parenting
7 Kalimat Sering Diucapkan Anak yang Dapat Pengaruhi Harga Dirinya, Perbaiki Segera!
HaiBunda
Sabtu, 31 Jan 2026 15:00 WIB
Daftar Isi
Kita suka enggak sadar, kata-kata yang diucap dalam keseharian bisa terekam lebih cepat di kepala anak. Mulai dari obrolan santai sampai tontonannya di rumah, semua bisa berpengaruh pada cara mereka melihat diri sendiri.
Beberapa ucapan bisa membuat anak mulai menilai diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Perilaku dan cara mereka berinteraksi juga bisa terbentuk dari hal-hal yang terdengar biasa.
Tak hanya dari anak saja, sebagai orang tua kita perlu 'berkaca' pada diri sendiri. Bukan tanpa alasan, hal ini karena anak cenderung meniru dari perilaku dan orang tuanya.
Selain memperbaiki diri, Bunda juga perlu lebih jeli memperhatikan apa yang diucapkan oleh anak dalam sehari-hari. Kata-kata yang terucap bisa berdampak besar bagi perkembangan mereka.
Kalimat yang sering diucapkan anak yang dapat pengaruhi harga dirinya
Yuk, simak beberapa kalimat yang sering diucapkan anak dan dapat berpengaruh pada harga dirinya, seperti dilansir dari laman Times of India:
1. "Aku bodoh"
Ketika anak tiba-tiba mengucapkan, "Aku bodoh" setelah melakukan kesalahan, ini seperti alarm bagi kita. Mereka kerap mengatakan ini karena merasa kesal atau mungkin membandingkan diri dengan teman-teman lain di sekitarnya.
Kalau dibiarkan, kata-kata seperti ini bisa perlahan merusak rasa percaya diri anak. Selain itu, Bunda juga perlu mengoreksi dan mengingatkan anak bahwa melakukan kesalahan itu wajar.
Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua? Sebaiknya, Bunda sampaikan kalimat ini kepada anak, "Kamu sedang belajar, dan itu akan membuatmu semakin baik ke depannya".
2. "Aku membencimu"
Terkadang, anak mengucapkan kalimat ini saat sedang marah, tetapi mereka belum paham betul dampak dari kata tersebut. Kita perlu memberi pengertian bahwa kata 'benci' kurang tepat digunakan untuk orang tersayang, meskipun mereka sedang merasa kesal.
Cobalah ajak Si Kecil untuk lebih jujur dengan perasaannya melalui kalimat seperti, "Aku sedang marah" atau "Aku tidak suka kalau begini". Cara ini membantu mereka untuk mengenali emosi yang sebenarnya tanpa harus menyakiti perasaan orang lain, Bunda.
3. "Itu tidak adil!"
Ucapan "Itu tidak adil!" biasanya keluar dari mulut anak ketika keinginannya tidak dituruti, seolah-olah dunia berputar hanya untuk mereka. Kalau terus dibiarkan, ini bisa membuat anak merasa selalu harus mendapatkan apa yang diinginkan.
Bunda perlu meluruskan pemahaman ini bahwa hidup memang tak selalu adil, dan adil itu bukan berarti harus selalu mendapatkan yang apa yang diinginkan. Lebih baik, ajak mereka untuk menanyakan alasannya dengan tenang, bukan berteriak.
4. "Aku tidak bisa melakukannya"
Mungkin terdengar biasa saja saat anak mengatakan, "Aku tidak bisa melakukannya". Namun, kalimat ini sebenarnya bisa mengikis rasa percaya diri mereka secara perlahan, Bunda.
Begitu anak merasa benar-benar tidak mampu, mereka cenderung akan menyerah dan berhenti mencoba hal-hal baru yang menantang.
Sebagai orang tua, kita bisa membantu mengubah cara berpikir ini dengan menambahkan satu kata, yakni 'belum'. Ajak anak untuk mengatakan, "Saya belum bisa melakukannya" supaya mereka bisa lebih fokus pada usahanya, bukan dari hasil akhirnya.
5. "Ini bukan salahku"
Si Kecil sering kali mengucap, "Ini bukan salahku" untuk menghindari teguran saat mereka merasa terpojok atau takut akan kesalahannya. Namun, kebiasaan menyalahkan keadaan justru bisa menghambat mereka untuk belajar bertanggung jawab atas perbuatannya.
Bunda bisa mengajarkan bahwa setiap orang pasti pernah berbuat salah dan mengakui kesalahan adalah tanda kedewasaan yang luar biasa.
Ajaklah anak untuk berani berkata, "Aku melakukan kesalahan, dan aku akan memperbaikinya" agar mereka merasa punya kendali atas masalah tersebut, Bunda.
6. "Aku bosan"
Kalimat ini rasanya kini sudah menjadi ucapan yang sering kita dengar ya, Bunda. Saat anak mengeluh bosan, biasanya itu adalah 'kode' bahwa mereka sedang mencari hiburan yang instan, seperti bermain gadget.
Bunda bisa menjelaskan bahwa rasa bosan sebenarnya adalah kesempatan mereka untuk berpikir dan mencari ide baru. Cobalah tawarkan anak untuk menentukan sendiri kegiatan bermain atau menekuni hobi yang disukai.
7. "Tidak ada yang menyukaiku"
Kalimat ini kerap kali menjadi tanda adanya rasa kurang percaya diri atau cemas pada anak. Mereka cenderung melebih-lebihkan keadaan dengan kata-kata 'dramatis' saat merasa sedih atau dikucilkan dari lingkungan pertemanannya.
Bunda bisa membantunya dengan mengoreksi ucapan tersebut agar Si Kecil bisa belajar mengenal emosi yang sedang mereka rasakan. Coba ajak mereka untuk berkata jujur seperti, "Aku merasa kesepian hari ini," daripada menyalahkan keadaan atau diri sendiri.
Itulah kumpulan kalimat yang sering diucapkan anak dan dapat berpengaruh pada harga dirinya. Yuk, perbaiki segera supaya mereka bisa tumbuh lebih percaya diri, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
6 Cara Mengendalikan Emosi pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Parenting
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Parenting
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Parenting
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Parenting
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
6 Kebiasaan Orang Tua yang Tak Disadari Bisa Merugikan Anak di Masa Depan Menurut Pakar
Kumpulan Kata-kata Sederhana yang Membangun Rasa Percaya Diri Anak Setiap Hari
5 Kalimat yang Dipakai Miliuner untuk Bikin Anak Tertarik Menabung & Memikirkan Masa Depan