot punggung, leher, dan inti bayi harus cukup kuat untuk menjaga mereka tetap tegak.
Selain itu, mereka harus menjaga keseimbangan dan mencari tahu di mana harus meletakkan kaki mereka agar tidak terjatuh. Semakin banyak latihan Si Kecil untuk berdiri tegak dalam posisi duduk dengan bantuan, semakin cepat ia akan menemukan kesenangan untuk bisa duduk sendiri. Hal ini termasuk mereka belajar perspektif yang lebih baik terhadap semua mainan favoritnya dan orang-orang favoritnya.
"Tonggak motorik penting ini membutuhkan kekuatan dan koordinasi," jelas Dawn Rosenberg, M.D., seorang dokter anak bersertifikat, anggota American Academy of Pediatrics, dan anggota BabyCenter Advisory Board, dikutip dari laman BabyCenter.
Untungnya, bayi sebenarnya telah membangun keterampilan untuk duduk sejak lahir, Bunda. Menurut Rosenberg, tonggak awal kontrol kepala dan leher serta berguling adalah keterampilan perkembangan penting yang biasanya mendahului dan akan memfasilitasi duduk.
Bunda mungkin bertanya-tanya: Kapan bayi mulai duduk? Mungkin Bunda juga pernah bertanya pada diri sendiri pertanyaan ini saat Si Kecil menggeliat, menggerakkan lengan dan kakinya, serta menjelajah selama tummy time.
Kapan bayi mulai duduk?
Selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi, mereka hanya akan dapat berbaring tengkurap atau telentang, Bunda. Mengutip laman Pathways, sekitar usia 4-6 bulan, bayi dapat mulai duduk dengan dukungan. Hal ini berarti bahwa saat duduk, mereka akan membutuhkan bantuan dari orang tua, bantal, atau apa pun yang dapat membantu mereka duduk.
Di fase ini, mereka mengembangkan kekuatan inti, serta kekuatan kepala dan leher. Pada usia ini, kepala mereka hanya akan sedikit jatuh ke belakang. Ketika bayi dapat duduk dengan dukungan, ini adalah tanda bahwa mereka mungkin siap untuk mulai makan makanan padat.
Sekitar usia 6 bulan, bayi akan mulai dapat duduk tanpa dukungan. Hal ini bergantung pada perkembangan otot punggung, tubuh bagian atas, dan leher. Bayi mungkin menggunakan tangannya untuk membantunya duduk, tetapi hal ini masih dianggap tanpa bantuan karena ia menopang dirinya sendiri.
Pada usia 7-9 bulan, bayi seharusnya sudah dapat duduk tegak tanpa bantuan secara teratur. Ini merupakan tonggak perkembangan utama untuk usia ini.
Tonggak perkembangan lainnya adalah mampu meraih mainan sambil duduk tanpa terjatuh. Bayi juga mungkin mulai mendorong dirinya sendiri ke atas, dan bergerak dari tengkurap atau kembali ke posisi duduk. Ada banyak hal yang dapat mereka lakukan saat duduk.
Pada usia satu tahun, bayi akan menjadi kuat dan mampu menempatkan dirinya sendiri pada posisi duduk. Hal ini juga merupakan waktu ketika bayi mengambil langkah pertamanya. Jadi seperti yang kita lihat, belajar duduk dengan bantuan bisa menjadi proses yang panjang, Bunda.
Cara stimulasi bayi agar bisa duduk tegak
Begitu Si Kecil menegakkan kepalanya dengan baik, Bunda dapat membantu mendorongnya untuk duduk dengan beberapa cara berbeda:
Sangga bayi di kursi, kereta dorong, atau pangkuan Bunda
Dikutip dari laman What to Expect, duduk dengan dukungan di kereta dorong saat berjalan-jalan di sekitar lingkungan adalah cara yang sangat baik untuk mengembangkan minat bayi dalam duduk. Saat Bunda berjalan, tunjukkan semua hal baru yang dapat dilihatnya dari posisi tegaknya, seperti pohon atau mobil, atau benda-benda sekitarnya.
Berikan ia sesuatu untuk dipegang dan bantal untuk menahannya agar tidak terjatuh
Semakin sering bayi berlatih duduk dengan bantuan, semakin besar kemungkinan ia akan mencoba duduk sendiri tanpa bantal atau tangan orang dewasa untuk menopangnya. Untuk menenangkan rasa keseimbangannya yang goyah, gulingkan bola dan bermain tangkap bola saat berdua duduk, atau pegang tangannya dan nyanyikan sebuah lagu, goyangkan dengan lembut mengikuti irama.
Saat ia belajar duduk, letakkan bayi di atas selimut atau matras untuk menahannya agar tidak terjatuh, dan duduklah di dekatnya sehingga Bunda dapat menangkapnya jika ia terjatuh ke belakang.
Gunakan mainan sebagai 'pancingan'
Coba letakkan mainan di depan kaki bayi saat ia duduk, dan ia mungkin akan menopang dirinya sendiri dengan tangannya saat ia memainkannya. Bunda juga dapat meletakkan mainan di dekat bagian atas kakinya untuk menarik perhatiannya.
Kemudian, angkat mainan tersebut hingga sejajar dengan matanya. Si Kecil akan meraihnya saat duduk dan bahkan mungkin dapat tetap duduk sendiri saat ia memainkan mainan di tangannya.
Hal yang harus dilakukan jika menduga adanya keterlambatan perkembangan
Pastikan untuk menghadiri kunjungan rutin terjadwal untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika bayi belum bisa duduk sendiri pada usia 9 bulan, segera hubungi dokter anak.
Ada baiknya untuk bertindak lebih cepat, terutama jika bayi hampir berusia 9 bulan dan belum bisa duduk dengan bantuan. Perkembangan bervariasi dari bayi ke bayi, tetapi ini mungkin merupakan tanda keterlambatan keterampilan motorik kasar.
Tanda-tanda keterlambatan motorik lainnya meliputi:
- Otot kaku atau tegang
- Gerakan lemas
- Bayi hanya meraih dengan satu tangan di atas tangan lainnya
- Kurangnya kontrol kepala yang kuat
- Bayi tidak meraih atau memasukkan benda ke mulut
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
11 Tanda Anak Cerdas Menurut Sains, Apakah Si Kecil Salah Satunya?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Cara Stimulasi agar Bayi Cepat Duduk dan Merangkak
12 Rekomendasi Mainan untuk Bayi 0-6 Bulan yang Mendukung Perkembangannya
5 Cara Stimulasi Agar Bayi Cepat Duduk dan Merangkak, Bisa Tiru Indra Brasco Bun
Siap-Siap Gemas Bun, Bayi Biasanya akan Mulai Tertawa pada Usia ini
TERPOPULER
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan
Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga
10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya
5 Jenis Pisang yang Bagus untuk Bayi, Waktu Konsumsi & Resep MPASI
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya
5 Jenis Pisang yang Bagus untuk Bayi, Waktu Konsumsi & Resep MPASI
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan
30 Resep Es Buat Buka Puasa, Minuman Segar Bisa untuk Ide Jualan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Lirik Lagu Smoking on my Ex Pack - SZA
-
Beautynesia
5 Ide Kencan Valentine yang Hemat Bujet Tapi Tetap Romantis
-
Female Daily
Bikin Rileks setelah Kerja, Intip Pengalaman Treatment di Sendja Cilandak Wellness Sanctuary!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Outfit Check, Inspirasi Gaya Denim on Denim Rose BLACPINK Nonton Super Bowl
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?