HaiBunda

PARENTING

5 Cara Cuci Hidung Bayi yang Aman, Manfaat, Risiko Bahaya & Rekomendasi Alat

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 27 Jun 2026 14:40 WIB
Ilustrasi Cara Cuci Hidung Bayi yang Aman, Manfaat, Risiko Bahaya & Rekomendasi Alat/Foto: Getty Images/geargodz
Jakarta -

Cuci hidung bayi kini semakin banyak diperbincangkan oleh para orang tua, terutama saat si Kecil sedang pilek. Saat hidung tersumbat, Si Kecil tentu merasa kurang nyaman sepanjang hari.

Bukan hanya saat beraktivitas, bayi juga dapat mengalami kesulitan bernapas sehingga membuatnya lebih mudah rewel. Akibatnya, asupan makan dan minum Si Kecil dapat berkurang karena ia tidak nyaman saat bernapas.

Tak sedikit orang tua yang mencari informasi mengenai cuci hidung bayi 1 bulan maupun cuci hidung bayi 2 bulan untuk melegakan pernapasan Si Kecil. Di sisi lain, Bunda juga perlu tahu bahaya cuci hidung bayi apabila prosedurnya dilakukan kurang tepat.


Kini, berbagai alat cuci hidung bayi juga semakin mudah ditemukan dan digunakan di rumah. Sebelum mencobanya, Bunda harus mengetahui cara aman, manfaat, risiko, serta rekomendasi alat yang sesuai untuk Si Kecil.

Kapan cuci hidung bayi diperlukan?

Cuci hidung bayi dapat dilakukan ketika lendir dan kotoran mulai menumpuk di dalam hidung Si Kecil. Saat hidung tersumbat, bayi bisa mengalami kesulitan bernapas, menyusu, maupun tidur dengan nyenyak.

Menilik dari Cleveland Clinic, cuci hidung bayi sudah lama dilakukan untuk membersihkan saluran hidung dari lendir yang menumpuk. Cara ini sebagai perawatan rumahan untuk meredakan keluhan akibat pilek dan infeksi saluran pernapasan atas.

Seperti kita ketahui, bayi belum bisa mengeluarkan lendir atau membersihkan hidungnya sendiri. Maka itu, penggunaan alat cuci hidung bayi yang sesuai dapat mengeluarkan lendir, sehingga pernapasan Si Kecil jadi lebih lega.

"Bayi tidak bisa membersihkan hidung mereka sendiri," kata dokter anak asal Amerika Serikat, Lisa Diard, MD., dikutip dari Cleveland Clinic.

Dokter Diard menjelaskan bahwa membersihkan hidung dapat mengurangi lendir dan membuka saluran napas bayi. Bahkan, tindakan ini juga mengurangi kebutuhan penggunaan beberapa obat tertentu.

"Pembersihan hidung dapat mengurangi lendir dan membuka saluran hidung mereka. Hal ini juga terbukti mengurangi kebutuhan akan obat-obatan bebas dan resep, termasuk antibiotik," ujarnya.

Peralatan yang dibutuhkan untuk cuci hidung bayi

Hidung bayi yang masih sangat kecil perlu dibersihkan dengan hati-hati. Untuk mengurangi risiko bahaya cuci hidung bayi, Bunda sebaiknya menggunakan alat cuci hidung bayi yang sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

Ada beberapa peralatan yang dapat disiapkan sebelum melakukan cuci hidung bayi, baik saat si Kecil pilek, hidung tersumbat, maupun mengalami penumpukan lendir.

Berikut ini alat cuci hidung bayi yang umum digunakan:

  • Bulb syringe
  • Nasal aspirator
  • Nasal spray
  • Kain lap basah atau kapas
  • Larutan garam steril (NaCl)
  • Tisu

5 Cara mencuci hidung bayi dengan aman

Sebelum melakukan cuci hidung bayi, Bunda perlu menyesuaikan cara dan alat yang digunakan dengan usia serta kondisi Si Kecil, ya.

Ada beberapa alat cuci hidung bayi yang dapat digunakan di rumah untuk membersihkan lendir. Dikutip dari Healthline dan beberapa sumber lainnya, berikut cara cuci hidung bayi yang bisa Bunda lakukan dengan aman.

1. Dengan bulb syringe

Bulb syringe merupakan alat berbentuk pompa karet yang sudah lama digunakan untuk mengeluarkan lendir dari hidung bayi. Cara menggunakannya adalah menekan bagian pompa terlebih dahulu, lalu memasukkan ujung alat ke lubang hidung sebelum melepaskan tekanannya.

Beberapa produk memiliki ujung yang dapat dilepas dengan ukuran berbeda sehingga mudah disesuaikan. Jika lendir belum sepenuhnya keluar, Bunda dapat mengulang prosesnya beberapa kali dan menyiapkan tisu untuk membersihkan alat setelah digunakan.

2. Dengan nasal aspirator

Nasal aspirator menjadi salah satu alat cuci hidung bayi yang cukup populer karena dianggap lebih praktis, Bunda.

Cara penggunaannya cukup dengan menempelkan ujung alat di bagian luar lubang hidung bayi, lalu menghisap melalui selang dengan lembut. Bunda sebaiknya tidak menghisap terlalu kuat karena dapat menyebabkan iritasi pada hidung Si Kecil.

3. Dengan nasal spray

Jika lendir di hidung bayi cukup kental, Bunda bisa menggunakan nasal spray. Cairan ini untuk mengencerkan lendir agar lebih mudah dikeluarkan dari hidung bayi.

Posisikan Si Kecil dalam keadaan telentang, kemudian teteskan beberapa larutan air garam pada masing-masing lubang hidung. Bayi mungkin akan bersin setelahnya dan hal itu termasuk normal, ya.

4. Dengan nasal irrigation

Nasal irrigation merupakan teknik membersihkan hidung menggunakan larutan garam atau NaCl untuk membilas saluran hidung. Cara ini dapat dilakukan perlahan agar lendir dan kotoran yang menumpuk dapat ikut keluar.

Metode ini lebih dianjurkan pada anak yang sudah lebih besar dan mampu duduk dengan baik. Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan teknik ini pada Si Kecil.

5. Menggunakan humidifier atau uap hangat

Humidifier dapat menjaga kelembapan udara dan mengencerkan lendir di hidung bayi. Alat ini dapat dinyalakan saat Si Kecil tidur agar pernapasannya lebih nyaman.

Jika tidak memiliki humidifier, Bunda dapat memanfaatkan uap hangat dari kamar mandi. Duduk bersama Si Kecil selama beberapa menit di ruangan yang beruap dapat melegakan hidung yang tersumbat.

Tips penting saat mencuci hidung bayi

Sebelum melakukan cuci hidung bayi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar prosesnya berjalan dengan aman. Tips ini dapat diterapkan pada cuci hidung bayi 1 bulan maupun cuci hidung bayi 3 bulan dengan menyesuaikan kondisi Si Kecil.

Melansir dari Pathways.org dan berbagai sumber, berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan saat membersihkan hidung bayi.

1. Pilih waktu saat bayi tenang dan nyaman

Bayi yang sedang menangis atau rewel tentu sulit diajak bekerja sama saat hidungnya dibersihkan. Bunda sebaiknya menunggu hingga Si Kecil lebih tenang sebelum melakukan cuci hidung bayi.

Waktu sebelum menyusu atau menjelang tidur dapat menjadi pilihan yang tepat.

2. Usap bagian luar hidung bayi

Lendir yang terlihat di sekitar lubang hidung dapat dibersihkan menggunakan kain lembap atau kapas yang bersih. Bunda cukup mengusap bagian luar hidung tanpa memasukkan kapas ke dalam hidung.

3. Lunakkan lendir dengan NaCl

Jika ada lendir yang mengering atau membandel, larutan garam (NaCl) dapat digunakan untuk melunakkannya. Cara ini biasa dilakukan sebelum menggunakan alat cuci hidung bayi agar lendir lebih mudah dikeluarkan.

4. Gunakan bulb syringe atau nasal aspirator dengan benar

Bulb syringe dan nasal aspirator merupakan alat cuci hidung bayi yang cukup banyak digunakan oleh orang tua. Kedua alat tersebut dapat mengeluarkan lendir selama digunakan dengan cara yang tepat.

Hindari memasukkan alat terlalu dalam dan batasi penggunaannya hingga tiga atau empat kali sehari ya, Bunda.

5. Bersihkan alat setelah digunakan

Setelah selesai melakukan cuci hidung bayi, semua peralatan perlu segera dibersihkan dengan air hangat dan sabun. Kebersihan alat tentu penting untuk mencegah penumpukan bakteri yang dapat menempel pada alat.

Jika menggunakan bulb syringe, sebaiknya keringkan dengan posisi terbalik agar bagian dalamnya benar-benar kering. Sementara itu, nasal aspirator bisa dibongkar sesuai petunjuk dan filter diganti secara berkala.

Berapa ml NaCl yang aman untuk cuci hidung bayi?

NaCl atau larutan garam digunakan untuk cuci hidung bayi guna mengencerkan lendir dan membersihkan saluran hidung Si Kecil. Lalu, berapa ml NaCl yang aman untuk cuci hidung bayi, ya?

Bayi dapat diberikan sekitar 0,6 hingga 1 ml NaCl pada setiap lubang hidung. Setelah cairan diteteskan, Bunda bisa melakukan cuci hidung bayi menggunakan bulb syringe untuk mengeluarkan lendir dan sisa cairan dari hidung.

Kapan cuci hidung dengan NaCl untuk bayi diperlukan?

NaCl untuk cuci hidung bayi digunakan saat hidung Si Kecil tersumbat akibat pilek atau alergi. Cara ini membantu proses cuci hidung bayi supaya lendir yang menumpuk lebih mudah dikeluarkan.

Selain membersihkan hidung tersumbat, NaCl juga dapat menjaga kelembapan saluran hidung yang kering atau mengalami iritasi. Penggunaan yang tepat dapat mengurangi risiko efek samping cuci hidung dengan NaCl pada bayi.

Manfaat cuci hidung bayi untuk kesehatan

Cuci hidung bayi dapat menjaga saluran napas Si Kecil tetap bersih, terutama saat hidung tersumbat. Bicara soal ini, terdapat manfaat cuci hidung bayi yang dikutip dari UCLA Health dan beberapa sumber lainnya.

1. Mengencerkan dan mengeluarkan lendir

Cuci hidung bayi dapat mengencerkan lendir yang kental sehingga lebih mudah dikeluarkan. Hal ini boleh dilakukan ya mengingat bayi belum bisa membersihkan hidungnya sendiri.

2. Melegakan hidung tersumbat

Hidung yang tersumbat dapat membuat Si Kecil sulit bernapas, terlebih saat tidur atau menyusu. Penggunaan NaCl untuk cuci hidung bayi dapat membuka saluran napas sehingga bayi merasa lebih nyaman.

3. Membantu bayi tidur lebih nyenyak

Saat pernapasan menjadi lebih lega, bayi tentu dapat tidur dengan lebih nyaman. Sebuah studi dari Monash University menemukan bahwa cuci hidung dapat membantu banyak anak bernapas dan tidur lebih nyenyak.

4. Mempermudah proses menyusu

Bayi bernapas melalui hidung saat menyusu sehingga hidung yang tersumbat dapat membuatnya kesulitan minum ASI. Maka dari itu, cuci hidung bayi dapat membantu Si Kecil menyusu dengan lebih nyaman.

Dikutip dari WebMD, mengatasi hidung tersumbat pada bayi sangat penting agar mereka dapat bernapas dengan mudah melalui hidung, terutama saat menyusui.

5. Membantu membersihkan kotoran

Selain lendir, cuci hidung bayi juga dapat membersihkan debu, alergen, dan partikel lain yang masuk ke rongga hidung. Saluran hidung yang lebih bersih dapat membantu bayi bernapas dengan lebih lega.

Risiko cuci hidung bayi

Ilustrasi Cuci Hidung Bayi/Foto: iStock

Cuci hidung bayi aman dilakukan apabila menggunakan alat yang bersih dan cairan yang steril. Namun, bahaya cuci hidung bayi dapat meningkat jika peralatan yang digunakan kurang higienis.

Risiko dari cuci hidung bayi adalah masuknya bakteri ke dalam saluran hidung. Karena itu, Bunda harus memastikan peralatan selalu bersih agar risiko tersebut dapat diminimalkan.

Dokter Lisa Diard menyarankan agar Bunda berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum melakukan cuci hidung bayi. Konsultasi dilakukan jika Si Kecil mengalami mimisan, infeksi telinga, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Rekomendasi alat cuci hidung bayi

Kalau Bunda masih bingung memilih alat cuci hidung bayi yang tepat, ada beberapa rekomendasi yang bisa dipertimbangkan.

1. Bunny Nasal Aspirator

Bunny Nasal Aspirator berfungsi untuk mengeluarkan lendir atau ingus dari hidung bayi sehingga pernapasan Si Kecil lebih lega. Alat ini menggunakan bola karet dengan cara mengisap lendir.

Terbuat dari bahan silikon, alat ini dibuat agar nyaman digunakan pada bayi. Agar tetap higienis, Bunda perlu membersihkannya sebelum dan sesudah pemakaian serta menghindari merendamnya dalam air mendidih.

Harga:

Bunda bisa dapatkan Bunny Nasal Aspirator di harga Rp26 ribu.

2. Lakoe Alat Cuci Hidung Bayi

Lakoe Alat Cuci Hidung Bayi didesain dengan ujung silikon bebas BPA agar tetap nyaman saat digunakan bayi. Produk ini dapat membersihkan hidung bayi dari lendir, debu, maupun kotoran yang menumpuk.

Alat ini cocok untuk membersihkan hidung yang tersumbat maupun perawatan rutin sehari-hari.

Harga:

Lakoe Alat Cuci Hidung Bayi dijual dengan harga sekitar Rp13 ribu.

3. Dr.isla Penyedot Ingus Bayi

Dr.isla Penyedot Ingus Bayi dilengkapi dengan daya hisap yang dapat disesuaikan sehingga membersihkan lendir di hidung Si Kecil dengan lebih mudah. Produk ini memiliki ujung silikon yang lembut dan bebas BPA.

Alat ini dapat melegakan pernapasan bayi dengan membersihkan lendir, pilek, maupun kotoran yang menumpuk di hidung.

Harga:

Bunda bisa temukan Dr.isla Penyedot Ingus Bayi seharga Rp189 ribu.

4. PIGEON Nose Cleaner Tube Type

Produk ini menggunakan selang silikon dan wadah penampung yang dibuat aman untuk hidung bayi. Alat ini membersihkan lendir sehingga hidung Si Kecil lebih bersih dan lega.

Daya hisapnya dikontrol dengan mudah sehingga Bunda lebih nyaman saat menggunakannya. Selain itu, botol transparan memudahkan melihat lendir yang keluar sekaligus mencegah aliran balik saat proses pembersihan.

Harga:

PIGEON Nose Cleaner Tube Type bisa Bunda dapatkan di harga Rp104 ribu.

5. PAYOE Alat Penyedot Ingus Bayi

PAYOE Alat Penyedot Ingus Bayi hadir dengan ujung silikon yang lembut dan nyaman digunakan pada hidung Si Kecil. Desain kepala hisapnya dibuat pas agar Bunda dapat menyedot lendir dengan lebih mudah.

Harga:

Bunda bisa membeli PAYOE Alat Penyedot Ingus Bayi seharga Rp10 ribu.

Itulah penjelasan terkait cara cuci hidung bayi yang aman, manfaat, risiko bahaya, serta rekomendasi alat yang dapat digunakan di rumah. Semoga informasinya dapat membantu, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Cara Stimulasi Bayi 2 Bulan agar Tumbuh Cerdas

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Mom's Life Nadhifa Fitrina

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen

Parenting Kinan

Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut

Mom's Life Amira Salsabila

Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen

Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut

Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK