PARENTING
Ketahui Hukum Orang Tua Mengambil Uang THR Anak Tanpa Izin Menurut Islam
Mutiara Putri | HaiBunda
Minggu, 30 Mar 2025 09:00 WIBTunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen yang ditunggu oleh anak jelang Lebaran, Bunda. Kira-kira, bolehkah Bunda dan Ayah mengambil uang THR anak tanpa izin?
Di Indonesia, pembagian THR adalah tradisi yang sudah berlangsung sejak lama. Biasanya, THR diberikan pada Si Kecil dari orang tua maupun saudara terdekat seperti kakek, nenek, paman, maupun bibi.
Nominal pemberian THR pada anak pun sangat bervariasi. Umumnya, jumlah THR disesuaikan dengan usia maupun tingkat pendidikan anak di sekolah.
Melalui THR, anak akan belajar tentang konsep uang, Bunda. Secara tidak langsung, mereka juga akan belajar tentang menabung serta mengelola uang.
Biasanya, uang THR yang didapatkan oleh anak akan disimpan oleh Bunda maupun Ayah. Namun, bolehkah Bunda mengambil uang THR anak tanpa izin?
Hukum mengambil uang THR anak tanpa izin
Ustazah Lailatis Syarifah PPA MPK dari Aisyiyah menjelaskan bahwa terdapat sebuah hadis dari Samurah yang menyatakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata:
"Ya Rasulullah, sesungguhnya Ayahku membutuhkan hartaku."
Setelah mendapatkan pernyataan ini, Rasulullah pun menjawab "أَنْتَ وَمَالُكَ لأَبِيكَ" yang artinya "Kamu dan hartamu adalah milik Ayahmu."
Berdasarkan hadis ini, Bunda dapat memahami bahwa Ayah memiliki hak atas harta yang dimiliki oleh anaknya.
Jika dimasukkan ke dalam konsep THR, Ustazah Lailatis mengungkap bahwa memakai uang THR anak adalah hal yang wajar dilakukan.
"Hal ini sangat wajar, karena jika kita hitung besarnya pengorbanan harta yang dilakukan oleh orang tua dalam memenuhi seluruh kebutuhan materiil anak-anaknya, tentu sangat besar," katanya ketika diwawancara oleh HaiBunda, beberapa waktu lalu.
"Belum lagi jika kita hitung besarnya nilai spiritual yang telah diberikan oleh kedua orangtua, sehingga bisa jadi kebaikan itu tidak akan terbalas meskipun semua harta kita berikan kepada mereka," tambahnya.
Alasan pemberian THR pada anak menurut psikolog
Pada kesempatan berbeda, Praktisi Psikologi Anak, Aninda, S.Psi, M.Psi.T, menjelaskan bahwa pembagian THR kepada anak saat Lebaran adalah salah satu tradisi yang dilakukan di Indonesia. Hal ini pun tidak memiliki urgensi khusus secara psikologis.
"Sebenarnya THR Lebaran ini sifatnya lebih ke budaya ya karena dibiasakan, sehingga tidak ada urgensi khusus terkait psikologi anak terkait THR ini," ungkapnya kepada HaiBunda belum lama ini.
"Secara psikologis untuk anak-anak yang tidak dikenalkan THR dalam keluarganya juga tidak apa-apa sekali karena memang pembiasaan di keluarganya seperti itu," sambung Aninda.
Meski begitu, Aninda menyarankan agar pemberian THR pada anak bisa diberikan sesuai dengan usia dan kondisinya. Jangan jadikan THR ini menjadi ajang 'meminta-minta' bahkan sebagai perlombaan.
"THR dalam tahap yang wajar sebenarnya juga tidak masalah karena diibaratkan sebagai hadiah Hari Raya. Yang jadi masalah jika THR dijadikan iming-iming untuk beribadah selama bulan Ramadhan, dijadikan ajang 'meminta-minta' kepada sanak saudara, atau dijadikan perlombaan yang lebih banyak," ujarnya.
Cara tepat menyimpan uang THR anak
THR anak yang didapatkan saat Lebaran bisa Bunda simpan dan kelola dengan cara yang tepat. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya berdasarkan pernyataan dari perencana keuangan, Rista Zwestika S.Sos. AWP. CFP:
1. Simpan ke dalam celengan
Rista menjelaskan bahwa hal pertama yang perlu Bunda lakukan untuk mengelola THR anak adalah dengan menyimpannya ke dalam celengan. Nantinya, anak pun juga akan terbiasa untuk menabung.
"Misalnya bisa juga dimasukkan ke dalam celengan, ketika dia dapat langsung dimasukkan. Nah, dari situ dia akan terbiasa," katanya saat diwawancara HaiBunda.
2. Buatkan tabungan sendiri
Uang THR yang didapatkan anak saat Lebaran bisa langsung Bunda masukkan ke dalam tabungan khusus. Saat membuatkan tabungan ini, jangan lupa untuk membawa anak ikut serta ke bank agar mereka memiliki pengalaman yang menyenangkan.
"Dikumpulin (THR-nya) lalu kemudian anaknya ikut dibawa ke bank. Kemudian dia dapat experience bahwa dia punya duit di simpannya di bank. Ini untuk mengajarkan dia menabung," ujar Rista.
3. Jangan gabungkan dengan tabungan Bunda
Pastikan bahwa uang THR anak tidak dimasukkan ke dalam tabungan yang sama dengan milik Bunda, ya. Jika anak memiliki tabungan sendiri, mereka akan merasa bangga dan semakin bersemangat untuk menabung.
"Tabungan anak-anak harus dipisah. Biasanya kalau anak belum 17 tahun, orang tuanya bisa buka (tabungan) dan nanti mereka, 'Oh aku sudah punya tabungan'. Jadi ada kebanggaan tersendiri untuk anak-anak," papar Rista.
4. Hadiahkan 25 persen
Setelah menabung cukup lama, biasanya anak akan merasakan pengalaman menggunakan uang mereka. Jadi, Bunda bisa berikan uang sebesar 25 persen untuk dinikmati.
"Misal dia punya THR 100 persen, biasanya 25 persennya aku kasih untuk digunakan. Ya sudah deh kakak atau adik mau beli apa? Nanti sisanya ditabung. Jadi mereka terbiasa juga menikmati hasil yang mereka miliki. Tapi tetap harus punya tabungannya juga," saran Rista.
5. Jangan beri tanpa alasan
Pemberian uang THR 25 persen ini jangan asal diberikan, ya. Bunda bisa memberikan mereka tantangan terlebih dahulu sehingga mereka bisa merasakan manfaat dari mengumpulkan uang.
"Nanti kita challenge gitu, 'Kalau kakak misalnya selama satu tahun rajin mengumpulkan duit, nanti kakak bisa beli mainan, atau nanti kakak bisa jalan-jalan ke sini lho'. Jadi ketika anak-anak di challenge untuk mengumpulkan duitnya, kita juga memberikan manfaat dari mengumpulkan uang," ujar Rista.
Nah, itu tadi hukum orang tua mengambil uang THR anak tanpa izin menurut Islam dan cara mengelolanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Ide Aktivitas Bersama Si Kecil Selama Libur Lebaran, Seru Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tips agar Anak Tidak Mengemis THR ke Orang Lain Menurut Pakar Keuangan
17 Ide THR Lebaran untuk Anak yang Bermanfaat dan Berkesan selain Uang Tunai
Ini Alasan Kenapa THR Lebaran Dibagikan ke Anak-anak Menurut Praktisi Psikologi Anak
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
TERPOPULER
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ameera Khan Bandingkan Rasanya Pacaran Dengan Pria Indonesia dan Malaysia
-
Beautynesia
4 Manfaat Jalan Kaki Mundur yang Tidak Diketahui Banyak Orang
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pesona Maia Estianty Berkebaya Hitam, Pancarkan Aura Cantik Wanita Indonesia
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?