PARENTING
5 Stimulasi Belajar Anak Usia Dini dan Contohnya Menurut Pakar
Maya Sofia Puspitasari | HaiBunda
Rabu, 11 Feb 2026 13:00 WIBBagi Bunda yang memiliki anak berumur 1-5 tahun pasti merasakan bahwa fisik dan juga otak Si Kecil di usia tersebut berkembang sangat cepat. Di usia inilah kemudian banyak orang tua berlomba-lomba ingin menstimulasi anak agar perkembangannya maksimal.
Lalu sebenarnya apa saja stimulasi belajar yang bisa diterapkan orang tua kepada anak usia dini 1-5 tahun? Praktisi Psikologi Anak Usia Dini, Aninda, S.Psi, M.Psi.T. mengungkapkan bahwa pada dasarnya ada lima stimulasi belajar untuk anak usia dini, Bunda. Yuk, simak apa saja stimulasi belajar yang bisa kita terapkan pada Si Kecil.
1. Stimulasi belajar fisik
Pertama, ada stimulasi fisik, yakni stimulasi yang lebih kepada motorik kasar, motorik halus, dan olahraga. Contoh stimulasi fisik ini antara lain adalah gimnastik yang kini cukup diminati.
"Misalnya, kan zaman sekarang tuh banyak anak-anak yang diikutin gimnastik mungkin ya. Nah itu masuknya ke fisik. Atau ikut olahraga, berbagai macam olahraga juga masuk ke fisiknya," ungkap Aninda dalam dalam diskusi Nutrilon Royal dan Indomaret Dukung Stimulasi Anak Jadi Pemenang dalam Winner's Squad Adventure ke Hong Kong pada Sabtu, 7 Februari 2026.
2. Stimulasi belajar bahasa
Kedua, adalah stimulasi belajar bahasa. Contoh stimulasi belajar bahasa yang bisa Bunda terapkan pada anak usia dini 1-5 tahun antara lain storytelling, dongeng, hingga belajar second language atau bahasa kedua.
3. Stimulasi belajar seni
Ketiga, adalah stimulasi belajar seni. Aninda menuturkan bahwa contoh dari stimulasi yang bisa dilakukan Si Kecil adalah belajar art and craft hingga musik.
4. Stimulasi belajar sosial
Selanjutnya adalah stimulasi belajar sosial. Kegiatan yang termasuk dalam stimulasi belajar sosial ini antara lain bermain berkelompok, sociodramatic play, hingga belajar social values.
"Empati, disiplin, dan moral, masuk ke social values," ujar Aninda.
5. Stimulasi belajar kognitif
Sementara itu contoh stimulasi kognitif antara lain mencakup Science, Technology, Engineering, sama Mathematics (STEM). Menurut Aninda, stimulasi ini paling banyak mendapat perhatian dari para orang tua.
"STEM ini akan membuat anak-anak berpikir kritis, inovatif. Problem solving-nya juga jalan. Orang tua menganggap bahwa kemampuan berpikir secara sains ini itu akan berdampak positif banget untuk masa depannya anak-anak," tutur Aninda.
Berikut contoh kegiatan stimulasi belajar kognitif berbasis sains:
- Sensory play
Manfaat dari stimulasi belajar ini antara lain hands-on mengasah indra anak, kemampuan diferensiasi dan klasifikasi. - Water play
Manfaat dari stimulasi ini adalah Si Kecil bisa memahami konsep gaya dan tekanan (fisika dasar), serta learning through experience. - Blocks play
Sementara itu dalam kegiatan blocks play, Si kecil bisa belajar mengurutkan ukuran, berat, dan keseimbangan. - Astronomy for beginner
Kegiatan ini membantu mengasah rasa ingin tahu anak dan berpikir kritis. "Kalau kita mengajarkan anak tentang astronomi di rumah saja, dia jadi tahu, 'Oh ternyata banyak planet ya.' Dari situ pasti banyak pertanyaan yang muncul," ungkap Aninda. - Get to know: electricity
Manfaat dari kegiatan ini Si Kecil akan lebih memahami konsep sebab-akibat dan learning by experiment. - Petting zoo
Lewat kegiatan petting zoo, Si Kecil bisa mengenal makhluk hidup lain sekaligus menumbuhkan keberanian dan percaya diri mereka, serta rasa sayang. "Anak jadi tahu, 'Oh makhluk hidup itu macam-macam, enggak cuma kita manusia, tapi juga ada hewan, ada tumbuhan,'" tutur Aninda.
Lebih lanjut Aninda menjelaskan bahwa selain stimulasi, ada hal lain yang tak kalah penting bagi perkembangan Si Kecil, yakni nutrisi. Menurutnya, tanpa nutrisi maka stimulasi tidak akan maksimal.
"Jadi kalau tanpa nutrisi atau kurang nutrisi, akhirnya apa nih? Perkembangannya terhambat, imunitasnya menurun, akhirnya gangguan perkembangan kognitifnya yang berhubungan dengan kemampuan dia fokus, kemampuan dia menalar, itu akhirnya juga jadi enggak maksimal," ucapnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)