PARENTING
Anak Belanda Disebut Jadi Paling Bahagia di Dunia, Ini Kebiasaan yang Dilakukan & Dihindari Ortu
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 02 Jun 2026 09:30 WIBAnak-anak Belanda disebut sebagai salah satu anak paling bahagia di dunia, Bunda. Tentunya, kondisi ini berkaitan dengan suksesnya parenting orang tua Belanda yang selalu mengedepankan keseimbangan dan kebebasan.
Budaya yang sudah mengakar kuat di Belanda ini ternyata mampu memberikan banyak manfaat bagi anak-anak, terutama untuk kesejahteraan mental mereka. Dengan mental yang sehat, anak-anak akan jauh lebih bahagia dan menikmati hidup yang dijalaninya kini.
Yuk, simak bagaimana pengaruh parenting orang tua Belanda sehingga tumbuhlah anak-anak yang bahagia.
Nilai yang selalu dipegang orang tua Belanda sebelum mengasuh anak
Parenting yang dilakukan orang tua Belanda tentunya tidak lepas dari prinsip atau nilai yang dipegang dalam hidup mereka, Bunda. Dikutip dari laman Parents, berikut beberapa nilai dasar yang menjadi pegangan orang tua dalam menerapkan pola pengasuhan:
1. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga
Salah satu alasan mengapa banyak anak di Belanda yang bahagia adalah karena mereka sangat menghargai keseimbangan porsi antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, Bunda. Bagi mereka, waktu bersama keluarga sama pentingnya dengan pekerjaan.
Bahkan, sebuah studi pada 2021 menemukan bahwa hampir separuh tenaga kerja di Belanda bekerja paruh waktu. Tak hanya itu, para ayah di sana juga memiliki 'Papaday', yakni satu hari khusus setiap minggu untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak.
Dengan adanya waktu khusus di rumah, orang tua jadi memiliki lebih banyak kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas anak, seperti bermain, olahraga, menonton pertandingan, atau sekadar menikmati waktu santai bersama keluarga.
2. Mengutamakan kebersamaan saat makan bersama anak
Orang tua di Belanda juga terbiasa meluangkan waktu untuk makan bersama keluarga, setidaknya satu kali setiap hari, Bunda. Momen ini menjadi kesempatan bagi setiap anggota keluarga untuk saling terhubung, berinteraksi, dan berbagi cerita atau kegiatan sehari-hari.
Kebiasaan sederhana tersebut dinilai dapat membantu menjaga kesehatan mental keluarga sekaligus membuat anak merasa lebih diperhatikan dan dekat dengan orang tua. Langkah ini juga dipercaya dapat membantu tumbuh kembang anak lebih bahagia secara emosional.
3. Membesarkan anak dengan rutinitas dan struktur yang jelas
Sejak lahir, orang tua di Belanda dianjurkan menerapkan prinsip “rust, reinheid, regelmaat” yang berarti istirahat, kebersihan, dan keteraturan. Prinsip ini dipercaya dapat membantu anak tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan nyaman, Bunda.
Karena itu, anak-anak di Belanda umumnya dibiasakan memiliki jadwal harian yang jelas, termasuk waktu tidur, bermain, hingga beristirahat. Orang tua juga memprioritaskan rutinitas yang konsisten agar anak merasa aman dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
4. Menghargai pendapat anak dalam keluarga
Orang tua di Belanda percaya bahwa anak perlu merasa didengar dan dihargai sejak kecil. Oleh karena itu, mereka terbiasa melibatkan anak dalam pengambilan keputusan sederhana yang sesuai dengan usia serta kemampuan komunikasinya.
Melalui penerapan ini, anak jadi belajar menyampaikan pendapat, bernegosiasi, hingga memahami batasan dirinya sendiri. Orang tua juga berusaha mendengarkan apa yang dirasakan dan dipikirkan anak (komunikatif), serta terbuka terhadap berbagai topik sensitif.
Ketahui metode parenting orang tua Belanda yang membuat anak jadi bahagia
|
|
Melihat nilai-nilai yang dipegang orang tua Belanda, tak heran jika mereka dikenal memiliki pola pengasuhan yang gentle dan hangat terhadap anak. Berikut beberapa bentuk parenting orang tua Belanda yang dapat diterapkan dikutip berbagai sumber:
1. Budaya bersepeda yang membuat anak mandiri
Salah satu hal yang menarik dari parenting orang tua Belanda adalah kebiasaan bersepeda yang sudah diterapkan sejak dini. Bahkan, seorang pengamat merasa kagum ketika melihat seorang ibu di Belanda bersepeda sambil membawa dua anak dan belanjaan sekaligus.
Tak butuh lama untuk anak-anak di Belanda belajar bersepeda, Bunda. Selain bermanfaat untuk kesehatan fisik, kebiasaan yang dilakukan sedari kecil ini juga dapat membantu membentuk rasa mandiri dan percaya diri pada anak, lho.
Orang tua di sana juga terbiasa memberikan dorongan dan pesan-pesan kepada anak untuk menghadapi lingkungan sekitar tanpa rasa takut yang berlebihan. Oleh karena itu, bersepeda di berbagai musim menjadi hal yang normal bagi anak-anak di Belanda.
2. Anak tidak dikekang meskipun terdapat aturan
Orang tua di Belanda dikenal tidak terlalu ketat dalam mengasuh anak, Bunda. Dibandingkan negara lainnya, mereka termasuk dalam parenting yang jarang sekali menggunakan fisik, apalagi memarahi anak atau memberinya hukuman keras.
Hal ini terlihat dari bagaimana anak-anak di Belanda diberi kebebasan untuk bermain dan beraktivitas sendiri di luar rumah. Ya, anak-anak di sana terbiasa bermain di lingkungan terbuka tanpa terus-menerus diawasi secara berlebihan.
Meski memberi banyak kebebasan, bukan berarti anak dibesarkan tanpa aturan ya, Bunda. Orang tua tetap menerapkan batasan dan struktur yang jelas dalam kehidupan sehari-hari anak, seperti menjaga rutinitas tidur tepat waktu.
3. Orang tua bersikap terbuka dan jujur
Tahukah Bunda, orang Belanda dikenal memiliki cara bicara yang jujur dan terbuka, lho. Hal ini juga berkaitan dengan pola pengasuhan yang cenderung menjelaskan alasan di balik suatu aturan dibuat agar anak dapat memahami dan belajar bertanggung jawab.
Melalui parenting ini, anak-anak diharapkan menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Menariknya, pola pengasuhan ini diterapkan kepada anak laki-laki maupun perempuan, baik di rumah maupun di sekolah.
4. Tak selalu fokus pada nilai akademis
Bagi orang tua di Belanda, pendidikan bukan hanya soal mendapatkan nilai tinggi di sekolah. Lebih dari itu, pendidikan dianggap sebagai proses untuk membantu anak berkembang, mengenal diri sendiri, dan mampu menyampaikan apapun yang mereka rasakan.
5. Kedua orang tua terlibat dalam pengasuhan
Anak-anak di Belanda diajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran yang setara, termasuk dalam keluarga. Dibandingkan beberapa negara lain, para ayah di Belanda lebih sering menghabiskan waktu di rumah untuk mengasuh atau sekadar bermain dengan anak.
Terkadang, orang tua juga bergantian dalam menjaga anak. Misalnya, saat anak-anak libur sekolah, biasanya akan ada salah satu orang tua yang berada di rumah. Maka dari itu, anak di Belanda bahagia karena memiliki tangki cinta cukup dari kedua orang tuanya
6. Mengajarkan anak hidup sederhana sejak dini
Sejalan dengan bagaimana orang tua Belanda memberikan keluwesan kepada anak, mereka juga memegang teguh prinsip, "Jalani saja dengan sederhana, itu sudah cukup". Artinya, anak-anak tidak selalu dituntut menjadi yang paling hebat atau menonjol, Bunda.
Selain anak didorong untuk melakukan hal yang mereka sukai dan membuat bahagia, keluarga di Belanda juga cenderung menghabiskan waktu dengan cara yang sederhana. Di antaranya, beraktivitas di luar ruangan, pergi berkemah, atau sekedar bersantai di ruang TV.
Itulah penjelasan mengenai bagaimana bentuk parenting orang tua Belanda mampu membuat anak bahagia. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan Bunda, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Gaya Parenting Sophia Latjuba Ternyata Terinspirasi dari Ilmu China
Mengenal Nunchi, Gaya Parenting Korea untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak
5 Cara Mendidik Anak dalam Islam, Bunda Perlu Tahu
Beda Gaya Parenting Tiger Mom Vs Elephant Mom, Bunda Termasuk yang Mana?
TERPOPULER
Tsania Marwa Akui Sudah Move On, Ibunda Sebut Sudah Banyak yang Melamar
Anak Belanda Disebut Jadi Paling Bahagia di Dunia, Ini Kebiasaan yang Dilakukan & Dihindari Ortu
Ibu Hamil Suntik Botox, Ketahui Fakta tentang Keamanannya Bun
Doa Setelah Azan Lengkap Tulisan Arab dan Terjemahan Bahasa Indonesia
Fungsi Tuba Fallopi pada Sistem Reproduksi Perempuan dan Perannya dalam Kehamilan
REKOMENDASI PRODUK
7 Proyektor Mini Terbaik untuk Nonton Bareng Keluarga di Bawah Rp1 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Bra Seamless Terbaik yang Nyaman Dipakai Seharian, Cocok juga untuk Busui
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kasur Busa Terbaik Anti Kempes yang Bikin Tidur Nyaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Benih Bibit Sayuran yang Cepat Tumbuh dan Panen di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sepatu Sekolah Warna Hitam Anak Laki-Laki & Perempuan
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dua Lipa & Callum Turner Resmi Menikah, Berawal dari Baca Buku yang Sama
15 Nama Artis Indonesia Berawalan H dan Artinya, Menarik Penuh Makna
Ibu Hamil Suntik Botox, Ketahui Fakta tentang Keamanannya Bun
Tsania Marwa Akui Sudah Move On, Ibunda Sebut Sudah Banyak yang Melamar
Anak Belanda Disebut Jadi Paling Bahagia di Dunia, Ini Kebiasaan yang Dilakukan & Dihindari Ortu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
10 Pekerjaan yang Paling Terdampak dan Aman dari AI, Apakah Profesi Anda Masuk Daftar?
-
Beautynesia
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Banyak Orang Tetap Konsumtif di Tengah Krisis Ekonomi
-
Female Daily
Rin Culinary Art: Sentuhan Artistik Michelin-Starred Berpadu dengan Kekayaan Bahan Lokal Indonesia
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
BTS Juara Bertahan, Ini Top 10 'Power Celebrity' Versi Forbes Korea
-
Mommies Daily
7 Kesalahan Orang Tua yang Tanpa Sadar Bikin Anak Stres Jelang UAS