PARENTING
Tanggapan Kepala BGN soal MBG Diminta Disetop karena Banyak Anak Keracunan
Amira Salsabila | HaiBunda
Rabu, 24 Sep 2025 13:28 WIBBelakangan ini masyarakat tengah khawatir dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang malah meningkatkan kasus keracunan makanan pada ribuan siswa di 16 provinsi Indonesia.
MBG adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan gizi, meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia, dan membentuk SDM unggul yang mampu bersaing di masa depan.
Namun, Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menunjukkan sebanyak 5.626 siswa keracunan MBG. Berikut rinciannya:
- Jawa Barat: 2.051
- DIY: 905
- Jawa Tengah: 468
- Bengkulu: 456
- Lampung: 307
- NTT: 305
- Sulawesi Tengah: 277
- Sumatera Selatan: 271
- Jawa Timur: 245
- NTB: 150
- Kalimantan Utara: 59
- Sulawesi Tenggara: 46
- Riau: 32
- Banten 28
- Papua Barat 13
- Sulawesi Utara: 13
Masyarakat desak pemerintah setop MBG
Hal ini pun membuat masyarakat mendesak pemerintah untuk menghentikan program MBG. Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan masih menunggu arahan Presiden.
“Saya ikut arahan Presiden, tidak berani mendahului,” ujar Dadan, dikutip dari laman detikcom, Rabu (24/9/2025).
Ia pun mengaku belum bisa memastikan kapan pihaknya akan membahas MBG bersama Presiden. “Menunggu arahan presiden,” tuturnya.
Sebelumnya, Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta agar program MBG dihentikan. Hal ini menindaklanjuti sejumlah temuan kasus keracunan terhadap siswa setelah mengonsumsi MBG.
Koordinator Program dan Advokasi JPPI, Ari Hadianto, menyampaikan hal itu di rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi IX DPR RI, Senin (22/9/2025). Ari menyebutkan dugaan keracunan lantaran ada kesalahan sistem di BGN.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/asa)