HaiBunda

PARENTING

5 Dongeng Pendek untuk Anak SD Kelas 1,2,3 yang Kaya Pesan Moral

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 26 Jan 2026 21:00 WIB
Dongeng anak SD/ Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak

Meskipun dunia semakin digital, beberapa hal tidak berubah. Salah satunya dengan bercerita atau menceritakan dongeng pada anak. Bercerita secara tatap muka masih menjadi landasan pengembangan imajinasi, Bunda.

Ya, setiap anak dilahirkan dengan imajinasi, memberi mereka kesempatan untuk memvisualisasikan sesuatu yang belum pernah mereka alami. Imajinasi yang sehat adalah awal dari kecerdasan, memungkinkan anak-anak untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang kreatif. 

Bicara tentang menceritakan dongeng ke anak. Ada satu hal yang penting untuk tidak dilewatkan orang tua. Menurut Dr. Barry Zuckerman, seorang profesor di departemen pediatri di Fakultas Kedokteran Boston University.


“Ketika orang tua membacakan buku untuk anak-anak mereka, itulah yang saya sebut waktu tanpa terburu-buru. Suara mereka tidak seperti biasanya yang tergesa-gesa, sehingga orang tua benar-benar hadir untuk anak,” kata Zuckerman, dikutip dari Today.

“Ini adalah waktu yang istimewa dan hadiah yang istimewa, baik yang dapat mereka berikan kepada anak mereka maupun minat anak pada waktu ini yang sebenarnya merupakan hadiah bagi mereka. Bagian dari menjadi orang tua adalah memastikan bahwa waktu-waktu seperti itu, tidak harus berjam-jam, bisa lima atau 10 menit, mereka melestarikannya.”

Manfaat orang tua membacakan buku untuk anak-anak sangat banyak, mulai dari merangsang perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak, hingga memperkenalkan mereka pada bahasa dan cerita.

Mengingat manfaatnya yang banyak untuk anak. Simak yuk, lima dongeng pendek untuk anak SD kelas 1, 2, dan 3 yang kaya pesan moral berikut ini!

1. Tupai yang Sombong

Di suatu hutan, hiduplah seekor tupai yang sombong. Ia sering sekali mengejek binatang lainnya di hutan, salah satunya kura-kura dan kancil.

Ketika kura-kura dan kancil sedang asik bermain menangkap bola, tanpa sengaja bola yang ia lemparkan tersangkut ke pohon di samping mereka. Namun, mereka berdua kebingungan bagaimana mengambil bola tersebut.

Tiba-tiba tupai keluar dari balik pohon sambil meloncat kesana kemari dan berkata '' Haha, kasihan sekali kalian!'' ujarnya. Tupai kemudian mengambil bola yang tersangkut. Namun, ketika kura-kura meminta bola tersebut, tupai malah mengejeknya dan menyombongkan diri.

Sampai akhirnya kancil dan kura-kura pun memilih pulang karena bosan melihat tingkah tupai yang sombong. Kancil pun berteriak bahwa bola tersebut direlakannya untuk tupai.

Tupai itu terkejut mendengar teriakkan kancil dan kehilangan konsentrasinya. Sehingga, ia tergelincir ke batang pohon dan terjatuh ke kubangan sisa air hujan. Akhirnya, tupai terjatuh ke dalam kubangan.

Sedangkan bola yang dipegangnya di ambil oleh kura-kura dan kancil. Sementara, kura-kura dan kancil tidak bisa menahan diri untuk tertawa melihat tubuh tupai dipenuhi dengan lumpur.

Dari cerita dongeng sebelum tidur ini kita dapat belajar bahwa janganlah menjadi anak yang sombong. Kita semua tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kesombongan hanya akan membuat kita dijauhi banyak orang.

2. Beruang dan Lebah

Berkisah tentang seekor beruang yang tengah menjelajahi hutan untuk mencari makan. Di tengah pencarian, dia menemukan pohon tumbang, di mana terdapat sarang tempat lebah menyimpan madu.

Beruang itu mulai mengendus-endus dengan hati-hati di sekitar pohon tersebut untuk mencari tahu apakah lebah-lebah sedang berada dalam sarang tersebut. Bertepatan dengan itu, sekumpulan kecil lebah terbang pulang dengan membawa banyak madu.

Mengetahui sarangnya diusik, para lebah mendekati beruang dan menyengatnya dengan tajam lalu lari bersembunyi ke dalam lubang batang pohon. Seketika Beruang tersebut menjadi sangat marah, loncat ke atas batang yang tumbang tersebut dan dengan cakarnya menghancurkan sarang lebah.

Tetapi hal itu malah membuat seluruh kawanan lebah yang berada di dalam sarang keluar dan menyerang beruang. Beruang pun akhirnya lari terbirit-birit dan hanya dapat menyelamatkan dirinya dengan cara menyelam ke dalam air sungai.

Pesan moral dari kisah beruang dan lebah ini adalah lebih bijaksana untuk menahan diri ketika ada masalah, ketimbang menambah masalah dengan melampiaskan emosi.

3. Kisah Si Raja Tidur

Raja dan Permaisuri di Tanah Renjang mempunyai seorang putri yang bernama Putri Serindu. Raja dan Permaisuri menginginkan putrinya segera menikah. Namun, sang Putri hanya ingin menikah dengan si Raja Tidur.

Akhirnya, sang Raja mengadakan sayembara untuk mencari si Raja Tidur. Banyak orang yang mengikuti sayembara itu, termasuk seorang pemuda desa bernama Lumang. Ia pemuda yatim piatu. Pekerjaannya membuat bubu (alat penangkap ikan yang terbuat dari anyaman bambu) dan dijual ke pasar.

Lumang membuat bubu sambil mengikuti sayembara. Ia telah menyiapkan semua perlengkapan. Ketika lomba dimulai, semua peserta mulai memejamkan matanya. Namun, Lumang justru membuat bubu. Ketika semua peserta sudah tidur pulas, bubunya belum selesai juga. Ia baru bisa menyelesaikannya saat subuh. Setelah itu, Lumang tak langsung tidur. Ia membereskan sisa-sisa pekerjaannya. Saat pekerjaannya selesai, kantuknya tak tertahankan lagi.

Putri Serindu berkeliling untuk menilai semua peserta. Ia melihat bubu yang indah. Putri Serindu pun terpesona. Ia juga sempat melihat perlengkapan membuat bubu milik Lumang. Putri Serindu yakin pemuda ini membuat bubu sebelum tidur. Tentu, pemuda itu kelelahan dan bisa tidur nyenyak. Ia pemuda yang rajin, pikir Putri Serindu. Ia pun bahagia menemukan tambatan hatinya. Sang Raja menikahkan Putri Serindu dan Lumang. Mereka pun hidup bahagia.

Pesan moral dari kisah Si Raja tidur ini adalah untuk menjadi orang sukses, maka kita harus rajin dan tekun.

4. Burung Hantu dan Belalang

Dahulu kala, hiduplah seekor burung hantu yang menjadi sangat pemarah di usia tuanya. Ia sangat tidak suka jika ada suara yang mengganggu tidurnya. Suatu siang yang cerah, ia sedang tidur nyenyak di sarangnya, di dalam pohon berlubang, ketika sesuatu membangunkannya.

Sebenarnya itu adalah nyanyian belalang yang riang, yang terdengar seperti kicauan. Tetapi baginya itu terdengar mengerikan. Ia menjulurkan kepalanya keluar dari lubang di pohon dan langsung melihat belalang yang membuat semua kebisingan itu.

"Pergi sekarang juga," perintahnya kepada belalang, "Tolong bersikap sopan dan biarkan burung hantu tua ini tidur dengan tenang!"

Seekor burung hantu oranye menjulurkan kepalanya dari batang pohon. Seekor belalang hijau duduk di dahan pohon.

Belalang itu berhenti berkicau sejenak dan berkata bahwa ia berhak berkicau di mana pun ia suka, lagipula, itulah yang dilakukan belalang. Jadi ia mulai berkicau lagi, hanya kali ini, bahkan lebih keras dari sebelumnya.

Burung hantu tua itu tahu bahwa berdebat dengan belalang bukanlah ide yang bagus. Lagipula, saat itu siang hari dan ia tidak bisa melihat belalang dengan jelas karena mata burung hantu bekerja paling baik di malam hari. Kemudian tiba-tiba ia mendapat ide.

"Nah, jangkrik yang manis," katanya dengan suara lembut, "kurasa aku sudah bangun sekarang dan tahukah kau, setelah beberapa saat kicauanmu mulai terdengar sangat indah bagiku. Jadi, aku akan bertengger di sini dan menikmati nyanyianmu yang indah. Oh, aku baru ingat bahwa di pohon berlubang ini aku punya nektar yang lezat. Aku yakin itu akan membuatmu bernyanyi lebih indah daripada belalang mana pun yang pernah hidup. Mengapa kau tidak naik ke sini dan mencicipinya sedikit?"

Oh, belalang bodoh itu percaya setiap kata dan ia sangat tersanjung karena mengira nyanyiannya mungkin lebih indah daripada belalang lainnya. Jadi, dengan beberapa lompatan, ia sudah berada tepat di sebelah burung hantu tua itu. Tentu saja, sekarang ia bisa melihat belalang itu dengan sangat jelas dan dengan satu gerakan cepat ia menelannya.

Burung hantu itu duduk di dahan dengan kaki belalang mencuat dari mulutnya.

Pesan moral dari cerita ini adalah bahwa kita tidak boleh selalu percaya pada sanjungan karena mungkin ada alasan tersembunyi di baliknya.

5. Jaring Laba-laba Charlotte

Dahulu kala, di sebuah peternakan kecil, hiduplah seekor laba-laba yang ramah dan bijaksana bernama Charlotte. Ia adalah makhluk luar biasa yang dapat menenun jaring yang rumit dan memiliki bakat khusus dalam berkata-kata. Di dekatnya, di lumbung, hiduplah Wilbur, seekor babi yang penasaran dan baik hati.

Wilbur merasa kesepian dan khawatir pada hari pertamanya di peternakan. Ia merindukan keluarganya dan tidak mengenal siapa pun. Ia tidak tahu bahwa hidupnya akan berubah selamanya.

Suatu pagi, saat matahari terbit di atas peternakan, Wilbur mendengar suara lembut memanggilnya dari atas. Itu adalah Charlotte, laba-laba yang baik hati, memperkenalkan dirinya dan menawarkan diri untuk menjadi temannya.

Seiring berjalannya hari, Wilbur dan Charlotte menjadi sahabat karib. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam mengobrol, berbagi cerita, dan bermimpi tentang masa depan. Ia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa Wilbur lebih dari sekadar babi, ia adalah teman yang istimewa dan disayangi.

Dengan tekad dan kreativitas, Charlotte mulai menenun jaring ajaibnya. Ia merangkai kata-kata indah ke dalam jaringnya, memuji kualitas luar biasa Wilbur. Kata-kata menakjubkan ini menarik perhatian semua orang di peternakan, bahkan manusia. Tak lama kemudian, kabar tentang sifat Wilbur yang menakjubkan menyebar luas.

Saat musim gugur tiba, orang-orang datang untuk melihat jaring ajaib Charlotte. Mereka kagum dengan kata-kata indahnya seperti "Babi yang Luar Biasa," "Hebat," "Bersinar," dan "Rendah Hati." Wilbur menjadi terkenal, dicintai oleh semua orang yang mengunjungi peternakan.

Namun saat musim dingin tiba, Charlotte semakin lemah. Ia tahu waktunya singkat, tetapi ia terus menjadi sahabat sejati bagi Wilbur hingga akhir hayatnya. Ia mendorong Wilbur untuk berani dan baik hati, seperti yang telah ia lakukan padanya.

Ketika hewan-hewan di peternakan meratapi kehilangan Charlotte, mereka menemukan penghiburan dalam warisan yang ditinggalkannya. Wilbur, dikelilingi oleh teman-teman yang mencintainya, menjaga kenangan Charlotte tetap hidup dengan cinta dan rasa syukur.

Di musim semi, sesuatu yang menakjubkan terjadi. Anak-anak Charlotte, ratusan bayi laba-laba kecil, menetas dari telur mereka dan mulai membuat jaring mereka. Mereka melayang terbawa angin, siap untuk petualangan baru, menyebarkan pesan persahabatan dan cinta.

Kisah Jaring Laba-laba Charlotte, di mana seekor laba-laba kecil dan seekor babi mengajarkan kita arti sebenarnya dari persahabatan dan percaya pada diri sendiri dan satu sama lain.

Demikian dongeng pendek anak untuk kelas 1, 2, 3 yang bagus diceritakan karena mengandung pesan moral untuk Si Kecil. Semoga informasinya membantu!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Gen Alpha vs Gen Beta, Begini Perbedaan Pola Asuhnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Anak Ussy & Andhika Pratama Disebut Mirip Bae Suzy, Intip 5 Potret Eleanor Terbaru

Parenting Nadhifa Fitrina

Sarah Sechan Jelaskan Kondisi Mulutnya yang Kerap Disangka Sedang Mengunyah, Ternyata...

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Dongeng Pendek untuk Anak SD Kelas 1,2,3 yang Kaya Pesan Moral

Parenting Asri Ediyati

Mengenal Polyworking, Fenomena Satu Pekerjaan Tak Pernah Cukup

Mom's Life Amira Salsabila

Tanpa Disadari, 11 Kebiasaan Ini Bisa Bikin KB Jadi Kurang Efektif

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anak Ussy & Andhika Pratama Disebut Mirip Bae Suzy, Intip 5 Potret Eleanor Terbaru

5 Dongeng Pendek untuk Anak SD Kelas 1,2,3 yang Kaya Pesan Moral

Mengenal Polyworking, Fenomena Satu Pekerjaan Tak Pernah Cukup

Tanpa Disadari, 11 Kebiasaan Ini Bisa Bikin KB Jadi Kurang Efektif

Sarah Sechan Jelaskan Kondisi Mulutnya yang Kerap Disangka Sedang Mengunyah, Ternyata...

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK