HaiBunda

PARENTING

Kapan Anak Harus Mandiri? Ini Usia Terbaik Memulainya Menurut Pakar

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 18 Jan 2026 12:30 WIB
Ilustrasi Usia Terbaik Memulai Kemandirian Menurut Pakar/Foto: Getty Images/iStockphoto/Jatuporn Tansirimas
Jakarta -

Saat Si Kecil bersikeras ingin memakai sepatu sendiri atau menuang minumannya tanpa bantuan, hati Bunda mungkin terasa campur aduk. Di satu sisi ingin membantunya, tapi di sisi lain ingin Si Kecil tumbuh mandiri. Sebenarnya kapan ya anak harus mulai mandiri?

Dalam keseharian, momen-momen kecil seperti ini kerap terjadi di rumah. Tapi, dari hal sederhana itulah, anak mulai belajar mengenal kemampuan dirinya sendiri, Bunda.

Seorang psikolog anak ternama asal Inggris, Linda Papadopoulos, menyebut bahwa menjadi orang tua adalah pengalaman yang penuh makna sekaligus tantangan.


"Menjadi orang tua bisa menjadi salah satu pengalaman hidup yang paling bermanfaat dan menantang, dan salah satu aspek paling mendasar dari pengasuhan adalah membantu anak-anak menjadi mandiri," ungkapnya, dikutip dari laman Fintech Finance News.

Tak jarang, Bunda merasa bimbang antara ingin sigap membantu atau memberi ruang agar anak mencobanya sendiri. Perasaan seperti ini normal ya, apalagi ketika mereka tampak belum sepenuhnya siap.

Lalu, pada usia berapa anak sebaiknya mulai belajar mandiri? Mari kita simak jawaban selengkapnya, Bunda.

Kapan anak harus belajar mandiri?

Menilik dari laman Fintech Finance News, berdasarkan riset terbaru dari NatWest Rooster Money bahwa anak perlu mulai belajar mandiri saat mereka menginjak usia 12 tahun, Bunda. 

Meski begitu, hampir 24 persen orang tua mengaku belum siap secara emosional untuk benar-benar melepas dan melihat anaknya menjadi lebih mandiri. Survei yang melibatkan 750 orang tua dan anak usia 6-16 tahun ini juga menemukan bahwa hanya 30 persen orang tua yang merasa anak sudah perlu mandiri di usia 10 tahun.

Kabar baiknya, angka tersebut meningkat menjadi 57 persen ketika anak berusia 12 tahun. Sementara hanya 7 persen yang berpikir anak sebaiknya menunggu hingga usia 18 tahun atau lebih.

Berkaitan dengan ini, tanda anak mulai tumbuh dewasa biasanya terlihat dari hal-hal yang cukup sederhana. Dalam riset ini, orang tua paling sering menilai kemandirian anak seperti berjalan ke sekolah sendiri, yakni 21 persen, berani menyampaikan pendapat 21 persen, dan mampu bersiap ke sekolah tanpa bantuan 19 persen.

Meski begitu, kemandirian bukan tentang melepas anak begitu saja, tapi juga memberi ruang sedikit demi sedikit supaya anak mau belajar memikul tanggung jawabnya. Hal ini juga sejalan dengan pendapat dari CEO NatWest Rooster Money, Will Carmichael.

"Ini tentang secara bertahap membiarkan anak-anak mengambil lebih banyak tanggung jawab, untuk mempersiapkan mereka menghadapi masa depan," ungkapnya.

"Sama seperti transisi ke tahun ajaran baru, dan khususnya lompatan ke sekolah menengah, yang mana tonggak-tonggak kecil seperti berjalan kaki ke sekolah sendirian, memiliki gadget, atau mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, semuanya membangun kepercayaan diri dan kemandirian mereka," tambahnya.

Dilema orang tua saat harus melepas anak

Sebagian besar orang tua ingin melihat anaknya tumbuh dewasa, namun di saat yang sama merasa berat untuk benar-benar melepas. Ada rasa bangga, tapi juga cemas saat anaknya mulai melangkah sendiri.

Studi ini menemukan bahwa satu dari lima orang tua yang anaknya memasuki sekolah menengah merasa takut jika mereka berjalan ke sekolah sendirian. Menariknya, jumlah yang sama justru menganggap hal tersebut sebagai tanda anak mulai mandiri.

Kekhawatiran lain juga muncul saat orang tua harus melepas kendali. Sekitar 21 persen khawatir anak mengatur uangnya sendiri di sekolah, 20 persen cemas dengan pilihan pertemanan, dan 19 persen takut teman-teman anak memengaruhi kebiasaan belanjanya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa banyak orang tua masih merasa ragu saat harus memberi anak lebih banyak kebebasan. Sebanyak 23 persen mengaku belum siap membiarkan anaknya lebih mandiri, sementara 37 persen masih berharap bisa terus membantu anak untuk tumbuh.

Di sisi lain, hampir 46 persen orang tua percaya bahwa anak-anak zaman sekarang menjadi mandiri lebih cepat. Dari jumlah itu, 38 persen menilai hal ini dipengaruhi oleh akses informasi dari internet dan media sosial, Bunda.

Peran orang tua dalam menumbuhkan kemandirian pada anak

Psikolog anak Linda Papadopoulos mengatakan bahwa proses anak beralih dari selalu 'bergantung' menjadi 'mampu' membuat pilihannya sendiri sangatlah penting, Bunda.

Karena itu, orang tua perlu menemukan 'keseimbangan' antara menjaga anak tetap aman dan memberi ruang untuk mereka mencoba. Anak tetap butuh perlindungan, tetapi juga perlu kesempatan untuk belajar dari pengalamannya.

"Oleh karena itu, orang tua perlu belajar menyeimbangkan antara menjaga anak tetap aman dan memberi mereka kesempatan untuk mencoba sendiri serta mengenal hal-hal baru. Dengan cara ini, anak akan perlahan belajar menjadi mandiri," pungkas Papadopoulos.

Demikian ulasan tentang usia terbaik untuk anak belajar mandiri. Semoga informasi ini bisa membantu Bunda lebih tenang dalam mendampingi Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tak Pernah TK, Apakah Anak Tetap Bisa Daftar SD?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ternyata Minum Teh Saat Hamil Bisa Berdampak pada Otak Anak, Ini Faktanya

Kehamilan Annisa Karnesyia & Ratih Wulan Pinandu

10 Kebiasaan Tanda Orang yang Pura-pura Bahagia padahal Sebenarnya Menderita

Mom's Life Azhar Hanifah

Global Developmental Delay: Gejala, Penyebab & Cara Mengobati Perkembangan Terlambat Anak

Parenting Kinan

7 Nama Bayi Perempuan Bertema Bintang, Penuh Harapan dan Cahaya

Nama Bayi Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Vila Mewah Titi Kamal & Christian Sugiono di Bali, Berkonsep Glamping dengan View Danau hingga Gunung

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Terungkap! Pesan Tersembunyi di Bawah Sepatu Putri Diana, Ternyata...

30 Soal TKA Bahasa Indonesia SD dan Kunci Jawabannya

Ternyata Minum Teh Saat Hamil Bisa Berdampak pada Otak Anak, Ini Faktanya

Global Developmental Delay: Gejala, Penyebab & Cara Mengobati Perkembangan Terlambat Anak

7 Nama Bayi Perempuan Bertema Bintang, Penuh Harapan dan Cahaya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK