HaiBunda

PARENTING

Pakar Ungkap Cara Menjadi Orang Tua yang Baik, Ternyata Bukan Soal Menjadi Sempurna

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 30 Jun 2026 16:50 WIB
Ilustrasi Pakar Ungkap Cara Menjadi Orang Tua yang Baik, Ternyata Bukan Soal Menjadi Sempurna/Foto: Getty Images/ZeynepKaya
Jakarta -

Menjalani peran sebagai orang tua tentu membuat kita ingin terus melakukan segala sesuatu dengan sempurna, setuju tidak Bunda? Namun, kesempurnaan ini ternyata juga seperti tuntutan bagi anak.

Di tengah banyaknya kesibukan dan tanggung jawab, rasa lelah hingga perasaan bersalah pun kerap muncul. Sebagian orang tua ada yang merasa belum cukup baik ketika melakukan kesalahan dalam mendampingi anak.

Pandangan bahwa orang tua harus selalu benar dan tidak boleh gagal masih banyak dipercaya hingga saat ini. Maka dari itu, sebagian orang justru terus menyalahkan diri sendiri ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.


Berbicara soal ini, para ahli melihat bahwa ada cara yang berbeda untuk menjadi orang tua yang baik. Lantas, seperti apa cara yang dapat dilakukan?

Pakar ungkap cara menjadi orang tua baik

Dikutip dari laman The Times of India, psikologi memandang bahwa orang tua yang baik bukanlah mereka yang selalu berusaha menjadi 'sempurna'. Sebaliknya, orang tua dianjurkan untuk menjadi sosok yang "cukup baik" dan lebih mengutamakan kedekatan dengan anak.

Konsep tentang orang tua yang "cukup baik" ini berasal dari gagasan "ibu yang cukup baik" yang diperkenalkan oleh dokter anak dan psikoanalis asal Inggris, Donald Winnicott. Gagasan tersebut diperkenalkan pada tahun 1950-an dan masih banyak dibahas hingga kini.

Winnicott melihat bahwa standar parenting yang terlalu tinggi kerap membuat orang tua merasa terbebani. Menurutnya, anak tidak membutuhkan orang tua yang selalu sempurna untuk dapat tumbuh dengan baik.

Selain itu, ia meyakini bahwa kesempurnaan bukanlah sesuatu yang harus dicapai dalam pengasuhan. Perkembangan anak yang sehat justru dapat terjadi saat orang tua hadir dengan penuh kasih.

Menilik dari Pusat Psikologi Perinatal, Winnicott percaya bahwa menanggapi anak secara responsif seiring waktu memungkinkan mereka untuk lebih mandiri dengan caranya sendiri.

Pada dasarnya, penelitian ini menegaskan bahwa tugas orang tua bukanlah menghilangkan semua rasa kecewa dalam hidup anak. Anak justru harus belajar menghadapi ketidaknyamanannya.

Mengapa kesempurnaan tidak selalu baik untuk anak?

Banyak orang tua menganggap bahwa menjadi sempurna adalah cara terbaik untuk membantu anak tumbuh dan berkembang. Padahal, keinginan untuk selalu sempurna justru akan terasa sulit saat mendampingi anak.

Saat orang tua terus mengejar kesempurnaan, kita mungkin akan khawatir terhadap kesalahan kecil. Misalnya, tantrum anak, nilai yang menurun, atau pertengkaran yang kerap dianggap sebagai tanda kegagalan dalam mengasuh.

Penelitian menemukan bahwa sikap 'perfeksionis' berkaitan dengan meningkatnya stres, kecemasan, dan menurunnya kepuasan dalam hubungan keluarga. Studi yang dimuat dalam Journal of Family Issues menunjukkan bahwa tuntutan untuk selalu sempurna dapat berpengaruh pada hubungan orang tua dan anak.

Seperti apa sosok orang tua yang "cukup baik"?

Istilah orang tua yang "cukup baik" mungkin terdengar kurang tepat ya, Bunda. Padahal, istilah ini bukan berarti orang tua bersikap cuek atau menurunkan standar dalam mengasuh anak.

Konsep ini menggambarkan orang tua yang menerima bahwa kesalahan adalah tahapan dari proses pengasuhan. Meski tak selalu sempurna, mereka tetap memberikan kasih sayang, dukungan, dan hadir secara emosional untuk anak.

Orang tua yang cukup baik juga tahu bahwa tugas mereka bukan menghilangkan semua masalah dalam hidup anak. Mereka tetap memberi batasan, mendengarkan, dan membiarkan anak menghadapi tantangan sesuai tahapan usianya.

Salah satu temuan dalam psikologi perkembangan menunjukkan bahwa anak tidak membutuhkan orang tua yang 'sempurna' untuk tumbuh dengan baik. Nah yang lebih penting adalah adanya hubungan yang dekat antara orang tua dan anak.

Orang tua yang mengutamakan kedekatan berusaha memahami perasaan anak dan mau mendengarkan. Ikatan emosional yang kuat inilah yang dapat membuat anak merasa aman dan nyaman di rumah.

Itulah penjelasan tentang cara menjadi orang tua yang baik menurut pakar. Semoga informasinya dapat membantu Bunda dalam mendampingi tumbuh kembang Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Bosan Saat Libur? Coba 7 Mainan Tanpa Gadget Ini!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi

Mom's Life Elia Amaliana

Potret 2 Anak Gracia Indri yang Menggemaskan, Curi Perhatian di Pesta Pernikahan Sang Tante

Parenting Annisa Karnesyia

Potret Terbaru Gita Gutawa Usai Lama Tak Muncul, Kini Sibuk di Balik Layar

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

5 Jurusan Terbanyak yang Ditemukan di Kalangan Pengangguran S1, Ada Manajemen hingga Hukum

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Jung Eun Chae yang Viral sebagai Polisi di Drama Korea 'Flex X Cop 2'

Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi

Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan

Potret 2 Anak Gracia Indri yang Menggemaskan, Curi Perhatian di Pesta Pernikahan Sang Tante

5 Jurusan Terbanyak yang Ditemukan di Kalangan Pengangguran S1, Ada Manajemen hingga Hukum

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK