PARENTING
Ternyata Ini Alasan Anak Suka Koleksi Barang Random Menurut Psikologi
Asri Ediyati | HaiBunda
Kamis, 30 Jul 2026 13:35 WIBSebagai orang tua, pasti Bunda relate sekali dengan topik kali ini. Mungkin Bunda sering melihat barang random atau sembarangan di tengah ruang tamu. Mungkin Bunda atau Ayah pernah mengeluarkan balok mainan, batu, ranting, atau bahkan daun kering dari jaket atau celana anak ketika ingin dicuci.
Bagi kita, barang-barang tersebut terkesan random, tetapi bagi anak-anak, ini adalah koleksi.
Sebagian besar dari kita mungkin pernah bertanya-tanya, "Mengapa anak saya mengumpulkan begitu banyak barang sembarangan?" atau "Apakah ini hanya kebiasaan aneh atau sebenarnya memiliki makna bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka?".
Ternyata, ada banyak hal yang terjadi di balik permukaan ketika anak-anak mengumpulkan barang-barang random, terutama batu dan harta karun kecil lainnya yang mereka temukan di luar. Banyak anak mengalami fase mengumpulkan di masa kanak-kanak awal dan pertengahan.
“Ketika anak-anak mengumpulkan sesuatu, bagi saya itu berarti mereka sedang mengembangkan minat dan keterampilan kognitif mereka,” kata asisten profesor ECE Rasmussen, Joni Kuhn, dikutip dari laman resmi Rasmussen University Amerika Serikat.
Ia mengatakan ada lapisan emosional dalam proses tersebut juga. “Mengumpulkan barang juga memberi anak-anak rasa kendali. Ini dapat membantu mereka merasa aman," lanjutnya.
Menurut Kuhn, seorang anak yang dengan hati-hati menyusun penghapus atau menyimpan benda khusus di mejanya mungkin menggunakan rutinitas itu untuk menenangkan diri sebelum mereka bergabung dengan aktivitas lainnya sepanjang hari.
Koleksi barang random adalah pencarian pola
Psikolog dan direktur layanan anak untuk Pusat Trauma dan Ketahanan UTHealth Houston, Leslie Taylor, PhD, menjelaskan mengumpulkan adalah contoh dari sesuatu yang disebut sebagai skema.
“Skema adalah pola atau tema mental yang membantu anak-anak menguji ide dan memahami cara kerja sesuatu. Ini adalah pola berulang yang digunakan anak-anak untuk menyelidiki dunia di sekitar mereka," kata Leslie Taylor dikutip dari laman Parade.
Artinya, ketika anak-anak mengumpulkan sesuatu, meskipun barang-barang tersebut tampak acak, hal itu dapat menunjukkan perkembangan kognitif mereka.
“Mereka memperhatikan kesamaan barang-barang tersebut, perbedaannya, dan bagaimana barang-barang tersebut sesuai dengan gambaran dunia mereka yang sedang berkembang,” ujarnya.
Menurut Taylor, koleksi seringkali juga disertai dengan banyak cerita, seperti kapan barang itu ditemukan dan mengapa barang itu dipilih. Berbagi cerita-cerita ini mendukung pengembangan kosakata dan keterampilan berbahasa mereka, Bunda.
Koleksi barang random adalah ekspresi diri dan eksplorasi
Anak-anak juga menggunakan koleksi barang random untuk mengekspresikan siapa diri mereka. Anak yang mengumpulkan bulu mungkin tertarik pada burung, warna, atau tekstur lembut. Anak yang menyusun mobil mainan mungkin tertarik pada kecepatan, keteraturan, atau bagaimana sesuatu bergerak.
Sebagian besar anak-anak akan memiliki dan berhenti mengoleksi berbagai barang seiring waktu. Dalam kebanyakan kasus, tumpukan harta karun itu adalah bagian normal dari proses tumbuh kembang, Bunda.
Koleksi barang random latih keterampilan kognitif anak
|
|
Jika Bunda pernah melihat seorang anak menumpahkan setumpuk batu atau mobil mainan, Bunda mungkin memperhatikan bahwa barang-barang itu tidak akan lama berada dalam tumpukan acak.
Anak-anak suka menyortir dan mengelompokkan barang-barang. Mereka menyusun barang-barang berdasarkan ukuran, membuat "keluarga" berdasarkan warna, atau memisahkan batu kasar dari batu halus. Bahkan jika tidak ada orang dewasa yang meminta mereka, mereka sering mulai membuat sistem kecil sendiri.
“Ketika anak-anak mengoleksi barang, bagi saya itu berarti mereka sedang mengembangkan minat dan keterampilan kognitif mereka,” kata Kuhn.
Kuhn menjelaskan kalau menghitung dan menyortir berdasarkan ukuran, warna, bentuk, dan karakteristik lainnya membangun keterampilan matematika dalam kognisi mereka. Dengan kata lain, tumpukan kecil harta karun di atas meja itu juga merupakan laboratorium matematika mini, Bunda.
Perbedaan antara mengoleksi dan menimbun (hoarding)
Jika seorang anak terus-menerus mengambil benda-benda secara random, kita mungkin percaya bahwa ada sesuatu yang lebih dalam sedang terjadi. Faktanya, bukan hanya orang dewasa yang menimbun (hoarding), anak-anak pun bisa. Namun, ada perbedaan yang jelas antara sekadar mengoleksi dan menimbun.
Menurut Taylor, mengoleksi dan menimbun (hoarding) itu berbeda, dan orang tua mungkin ingin meninjau tindakan anak mereka untuk melihat perbedaan ini.
“Sebuah koleksi memiliki koherensi tematik, dan anak-anak sering kali bangga dengan koleksi mereka. Mereka ingin membagikannya dengan orang lain. Menimbun pada dasarnya berbeda. Anak-anak mungkin mengumpulkan barang apa pun yang mereka yakini akan berguna bagi mereka di masa depan tanpa organisasi atau koherensi (yaitu, barang-barang acak berada dalam tumpukan di lantai)," tuturnya.
Beberapa indikator penimbunan pada anak-anak mungkin adalah mereka merasa malu atau tidak nyaman membiarkan orang lain melihat atau memegang barang-barang dari koleksi mereka.
“Anak-anak mungkin juga memiliki pemahaman minimal tentang mengapa mereka mengumpulkan barang-barang ini,” kata Taylor.
Mereka juga menunjukkan peningkatan kecemasan ketika orang lain menyentuh atau mengambil barang-barang ini tanpa izin mereka, yang bisa menjadi indikasi bahwa anak-anak membutuhkan intervensi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Kosakata Anak Makin Menurun karena Screen Time, Ini Faktanya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Cara Stimulasi Anak agar Cepat Berjalan
7 Cara Bantu Si Kecil Belajar Beralih Minum dari Botol Susu ke Gelas
5 Tahap Perkembangan Anak Sesuai Usia, Kenali Strategi Pengasuhannya
Beda Pertumbuhan Anak Perempuan x Anak Lelaki
TERPOPULER
Kebanyakan Makan Mengandung MSG Benarkah Bisa Bikin Bodoh? Simak Faktanya
Ternyata Ini Alasan Anak Suka Koleksi Barang Random Menurut Psikologi
5 Negara Terkaya di Timur Tengah, Tak Semua Bergantung pada Minyak
Sakatonik ABC Peringati Hari Anak Nasional Melalui Gerakan Makan Tanpa Drama
Kompaknya Nicky Tirta & Mantan Istri Beri Kejutan Ultah untuk Sang Putri
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kartu Ucapan Kelahiran Aesthetic untuk Bayi Perempuan & Laki-laki
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kasur Lantai Lipat Terbaik, Ada yang Orthopedic
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Cuaca Panas Bikin Rambut Cepat Lepek? Ini 7 Produk Perawatan Rambut yang Wajib Dicoba
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Outfit Hijab untuk Ibu Hamil, Nyaman Dipakai dan Tetap Stylish
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Dispenser Air Dingin Hemat Listrik, Praktis untuk Cuaca Panas
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kisah Perempuan Alami Kerusakan Jantung Usai Minum 8-10 Cangkir Kopi Sehari
Alamii Food Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis bagi 17 Anak Indonesia
Bangganya Abdel Achrian Anak Kuliah Hari Pertama di ITB, Intip Potret Latisha
5 Rekomendasi Kartu Ucapan Kelahiran Aesthetic untuk Bayi Perempuan & Laki-laki
Sakatonik ABC Peringati Hari Anak Nasional Melalui Gerakan Makan Tanpa Drama
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Nggak Sempat Masak Sarapan? 3 Biskuit Ini Bisa Jadi Pengganjal Perut Kilat
-
Beautynesia
Kampanye Fall/Winter 2026 Prada dan Miu Miu Pertemukan High Fashion dengan Realita
-
Female Daily
Capek Terus Padahal Nggak Olahraga? Yuk, Kenali Invisible Fatigue Bersama Garmin!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Cerita 'Anak' So Ji Sub Kerja di Toko Takoyaki Usai Agent Kim Reactivated Tamat
-
Mommies Daily
7 Glamping Ramah Anak di Jawa Timur, Ada Mini Zoo hingga Outbound