PARENTING
Ciri Kepribadian Anak dari Jumlah Teman yang Dimiliki Menurut Ilmu Psikologi
Azhar Hanifah | HaiBunda
Selasa, 01 Sep 2026 11:05 WIBMemiliki banyak teman atau hanya beberapa sahabat dekat merupakan hal yang berbeda pada setiap anak. Ada Si Kecil yang mudah bergaul dan senang berada di tengah banyak orang, sementara lainnya lebih nyaman bermain dengan satu atau dua teman dekat.
Jumlah teman yang dimiliki anak ternyata dapat memberikan gambaran mengenai ciri kepribadian anak, seperti sifat ekstrovert, introvert, hingga kebutuhannya terhadap hubungan yang lebih dekat. Namun, banyak atau sedikitnya teman bukan berarti menunjukkan bahwa seorang anak lebih baik daripada yang lain.
Lingkaran pertemanan juga dapat berkaitan dengan cara anak beradaptasi, menghadapi situasi sosial, dan mendapatkan dukungan emosional. Mengutip dari laman Times of India, berikut penjelasan mengenai karakter anak dengan lingkaran pertemanan yang besar maupun kecil.
Ciri kepribadian anak dari jumlah teman yang dimiliki
Lingkaran pertemanan anak, baik besar maupun kecil, dapat memberikan gambaran mengenai kepribadian, pilihan, dan kebutuhannya. Berikut beberapa hal yang dapat diketahui dari jumlah serta kualitas pertemanan anak.
1. Punya banyak teman: cenderung ekstrovert dan percaya diri
Anak yang memiliki lingkaran pertemanan lebih luas biasanya lebih nyaman berada dalam kelompok. Mereka dapat menunjukkan rasa percaya diri, kemampuan beradaptasi, dan komunikasi yang baik.
Tinjauan terhadap berbagai penelitian selama beberapa dekade menunjukkan bahwa sifat ekstrovert berkaitan dengan kemampuan memimpin dalam lingkungan sosial dan penerimaan dari teman sebaya di sekolah.
Menurut studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, anak ekstrovert lebih mungkin memiliki jaringan pertemanan yang luas. Lingkaran tersebut juga memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sosial.
Sementara itu, studi tahun 2012 dalam Journal of Personality menemukan bahwa anak ekstrovert cenderung mencari jaringan teman sebaya yang lebih luas. Kondisi ini memberi lebih banyak kesempatan untuk belajar bersosialisasi, meski terkadang juga meningkatkan risiko mendapat pengaruh dari teman sebaya.
Namun, memiliki banyak teman tidak selalu berarti semua hubungan yang dimiliki berkualitas baik. Studi tahun 2011 dalam Journal of Youth and Adolescence menemukan bahwa anak populer dengan kelompok teman yang sangat besar lebih sering terpapar pengaruh negatif dari teman, termasuk perilaku yang berisiko.
Studi tahun 2013 dalam Developmental Psychology juga menemukan bahwa anak dengan jaringan pertemanan yang besar, tetapi kurang dekat cenderung mengalami tingkat stres lebih tinggi dan mendapat dukungan emosional yang lebih sedikit.
Hal serupa terlihat dalam studi tahun 2015 di Developmental Psychology, yang mengamati bahwa jaringan pertemanan yang sangat besar dapat membuat hubungan terasa lebih dangkal sehingga dukungan emosional yang diterima tidak sebanyak dalam persahabatan yang lebih dekat.
2. Punya sedikit teman: lebih mengutamakan kedekatan
Memiliki satu atau dua teman dekat sering kali dikaitkan dengan sifat introvert, penuh pertimbangan, atau kecenderungan membangun hubungan emosional yang lebih dalam.
Mengutip studi tahun 2012 dalam Journal of Applied Developmental Psychology melaporkan bahwa anak yang memiliki satu atau dua persahabatan kuat menunjukkan penyesuaian emosional yang lebih baik dibandingkan anak yang memiliki banyak kenalan.
Kemudian, studi tahun 2014 The Child Development Journal menunjukkan bahwa anak dengan jumlah teman lebih sedikit tetapi memiliki kualitas persahabatan yang baik, melaporkan kepuasan hidup lebih tinggi dan rasa kesepian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang memiliki banyak hubungan pertemanan yang dangkal.
Studi tahun 2015, jurnal Merrill-Palmer Quarterly juga menemukan bahwa anak introvert yang berinvestasi dalam beberapa persahabatan dekat, mendapatkan dukungan teman sebaya yang lebih kuat. Dukungan tersebut dapat membantu mereka menghadapi tekanan di sekolah.
Meski begitu, memiliki terlalu sedikit teman juga dapat berkaitan dengan penarikan diri dari lingkungan sosial. Sebagian anak memang merasa nyaman dengan lingkaran pertemanan kecil, tetapi dapat menjadi tanda adanya kecemasan atau kesulitan bersosialisasi.
Melansir dari studi tahun 2005 dalam Journal of Abnormal Child Psychology menemukan bahwa penolakan teman sebaya yang berlangsung terus-menerus atau tidak memiliki persahabatan dekat dapat memprediksi tingkat depresi dan kesepian yang lebih tinggi ketika memasuki masa remaja.
Hal tersebut didukung studi berikutnya pada 2016 dalam jurnal yang sama. Penelitian tersebut melaporkan bahwa penarikan diri dari lingkungan sosial yang terus berlangsung pada anak dapat memprediksi risiko kecemasan dan depresi yang lebih tinggi pada masa remaja jika tidak mendapat dukungan dari keluarga atau mentor.
Selain itu dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry tahun 2019 juga mencatat bahwa anak yang terus-menerus memiliki jaringan pertemanan yang sangat kecil atau tidak memiliki teman sebaya lebih rentan mengalami perundungan. Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko terhadap kesehatan mental.
3. Kualitas pertemanan lebih penting daripada jumlahnya
Kualitas hubungan pertemanan yang ditandai dengan kepercayaan, empati, dan dukungan menjadi kesejahteraan jangka panjang yang lebih kuat dibandingkan jumlah teman.
Penelitian dalam Journal of Early Adolescence tahun 2018 menunjukkan bahwa siswa yang memiliki persahabatan dengan kualitas tinggi, lebih jarang menjadi korban perlakuan buruk atau perundungan dari teman sebaya dan memiliki keterlibatan akademik yang lebih tinggi, terlepas dari jumlah teman yang mereka miliki.
Karena itu, jumlah teman dan kualitas hubungan perlu berjalan seimbang. Memiliki banyak teman dapat memberikan lebih banyak kesempatan bersosialisasi, tetapi juga berisiko membuat hubungan menjadi dangkal atau meningkatkan paparan terhadap tekanan teman sebaya.
Sementara itu, memiliki sedikit teman dapat memberikan hubungan yang lebih dekat, tetapi juga berisiko menimbulkan kesepian jika tidak ada ikatan pertemanan yang kuat.
Karena itu, orang tua tidak perlu memaksa anak untuk memiliki lebih banyak atau lebih sedikit teman. Bunda dapat membantu Si Kecil membangun hubungan pertemanan yang berkualitas dan memberikan dukungan yang mereka butuhkan.
Demikian ciri kepribadian anak yang memiliki banyak teman dan bagaimana kualitas persahabatan tersebut memengaruhi hidup Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Anak Artis yang Ukir Prestasi di Kancah Internasional
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
11 Ciri Kepribadian Anak Dibesarkan Orang Tua yang Lebih Banyak Mendengar daripada Bicara
Psikolog Ungkap 11 Ciri Kepribadian Anak yang Terlalu Dimanja di Masa Kecil
10 Ciri Kepribadian Anak yang Sering Pindah Rumah Menurut Psikolog
Ciri Kepribadian Anak yang Bisa Terlihat dari Tontonan Favoritnya
TERPOPULER
Ya Hayyu Ya Qayyum: Arti, Keutamaan & Waktu Membacanya saat Dilanda Masalah dan Kesedihan
Kebiasaan Sederhana Orang Tua Ini Ternyata Bisa Bikin Nilai Sekolah Anak Lebih Tinggi
Seberapa Aware Sih Orang-Orang Sama Kanker Payudara?
150 Nama Bayi Bermakna Mandiri untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya
Surah Maryam Ayat 30-35: Mukjizat Nabi Isa AS yang Lahir dari Siti Maryam & Cara Mengamalkannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Melahirkan Kembar 3 Th Lalu, Hillary Swank Kini Hamil Anak Ketiga di Usia 52 Th
Kebiasaan Sederhana Orang Tua Ini Ternyata Bisa Bikin Nilai Sekolah Anak Lebih Tinggi
Ya Hayyu Ya Qayyum: Arti, Keutamaan & Waktu Membacanya saat Dilanda Masalah dan Kesedihan
Seberapa Aware Sih Orang-Orang Sama Kanker Payudara?
Bintang Spider-Man Tobey Maguire Hadiri Pernikahan Mantan Istri usai Beberapa Minggu Cerai, Malah Jadi Sosok Penting di Acara
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Perawatan Asma di Rumah dengan Nebulizer, Apa yang Perlu Disiapkan Sesuai Anjuran Dokter?
-
Beautynesia
Kehilangan 'Spark' Dalam Hidup? Ini 4 Cara Mengatasinya
-
Female Daily
H-1 Fan Meeting Gong Yoo di Jakarta, Ini Jadwal dan Aturan yang Perlu Kamu Tahu
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis dan Pemain Drama China Terbaru The Vanishing Beauty
-
Mommies Daily
Keselamatan Anak di Hotel: 7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menginap Bareng Si Kecil