PARENTING
Film Fantasi Berbahaya untuk Tumbuh Kembang Anak, Benarkah? Simak Faktanya
Kinan | HaiBunda
Sabtu, 19 Apr 2025 16:00 WIBSaat ini sudah banyak film menarik yang diperuntukkan untuk anak-anak, terutama dari genre fantasi. Namun, tak sedikit orang beranggapan bahwa film fantasi kurang baik untuk perkembangan anak, terutama dari segi kognitif. Seperti apa faktanya?
Dikutip dari Greater Good Magazine, sebuah temuan dari studi baru menunjukkan bahwa cerita dalam film juga bisa bermakna bagi anak-anak.
Studi dari jurnal Media Psychology melakukan penelitian terhadap anak-anak berusia antara 4 dan 15 tahun. Ditemukan bahwa cerita film bisa bermakna bagi anak-anak dalam beberapa cara, terutama jika didampingi oleh orang tua.
Benarkah genre fantasi berbahaya bagi tumbuh kembang anak?
Para peneliti masih terus mencari tahu, Bunda. Salah satu dugaan kuatnya adalah bahwa anak-anak di bawah usia 6 tahun memiliki sumber daya kognitif yang terbatas, untuk mengingat semua hal bertentangan dengan fakta.
Upaya tersebut terlalu melelahkan, membuat mereka memiliki lebih sedikit sumber daya untuk melakukan tugas fungsi eksekutif lain segera setelahnya.
Dikutip dari Parenting Science, hal ini masih belum sepenuhnya jelas. Namun dipercaya bahwa efek ini dipengaruhi oleh usia anak.
Misalnya dalam salah satu eksperimen ditemukan anak berusia 7 tahun tidak mengalami penurunan kinerja fungsi eksekutif setelah menonton film fantasi.
Selain itu, bukti lain juga menemukan bahwa anak-anak prasekolah tidak menunjukkan perubahan fungsi eksekutif segera setelah orang dewasa membacakan mereka cerita fantasi.
Manfaat menonton film fantasi bagi anak
Jika didampingi dengan tepat, menonton film fantasi sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Beberapa di antaranya seperti:
1. Meningkatkan kecerdasan sosial
Saat menonton film, anak-anak belajar memahami perasaan, motif, dan perilaku karakter dalam film, menggunakan keterampilan kecerdasan sosial mereka. Mereka juga mengembangkan keterampilan ini lebih jauh saat mereka ditantang dalam memahami cerita.
Tak hanya kesadaran tentang motif dan perasaan orang lain, tetapi juga kesadaran tentang perasaan mereka sendiri.
2. Belajar mengenal tentang moral yang baik
Dalam adegan-adegan film tentang kasih sayang dan persahabatan, anak belajar tentang kebaikan dan keberanian.
Sama seperti orang dewasa, anak-anak dapat meneteskan air mata atau mata berkaca-kaca atau merinding saat mengalami keindahan moral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perasaan terkait moral mulai muncul sekitar usia 8 tahun.
3. Menambah wawasan tentang kehidupan
Saat menonton film, anak-anak didorong untuk mengikuti perjalanan tokoh utama dan bisa memperoleh wawasan yang sama dengannya. Dalam judul-judul film tertentu, anak-anak juga menemukan bahwa kesedihan itu penting dan kolaborasi antara semua emosi diperlukan untuk menjalani hidup yang penuh dan bahagia.
4. Menginspirasi anak untuk tidak menyerah
Semakin banyak wawasan yang diperoleh anak-anak saat menonton, semakin bermakna cerita tersebut bagi mereka. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa cerita dapat menjadi cara yang lebih cepat bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman hidup.
5. Merangsang kreativitas
Penelitian dalam jurnal Science Daily oleh Lancaster University menemukan bahwa menonton film fantasi dapat meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak.
"Pemikiran tentang fantasi dan dunia magis memungkinkan anak-anak untuk menciptakan dunia imajiner yang fantastis. Hal ini meningkatkan kapasitas anak-anak untuk melihat dunia dan bertindak berdasarkan dunia tersebut dari berbagai perspektif, serta memperluas imajinasi," tulis peneliti Dr Eugene Subbotsky, Claire Hysted dan Nicola Jones dari Lancaster University, Inggris.
6. Mengembangkan kemampuan membaca emosi
Genre fantasi tertentu dapat meningkatkan pemahaman anak terhadap emosi orang lain. Membayangkan realitas alternatif dapat menjadi latihan yang baik untuk membayangkan apa yang terjadi di kehidupan orang lain.
7. Mengenal kata-kata baru
Dari film, anak-anak juga bisa belajar mengenal dan mempelajari kosa kata baru. Namun untuk hal ini, diperlukan pendampingan dari orang tua agar anak terhindar dari risiko pengenalan kata-kata yang kasar.
Cara membantu anak belajar dari film fantasi
Orang tua atau orang dewasa lainnya dapat mendukung anak-anak dalam memperoleh wawasan baru dari film, acara TV, atau buku fantasi dengan pendampingan. Selain itu, berikan ruang terbuka untuk berdiskusi dengan anak terkait jalan cerita.
1. Diskusi tentang karakter
Untuk mendorong anak-anak memahami emosi dan perilaku karakter, tanyakan pertanyaan seperti: "Menurutmu apa yang dia rasakan?" atau "Menurutmu apa yang mengubah pikirannya?".
2. Mengenal tentang perilaku karakter
Untuk menemukan bagian mana yang menantang bagi mereka, tanyakan kepada anak-anak apa yang membuat mereka berpikir: "Apakah ada bagian dari cerita yang ingin kamu diskusikan?" atau "Siapa karakter yang paling menarik menurutmu?".
3. Bicarakan tentang keindahan moral
Perluas wawasan tentang keindahan moral anak, salah satunya dengan bertanya adegan film mana yang menurutnya paling indah.
Penting untuk selalu menghargai jawaban anak-anak dan mengingat bahwa terkadang mereka perlu waktu untuk memahami segalanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tanda Anak Terakhir Kurang Kasih Sayang yang tak Disadari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Buang Jauh Gengsi Bun, Ini Pentingnya Orang Tua Minta Maaf pada Anak
3 Dampak Buruk Tak Menjaga Kesehatan Mental Anak
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Ucapan Orang Tua yang Dapat Mengganggu Psikologis Anak
TERPOPULER
Denada Dipanggil Ibu oleh Ressa: Terima Kasih Sudah Beri Kebahagiaan
Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi
Kutu Pembawa Virus Sebabkan 422 Kematian di Korea Selatan, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
9 Potret Anak Artis Pakai Baju Daerah & Kebaya, Bisa Jadi Inspirasi Hari Kartini
5 Potret Tamara Bleszynski dalam Balutan Dress Hitam saat Hadiri Pernikahan Teuku Rassya
REKOMENDASI PRODUK
3 Kertas Gambar Ibu Kartini untuk Lomba Mewarnai Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kebaya untuk Hari Kartini, Elegan dan Stylish
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet & Hemat Listrik di Bawah Rp2 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Susu Ibu Hamil yang Bagus dan Rasanya Enak
Tim HaiBundaTERBARU DARI HAIBUNDA
Makan Hemat di Tengah Bulan, Ada Diskon 50% Pakai Allo Paylater
Denada Dipanggil Ibu oleh Ressa: Terima Kasih Sudah Beri Kebahagiaan
Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi
Kutu Pembawa Virus Sebabkan 422 Kematian di Korea Selatan, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
5 Doa Sakit Gigi yang Bisa Diamalkan untuk Ibu Hamil
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Terpopuler: Suami Yulia Baltschun 2 Kali Selingkuh Vs Lagu Karya Dedi Mulyadi Viral
-
Beautynesia
Keluar dari Zona Nyaman Nggak Harus Seram, Ini 5 Cara Biar Kamu Makin Berani Coba Hal Baru
-
Female Daily
Ada Skincare, Makeup, hingga Parfum, Armani Beauty Buka Flagship Store di Indonesia!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Katy Perry Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Kini Diselidiki Polisi
-
Mommies Daily
Solar Panel untuk Rumah: Cara Bikin Tagihan Listrik Lebih Terkontrol