Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ternyata Nama Anak Bisa Memengaruhi Bentuk Wajah saat Dewasa, Ini Kata Studi

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 15 Feb 2026 12:40 WIB

Hindari Ucapkan
Ilustrasi/Foto: Getty Images/maruco
Daftar Isi
Jakarta -

Studi mengungkapkan bahwa nama anak dapat memengaruhi bentuk wajah saat dewasa, bahkan bisa juga berpengaruh pada pembentukan karakter kelak. Mengapa bisa demikian?

Ya, disebut-sebut bahwa pilihan nama yang diberikan orang tua bukan hanya mencerminkan harapan, identitas, atau nilai keluarga, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang dipersepsikan oleh orang lain. 

Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa nama dapat berpengaruh pada penampilan wajah seseorang.

Studi tentang nama dan pengaruhnya pada bentuk wajah

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh beberapa peneliti, termasuk dari Hebrew University dan Reichman University, ditemukan besarnya dampak pembentukan sosial dari sebuah nama. Dikutip dari Eureka Alert, pengaruh ini begitu kuat hingga bahkan dapat mengubah penampilan wajah seseorang.

Untuk menemukan hasil tersebut, peneliti membandingkan cara anak-anak usia 8 -12 tahun dan dewasa di atas 18 tahun dalam mencocokkan wajah dan nama yang ada. 

Tes tersebut layaknya pilihan ganda di mana responden tinggal memilih nama yang paling sesuai dengan foto yang tertera.

Kelompok responden anak-anak dan dewasa sama-sama bisa mencocokan dengan baik. Akan tetapi, kelompok dewasa yang lansia tidak akurat dalam menebak wajah anak berusia 9-10 tahun.

Begitu juga ketika wajah anak-anak di usia tersebut dipasang efek lebih tua. Responden dewasa masih samar dalam menebaknya.

Dari eksperimen di atas, disimpulkan bahwa penampilan wajah seseorang berubah seiring bertambah usia hingga sesuai dengan namanya. Perubahan penampilan dilakukan dalam cara berpakaian, gaya rambut, hingga ekspresi wajah.

"Diduga kuat seseorang dapat mengubah penampilan mereka dari waktu ke waktu agar sesuai dengan ekspektasi budaya yang melekat pada nama mereka," ungkap peneliti Prof. Ruth Mayo dari Hebrew University.

Kaitan antara penampilan dan lingkungan sosial

Dalam penelitian lainnya, dilakukan juga uji coba serupa tetapi menggunakan algoritma pembelajaran mesin. Mereka menganalisis kumpulan data citra yang lebih besar.

"Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa bahkan penampilan wajah kita dapat dipengaruhi oleh faktor sosial seperti nama kita, yang mengkonfirmasi dampak kuat dari ekspektasi sosial," tulis para peneliti.

Dengan kata lain, nama yang diberikan orang tua kepada anak biasanya memiliki pertanda sosial. Orang tua berharap nama-nama baik yang diberikan kepada anaknya, kelak akan memberikan hal yang baik juga pada mereka.

"Kita adalah makhluk sosial yang dipengaruhi oleh pengasuhan. Salah satu komponen fisik yang paling unik dan individual adalah wajah, yang dapat dibentuk oleh faktor sosial dari nama," sambungnya.

Studi lain menunjukkan bahwa persepsi terhadap sebuah nama, misalnya saat nama anak terlihat lebih modern atau justru lebih kuno, pun bisa memengaruhi penilaian orang lain, Bunda.

Semakin modern nama seseorang, semakin menarik orang tersebut dianggap. Nah, daya tarik ini sering kali dikaitkan dengan kecerdasan.

Nama juga berpengaruh pada pembentukan karakter seseorang

Selain bentuk wajah, nama juga disebut-sebut bisa memengaruhi karakter seseorang, Bunda. Alasan utamanya, nama turut membentuk cara orang lain memandang anak dan pada akhirnya memengaruhi seperti apa pribadi anak kelak saat beranjak dewasa.

"Nama digunakan untuk mengidentifikasi seseorang dan berkomunikasi dengannya setiap hari. Nama juga menjadi dasar utama konsep diri, terutama dalam kaitannya dengan berinteraksi dengan orang lain," ujar David Zhu, dari Arizona State University, dikutip dari BBC. 

Nama memberi pengaruh yang sangat personal, diberikan sejak lahir, dan biasanya melekat sepanjang hidup.

Namun tetap perlu diingat bahwa kepribadian bukan berarti hanya dibentuk dari nama saja, melainkan oleh banyak faktor. Mulai dari faktor lingkungan, hingga genetik. 

Pengalaman anak di tahun-tahun awal kehidupan berperan besar, begitu pula dengan lingkungan sekitar. Menurut penelitian yang dilakukan Huajian Cai dan rekan-rekannya di Institute of Psychology di Beijing, nama turut memengaruhi pandangan orang lain.

"Nama dapat memengaruhi cara kita memandang diri sendiri dan cara orang lain memperlakukan kita. Saya menyarankan agar orang tua berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan nama yang baik bagi bayi mereka sesuai dengan budaya masing-masing," pesan Cai.

Lalu, bagaimana nama bisa memengaruhi anak?

Dapat disimpulkan bahwa ketika anak diberikan nama, berbagai ekspektasi sosial dan interaksi akan mulai terbentuk dengan sendirinya. Hal ini dapat memengaruhi cara orang memperlakukan anak. 

Dengan demikian, sikap sosial dan tekanan dari lingkungan lama-kelamaan dapat membentuk bagaimana anak mempersepsikan dirinya sendiri. Seiring waktu, anak semakin terbiasa untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan ekspektasi dari nama yang dimilikinya.

Sebagai contoh, ketika anak memiliki nama bernuansa Islami, maka secara tidak langsung ia diharapkan memiliki karakter yang lebih Islami juga.

Itulah penjelasan tentang studi berkaitan nama anak bisa memengaruhi bentuk wajah dan karakternya saat dewasa.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda