PARENTING
Ini Kata-Kata Orang Tua yang Bisa Membentuk 'Mental Miskin Anak'
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 06 Feb 2026 13:00 WIBCara orang tua mendidik anak sehari-hari sangat berpengaruh pada cara berpikir mereka saat dewasa nanti. Kebiasaan kecil di rumah bisa membentuk pandangan hidup anak, termasuk soal uang dan masa depannya, Bunda.
Sejak usia dini, anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dan dengar dari orang tua. Bukan hanya sikap, tapi juga kebiasaan dan kata-kata yang kerap terucap akan mereka simpan dalam ingatan.
Karena itulah, setiap kalimat yang keluar dari mulut orang tua bisa meninggalkan bekas emosional yang cukup kuat. Dalam keseharian, anak sering menganggap ucapan orang tua sebagai 'kebenaran' yang tak perlu diragukan lagi.
Apa yang terus-menerus didengar anak akan tertanam perlahan di pikirannya. Dari situlah cara pandang mereka terhadap kehidupan mulai terbentuk.
Berkaitan dengan ini, seorang psikolog di Amerika Serikat, Brad T. Klontz, Psy.D., mengungkap bahwa terdapat kata-kata orang tua yang tanpa sadar bisa membentuk 'mental miskin' pada anak.
Kata-kata orang tua yang bisa membentuk 'mental miskin anak'
Menurut psikolog Brad T. Klontz, ada satu kalimat yang sebaiknya dihindari orang tua, yaitu "Kita tidak mampu membelinya". Ucapan ini mungkin terdengar biasa, tetapi bisa memberi 'jejak' yang cukup dalam bagi diri anak.
Kalimat tersebut biasanya muncul saat anak meminta mainan atau sesuatu yang mereka inginkan. Dalam kondisi ini, orang tua kerap memilih jawaban yang singkat supaya situasi cepat selesai.
Dikutip dari CNBC Make It, ketika anak mulai sekolah, mereka akan melihat banyak perbedaan dengan keluarga lain. Anak bisa membandingkan liburan, mainan, mobil, hingga pengalaman yang dimiliki teman-temannya.
Ketika permintaan anak ditolak, pertanyaan "Kenapa?" atau "Mengapa?" hampir selalu muncul. Di momen seperti inilah orang tua sering kali merasa serba salah.
Menolak keinginan anak memang tidaklah mudah. Apalagi, jika hal tersebut memunculkan rasa tidak nyaman karena tidak bisa memberikan hal yang sama seperti orang lain.
Perasaan tersebut bisa bikin Bunda dan Ayah bereaksi spontan dan memilih jawaban yang cepat. Salah satunya dengan mengatakan, "Kita tidak mampu membelinya,".
Oleh karena itu, psikolog Brad T. Klontz menyarankan Bunda untuk mulai menghilangkan ungkapan ini dari percakapan dengan anak. Lantas, apa alasan orang tua sebaiknya tidak mengatakan kalimat tersebut, ya?
Alasan orang tua sebaiknya tidak mengucapkan "Kita tidak mampu membelinya"
|
|
Berikut tiga alasan mengapa orang tua sebaiknya tidak mengatakan kalimat, "Kita tidak mampu membelinya," kepada anak, seperti dilansir dari CNBC Make It:
1. Orang tua mungkin berbohong
Mengatakan "Kita tidak mampu membelinya," memang terasa kurang jujur, sebab anak-anak sebenarnya cukup peka untuk merasakan kebenarannya. Kalau memang kondisinya sangat mendesak, kita biasanya akan mengusahakan segala cara supaya uang itu ada, bukan begitu, Bunda?
Sejujurnya, hampir semua keinginan anak masih bisa diusahakan lewat berbagai jalan jika kita benar-benar berniat mewujudkannya. Mulai dari mencari penghasilan tambahan hingga menggunakan tabungan, selalu ada celah yang bisa diambil untuk memenuhi permintaan mereka.
Intinya, selama permintaannya bukan hal yang mustahil, alasan 'tidak mampu membeli' ini rasanya kurang tepat diberikan kepada anak.
Alangkah lebih baik jika kita memberikan pengertian yang lebih logis daripada sekadar jawaban yang menutup komunikasi dengannya, Bunda.
2. Pola pikir anak terhadap uang akan serba kurang
Anak yang suka dilarang membeli sesuatu tanpa alasan yang jelas biasanya akan merasa 'haus' akan kebebasan saat mereka dewasa nanti. Hal ini bisa membuat mereka meledak-ledak ketika sudah memiliki penghasilan sendiri.
Jika sejak kecil anak hanya tahu bahwa uang itu sulit didapat, ia akan tumbuh dengan pola pikir yang serba merasa kekurangan. Perasaan ini perlahan akan tertanam kuat dalam benak mereka, Bunda.
Rasa 'miskin' secara mental ini berisiko terus terbawa bahkan hingga mereka sudah berkeluarga. Nantinya, ketika sudah mengenal kartu kredit atau pinjaman, mereka cenderung kalap berbelanja demi menutupi rasa kekurangannya di masa lalu.
3. Orang tua kehilangan kesempatan mengajarkan anak
Saat anak meminta barang yang harganya cukup mahal, sebenarnya itu adalah momen tepat untuk mulai berdiskusi. Bunda bisa menjelaskan tentang anggaran keluarga dan alasan mengapa kita perlu menabung untuk keperluan yang lebih penting.
Jelaskan juga mengapa kita lebih memilih mengejar tujuan yang jangka panjang daripada sekadar menuruti keinginan sesaat. Bunda bisa memberi pengertian bahwa gaya hidup yang berlebihan, seperti rumah atau mobil mewah, sering kali membuat orang terjebak di masalah keuangan.
Jika permintaan mereka terasa tidak masuk akal, jangan langsung mematahkan semangatnya, ya. Ajaklah mereka bermimpi, misalnya jadi pengusaha sukses yang mampu membangun kekayaan hingga bisa terwujud suatu saat nanti.
Apa yang sebaiknya orang tua ucapkan?
Tahukah bahwa anak yang cerdas mengelola uang biasanya tumbuh di keluarga yang terbiasa membicarakan soal keuangan? Lewat komunikasi di rumah, anak akan paham bahwa uang adalah sesuatu yang perlu dikelola dengan bijak.
Daripada langsung memutus keinginannya dengan mengucap "Kita tidak mampu membelinya," cobalah gunakan bahasa yang lebih positif. Bunda bisa menjelaskan bahwa uangnya ada, tapi saat ini dipilih untuk kebutuhan lain yang sudah direncanakan.
Sampaikanlah alasan Bunda dengan jujur, seperti saat sedang fokus melunasi cicilan atau menabung untuk membeli rumah baru. Jelaskan juga kalau uang tersebut sedang diinvestasikan untuk masa pensiun atau supaya Bunda bisa punya banyak waktu luang bersama mereka nantinya.
Itulah penjelasan tentang kata-kata orang tua yang bisa membentuk 'mental miskin' pada anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Tanpa Disadari, Anak yang Kurang Menarik Bisa Kurang Diperhatikan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Membantu Anak Mengambil Keputusan, Ajarkan Sejak Dini Bun
Kekhawatiran Utama Ortu Menurut Studi: Anak Tak Punya Skill untuk Masa Depan
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Ini Zodiak dengan Kecerdasan Teratas Menurut Astrolog
Kemenhut Cabut Izin Pengelola Bandung Zoo, Bagaimana Nasib Satwa?
11 Kebiasaan yang Terbentuk karena Pernah Hidup Kekurangan
Kenali Karakter Anak Gen Beta Lahir Tahun 2025 & Cara Mendidik
Ini Kata-Kata Orang Tua yang Bisa Membentuk 'Mental Miskin Anak'
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Ini Zodiak dengan Kecerdasan Teratas Menurut Astrolog
Kenali Karakter Anak Gen Beta Lahir Tahun 2025 & Cara Mendidik
Kemenhut Cabut Izin Pengelola Bandung Zoo, Bagaimana Nasib Satwa?
Momen Haru Winky Wiryawan dan Istri Bertemu Anak Asuh di Flores
11 Kebiasaan yang Terbentuk karena Pernah Hidup Kekurangan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Terpopuler: Perwalian Anak & Ahli Waris Mpok Alpa hingga Istri Kedua Pesulap Merah
-
Beautynesia
3 Kesalahan Pakai Serum yang Bikin Hasilnya Nggak Maksimal
-
Female Daily
Review Dyson Airwrap Co-anda 2x: Hair Styling Tool Powerful untuk Daily Styling!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Glamor Tiara Andini Tampil di Acara Nikahan, Pakai Selendang Bulu Pink
-
Mommies Daily
Visum Korban Kekerasan Seksual Tidak Lagi Ditanggung Negara, Ini Dampaknya!