HaiBunda

PARENTING

Mengenal Kaki O dan X pada Anak: Perbedaan, Diagnosis, hingga Penanganan

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Kamis, 29 Jan 2026 20:20 WIB
Ilustrasi kaki O dan X pada anak/Foto: Getty Images/geargodz
Jakarta -

Anak yang sering jatuh ketika berlari sering kali dianggap kurang berhati-hati saat bermain. Padahal, di usia 1-6 tahun, hal ini bisa berkaitan dengan kondisi kaki anak, seperti kaki berbentuk O atau X.

Melihat kaki Si Kecil yang berbeda bentuk antara kanan dan kiri tak jarang membuat orang tua merasa gelisah. Beragam spekulasi pun muncul, seperti apakah anak nantinya akan tumbuh normal? Atau ada kelainan yang perlu diperhatikan?

Bicara soal ini, Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak RS Pondok Indah dan Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A (K), mengatakan kondisi seperti kaki O atau kaki X bisa terjadi karena bawaan lahir, Bunda.


"Kalau anak punya kaki O atau kaki X, ini sebenarnya bisa jadi bawaan lahir atau cuma bagian dari fase tumbuh kembang yang normal. Biasanya akan membaik sendiri seiring waktu," ujar dr. Aulia saat berbincang bersama Rumah Sakit Pondok Indah dengan tema 'Kondisi Kaki O dan X pada Anak', Rabu (28/1/2026).

Selain itu, dr. Aulia menambahkan bahwa jika kondisi kaki Si Kecil tidak membaik seiring bertambahnya usia, sebaiknya orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter.

"Tapi, kalau kondisinya tidak berubah atau malah menetap seiring bertambahnya usia, anak harus segera mendapatkan penanganan medis," lanjutnya.

Mengenal kaki O dan X pada anak

Kaki berbentuk O atau bow legs adalah kondisi ketika lutut anak membengkok menjauh satu sama lain seperti huruf O. Kondisi ini biasanya normal pada bayi atau balita dan akan membaik seiring tumbuh kembangnya.

Kaki O merupakan kondisi yang membuat anak tampak berjalan berbeda dari anak seusianya, tetapi pada usia di bawah 2 tahun biasanya tidak menimbulkan nyeri, Bunda. Saat memasuki usia remaja, kaki O bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di lutut, panggul, atau pergelangan kaki.

Sementara itu, kaki berbentuk X atau knock knees merupakan kondisi saat kedua lutut hampir bersentuhan sedangkan pergelangan kaki mengarah keluar. Biasanya ini muncul pada anak usia 3-4 tahun dan membaik dengan sendirinya saat anak mencapai usia 6-7 tahun.

Namun, orang tua tetap perlu memantau, jika bentuk kakinya tidak berjalan dengan baik seiring waktu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Perbedaan kaki O dan X pada anak

Setelah kita mengenal definisi kaki O (bow legs) dan kaki X (knock knees) pada anak, lantas apa perbedaan keduanya? Perbedaan utamanya bisa Bunda lihat dari posisi lutut saat dirapatkan.

Kaki O ditandai dengan lutut yang melengkung ke luar dan berjauhan, sementara kaki X ditandai dengan lutut yang saling mendekat atau menempel, tetapi pergelangan kaki berjauhan.

Diagnosis kaki O dan X pada anak

Jika orang tua mendapati anak memiliki kaki O atau kaki X yang tak kunjung membaik seiring bertambahnya usia, Bunda sebaiknya mulai mewaspadai tanda-tanda lain yang mungkin muncul, seperti:

  • Bentuk kaki tidak simetris
  • Tinggi badan anak pendek
  • Lengkungan tungkai cukup parah
  • Perubahan tungkai terjadi sangat cepat
  • Adanya kelainan tulang lainnya

Untuk mengetahui kondisi terkait kelainan tungkai anak, dokter biasanya akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan keluarga. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat bentuk kaki, baik saat anak berdiri maupun saat mereka berjalan, Bunda.

Penanganan kaki O dan X pada anak

Kebanyakan, anak yang memiliki kaki O atau X sesuai dengan usia biasanya tidak perlu penanganan khusus. Kondisi ini akan membaik seiring pertumbuhan anak.

Namun, jika bentuk kaki O atau X muncul di luar usia normal atau hanya terjadi di satu sisi hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya perlu diperiksa lebih lanjut. Penanganan nantinya disesuaikan berdasarkan penyebab dan seberapa parah kelainannya.

Berikut beberapa langkah penanganan biasanya disarankan untuk anak dengan kelainan kaki O atau X:

1. Pemberian suplemen

Pada kasus tertentu, anak dengan kaki O atau X terkadang disebabkan oleh rendahnya kadar vitamin D. Pada kasus anak dengan kekurangan vitamin D, dokter biasanya akan memberikan suplemen untuk memperbaiki tulangnya.

Selain suplemen, Bunda juga perlu memastikan kebutuhan vitamin D harian anak terpenuhi. Misalnya, bisa lewat makanan yang mengandung vitamin D atau memperbanyak waktu bermain di bawah sinar matahari pagi.

2. Penggunaan alat bantu (Braces)

Untuk kasus ringan, terutama pada anak di bawah 4 tahun, penggunaan alat penyangga atau braces bisa membantu. Alat ini akan mengarahkan pertumbuhan kaki anak supaya lebih lurus seiring bertambahnya usia.

"Braces membantu anak yang bentuk kakinya O atau X. Biasanya digunakan secara bertahap sambil terus memantau perkembangan kaki," kata dr. Aulia.

3. Tindakan guided growth surgery

Jika kondisi kaki cukup signifikan atau tidak membaik dengan cara lain, guided growth surgery bisa menjadi solusi efektif. Tindakan ini bertujuan untuk mengoreksi kelainan bentuk tulang agar bisa tumbuh ke arah yang lebih bagus. Berkaitan dengan hal ini, dr. Aulia membeberkan prosedur ini secara jelas. 

"Guided growth surgery dilakukan dengan cara minimal invasif, yaitu memasang implan khusus di tulang. Implan ini menahan bagian tertentu dari tulang supaya bagian lainnya bisa tumbuh lebih normal," ujarnya.

Menurutnya, tindakan ini hanya bisa dilakukan selama masa pertumbuhan anak, Bunda. Dokter pun biasanya akan menyesuaikan waktunya berdasarkan usia dan kondisi tulang anak. 

"Kita hanya bisa melakukan tindakan ini selama masa pertumbuhan, ya. Misalnya, jika masa pertumbuhan anak selesai sekitar usia 16 tahun, biasanya tindakan maksimal dilakukan dua tahun sebelumnya, sekitar usia 14 tahun," papar dr. Aulia.

Jika kondisi anak tampak cukup jelas, tindakan bisa dipertimbangkan lebih cepat. Namun, pada anak yang usianya masih kecil, dokter akan mencoba pendekatan lain terlebih dahulu.

"Kalau anak yang masih sangat kecil, tapi bentuk kelainan sudah cukup terlihat, tindakan bisa dilakukan lebih cepat. Tapi secara umum, kita biasanya mencoba pendekatan lain dan baru mempertimbangkan tindakan guided growth surgery," jelasnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Pola Makan Ibu Hamil Berpengaruh pada Otak dan IQ Anak, Ini Penjelasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Terbaru Keluarga Victoria & David Beckham Curi Perhatian, Tak Ada Brooklyn

Mom's Life Nadhifa Fitrina

5 Potret Alita Anak Alice Norin di Usia 9 Tahun, Cantiknya Seperti Sang Bunda

Parenting Nadhifa Fitrina

Mengenal Zat Gizi Makanan yang Berfungsi sebagai Tenaga

Mom's Life Azhar Hanifah

Intip 5 Potret Rumah Mewah Arafah Rianti, Dibeli Cash dengan Harga Fantastis

Mom's Life Annisa Afani

Mengenal Kaki O dan X pada Anak: Perbedaan, Diagnosis, hingga Penanganan

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Terbaru Keluarga Victoria & David Beckham Curi Perhatian, Tak Ada Brooklyn

Mengenal Zat Gizi Makanan yang Berfungsi sebagai Tenaga

5 Potret Alita Anak Alice Norin di Usia 9 Tahun, Cantiknya Seperti Sang Bunda

Ternyata Ayah juga Bisa Alami Depresi Postpartum Paternal lho, Kenali Gejalanya Bun

Mengenal Kaki O dan X pada Anak: Perbedaan, Diagnosis, hingga Penanganan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK