HaiBunda

PARENTING

Anak Begadang Nonton Piala Dunia Bisa Ganggu Tumbuh Kembang, Dokter Jelaskan Risikonya

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Rabu, 15 Jul 2026 14:00 WIB
Ilustrasi anak begadang / Foto: Mayapada Hospital
Jakarta -

Bunda, euforia Piala Dunia 2026 membuat keluarga rela begadang demi menyaksikan pertandingan bersama, termasuk mengajak Si Kecil ikut menonton hingga larut malam. Namun, dokter mengingatkan bahwa kebiasaan begadang pada anak tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada konsentrasi, suasana hati, hingga proses tumbuh kembangnya.

Dampak begadang terhadap tumbuh kembang anak

dr. Citra Raditha, Sp.A(K) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa pada anak, tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat tidur, lanjutnya, otak tetap aktif menjalankan berbagai proses, termasuk memperkuat koneksi antarsel saraf, memproses informasi yang diperoleh sepanjang hari, serta mendukung kemampuan belajar dan pengaturan emosi.

Ketika waktu tidur anak berkurang, dampaknya dapat terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Anak dapat menjadi lebih sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan lebih sensitif secara emosional. Berbeda dengan orang dewasa, kebutuhan tidur anak juga lebih besar karena berbagai fungsi tubuh dan otaknya masih terus berkembang.


"Kebutuhan tidur anak berbeda pada setiap tahap usia. Anak usia prasekolah umumnya membutuhkan tidur sekitar 10-14 jam per hari, anak usia sekolah sekitar 9-11 jam, sedangkan remaja membutuhkan 8-10 jam tidur setiap malam. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi secara berulang, anak dapat mengalami gangguan konsentrasi, mudah lelah, perubahan suasana hati, hingga penurunan kemampuan belajar," ujar dr. Citra.

Tips agar anak tetap sehat saat Piala Dunia

Meski kurang tidur yang terjadi sesekali mungkin tidak langsung menimbulkan dampak serius, kebiasaan begadang yang berlangsung berulang dan mengganggu kebutuhan tidur harian dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun perkembangan kognitif anak dalam jangka panjang.

"Momen seperti Piala Dunia dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk membangun kedekatan dengan anak. Namun, orang tua tetap perlu menjaga keseimbangan agar perubahan jadwal tidur tidak mengganggu pola alami tubuh anak dalam mengatur waktu tidur dan aktivitas. Pola tidur yang konsisten membantu anak memiliki kebiasaan istirahat yang sehat," ungkap dr. Eddy Fadlayana, Sp.A(K), M.Kes dari Mayapada Hospital Bandung.

Pentingnya memantau tumbuh kembang anak

Selain menjaga kebiasaan sehat sehari-hari, pemantauan tumbuh kembang secara berkala juga penting untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh dan mengenali potensi masalah sejak dini. Menjawab hal tersebut, Pediatric Center Mayapada Hospital menyediakan layanan kesehatan anak yang komprehensif dengan dukungan dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman, mencakup berbagai kondisi mulai dari alergi, gangguan pencernaan, ginjal, jantung, infeksi, hingga kebutuhan khusus seperti autisme dan disleksia.

Untuk kondisi kegawatdaruratan medis, Pediatric Emergency siaga 24 jam melalui Emergency 150990 atau tombol Emergency Call pada aplikasi MyCare. Layanan ini didukung oleh Tim Dokter Spesialis Anak dengan kolaborasi bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Anestesi untuk penanganan lanjutan bila diperlukan.

Bagi Bunda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya, Mayapada Hospital Bandung (MHBD) memiliki Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior sebagai layanan untuk mendukung kesehatan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Layanan yang tersedia meliputi Terapi Okupasi, Terapi Wicara, Terapi Sensori Integrasi, Fisioterapi Anak, Psikotes, Tes Minat & Bakat, Tes Kesiapan Sekolah, serta konseling pola asuh dan konseling keluarga. Seluruh layanan dirancang untuk membantu memetakan kebutuhan perkembangan anak sekaligus mendampingi orang tua memahami setiap tahapan tumbuh kembang anak secara lebih menyeluruh.

Informasi lebih lanjut, Bunda dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Bunda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Terlihat Narsis, Apakah Karena Faktor Keturunan? Ini Kata Psikolog

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Menurunkan Kesuburan, Hentikan dari Sekarang Bun

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Kebiasaan Pagi Orang Bermental Kuat, Bisa Ditiru Bun

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Negara Didik Anak Mandiri Sejak Dini, Jepang Izinkan Anak 6 Th ke Sekolah Sendiri

Parenting Annisa Karnesyia

Syifa Hadju Ultah, El Rumi Unggah Foto Romantis & Ucapan Manis untuk Sang Istri

Mom's Life Amira Salsabila

Anak Begadang Nonton Piala Dunia Bisa Ganggu Tumbuh Kembang, Dokter Jelaskan Risikonya

Parenting Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Kebiasaan Pagi Orang Bermental Kuat, Bisa Ditiru Bun

Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Menurunkan Kesuburan, Hentikan dari Sekarang Bun

Anak Begadang Nonton Piala Dunia Bisa Ganggu Tumbuh Kembang, Dokter Jelaskan Risikonya

5 Negara Didik Anak Mandiri Sejak Dini, Jepang Izinkan Anak 6 Th ke Sekolah Sendiri

Syifa Hadju Ultah, El Rumi Unggah Foto Romantis & Ucapan Manis untuk Sang Istri

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK