HaiBunda

PARENTING

Peneliti Temukan Paparan Logam dalam Gigi Susu Anak Pengaruhi Perkembangan Otak & Perilaku

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Jumat, 12 Jun 2026 13:00 WIB
Paparan Logam dalam Gigi Susu Anak/ Foto: Getty Images/NanoStockk

Bunda, penelitian terbaru mengungkap bahwa paparan logam yang tersimpan dalam gigi susu anak ternyata patut diwaspadai, lho. Temuan ini menjadi pengingat kita sebagai orang tua untuk selalu peka terhadap kebersihan lingkungan yang akan dijelajahi Si Kecil.

Mungkin, selama ini kita mengira benda-benda yang terlihat bersih itu sudah pasti aman, Bunda. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Tampilan bersih tak seperti menjamin keamanan kandungan bahan, seperti paparan logam timbal yang mampu masuk ke dalam tubuh.

Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi Bunda yang memiliki anak di usia dini, yang masih suka menggigit atau memasukkan benda ke dalam mulut. Jika benda tersebut mengandung logam, maka paparannya akan masuk dan terserap dalam gigi susu yang sedang berkembang.


Lantas, bagaimana dampak dari paparan logam yang terserap dalam gigi susu anak? Nah, untuk memahaminya lebih lanjut, simak penjelasan dan temuannya dari para ahli berikut ini.

Penelitian tentang logam pada gigi susu anak

Melansir dari Medical Xpress, para peneliti dari Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai, menemukan bahwa paparan logam dari lingkungan mampu memengaruhi perkembangan anak dalam 10 tahun pertama. Salah satunya yang sering terdampak ialah perkembangan otak dan perilaku anak.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances ini merupakan studi pertama yang menganalisis gigi susu anak dengan teknologi pencitraan otak yang canggih, Bunda. Para ahli mengidentifikasi bayi mulai dari dalam kandungan hingga lahir, dengan mengamati kondisi otak terhadap paparan lingkungan.

Dalam penelitian tersebut tim menganalisis gigi susu yang tanggal berdasarkan data kohort kelahiran PROGRESS di Kota Meksiko. Studi yang dimulai sejak tahun 2007 ini mengikuti perkembangan anak hingga remaja guna memahami bagaimana paparan lingkungan sosial dan kimia memengaruhi kesehatan.

Dengan metode khusus yang telah dikembangkan di Mount Sinai, para peneliti membaca lapisan demi lapisan pada gigi susu anak yang terbentuk sejak trimester kedua kehamilan. Dari sini, mereka berhasil menemukan paparan terhadap sembilan jenis logam lingkungan, yang kemudian dikaitkan dengan hasil pemindaian MRI otak dan perilaku anak.

Menurut penulis utama studi tersebut, Manish Arora, gigi susu menyimpan catatan yang sangat penting bagi kehidupan awal anak. Gigi susu mampu memberikan gambaran kondisi lingkungan sejak masa janin hingga kehidupan setelah lahir

“Gigi susu bisa memberi gambaran tentang kondisi lingkungan yang dialami bayi sejak masih di dalam kandungan hingga awal setelah lahir, bahkan bisa dilihat secara rinci dari minggu ke minggu, sesuatu yang belum bisa dilakukan oleh teknologi lain,” jelas Dr. Arora.

Hasil penelitian logam yang terdapat pada gigi susu anak

Studi ini diketahui melibatkan 489 anak yang memiliki paparan logam di gigi susu mereka, Bunda. Dari total tersebut, setidaknya ada 395 anak yang menjalani penilaian perilaku, sementara 191 lainnya melakukan pemindaian otak menggunakan MRI.

Melalui data ini, peneliti dapat melihat hubungan antara paparan logam di usia dini dengan perkembangan otak anak di kemudian hari. Dengan bantuan teknologi yang canggih, maka hasil penelitian yang diperoleh pun tentunya akan jauh lebih optimal, Bunda.

Berbicara tentang gigi susu anak, gigi susu sendiri terdiri dari beberapa lapisan dan sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Selama proses pertumbuhan tersebut, gigi menyerap sejumlah kecil logam yang menyebar di dalam tubuh.

Hasilnya, peneliti menemukan dua periode kehidupan bayi paling krusial terhadap paparan logam, yakni pada minggu ke-4 hingga ke-8 setelah lahir dan minggu ke-32 hingga ke-42. Pada periode ini, paparan logam berada di tingkat tertinggi sehingga menimbulkan gangguan perilaku, seperti kecemasan, gangguan perhatian, dan gangguan suasana hati.

Efek paling kuat pada bayi terjadi sekitar minggu ke-32 hingga le-42. Pada fase ini, peningkatan paparan logam dikaitkan dengan kenaikan skor gangguan perilaku yang signifikan, yakni sekitar 4 persen anak menunjukkan gangguan dalam kategori klinis, yang mana gejala tersebut sudah cukup serius dan berpotensi menjadi masalah kesehatan mental.

Di sisi lain, hasil pemindaian otak juga menunjukkan bahwa anak yang terpapar campuran logam lebih tinggi sejak dini memiliki perbedaan perkembangan otak. Selain perbedaan pada struktur otak, berbagai area otak yang saling terhubung dan komunikasi juga mengalami gangguan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa paparan logam pada periode kritis anak mampu meningkat risiko masalah perilaku dan perkembangan otak. Mulai dari kesulitan berkonsentrasi, kurangnya perhatian, hingga hiperaktivitas.

Pentingnya mengontrol paparan logam demi kesehatan anak

Bunda, setelah diteliti ternyata logam seperti mangan, seng, magnesium, dan timbal sebenarnya sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Logam-logam ini bisa berasal dari makanan, air minum, dan lingkungan tempat tinggal.

Pada dasarnya tubuh kita memang membutuhkan logam tersebut dalam batas aman. Namun, bila paparannya sudah melebihi batas dan berlarut-larut, maka dampaknya bisa memengaruhi perkembangan otak anak serta pola perilakunya.

Dengan begitu, para peneliti menekankan bahwa selain jenis logam, durasi paparan atau kapan paparan tersebut pertama kali terjadi juga penting untuk diperhatikan. Di beberapa waktu dan kondisi, paparan yang terjadi bisa saja sangat berbahaya.

“Temuan ini menunjukkan bahwa pencegahan sebaiknya tidak hanya berfokus pada paparan di awal kehidupan secara umum, tetapi juga lebih diarahkan pada perlindungan anak di periode-periode tertentu yang paling berisiko,” jelas salah satu Asisten Profesor di Sekolah Kedokteran Icahn, Elza Rechtman, Ph.D.

Tak hanya itu, melalui temuan tersebut semakin ditegaskannya kebijakan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang lebih berpihak pada perlindungan ibu hamil dan bayi. Sebagai langkah pencegahan, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  • Memastikan air minum yang digunakan aman dan bersih
  • Lebih cermat dalam memilih, mengolah, dan menyimpan makanan
  • Mengurangi paparan dari sumber logam di lingkungan, seperti debu atau bahan bangunan tertentu.

Demikian penjelasan mengenai temuan paparan logam pada gigi susu anak yang bisa memengaruhi perkembangan otak dan perilakunya. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Catat Bun! 7 Makanan ini Bantu Tingkatkan Daya Ingat Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Drama Korea Terbaru Juni 2026 yang Diprediksi Raih Rating Tinggi

Mom's Life Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

Cara Mengenali Orang Toksik dari Sikap Sehari-harinya

Mom's Life Azhar Hanifah

Momen Jennifer Coppen Sungkeman ke Ayah Bule Jelang Pernikahan, Pajang Foto Mendiang Ibunda

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Studi Terbaru: Gangguan Kejiwaan Pasca Persalinan Meningkat Setelah Operasi Caesar

Kehamilan Annisa Karnesyia

Potret Mariana Renata & Renata Kusmanto, Sepupu yang Kerap Dikira Kembar

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

SPMB SD Bandung 2026/2027: Aturan, Jadwal Pendaftaran & Pilihan Jalur

Siap-siap! Ini Daftar Lokasi Pemadaman Listrik di Jakarta 13 Juni 2026

5 Drama Korea Terbaru Juni 2026 yang Diprediksi Raih Rating Tinggi

Cara Mengenali Orang Toksik dari Sikap Sehari-harinya

Studi Terbaru: Gangguan Kejiwaan Pasca Persalinan Meningkat Setelah Operasi Caesar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK