HaiBunda

PARENTING

5 Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 13 Sep 2026 07:00 WIB
Ilustrasi Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan/Foto: Getty Images/travelism
Jakarta -

Merangkak merupakan salah satu fase penting yang perlu dilewati oleh anak sebelum berjalan. Disebut-sebut jika tidak demikian, ini bisa berdampak pada tumbuh kembangnya.

Dikutip dari National Health Services (NHS) UK, bayi kemungkinan akan mulai merangkak sekitar usia 7 hingga 10 bulan. Di momen ini, anak mulai belajar kemandirian dan kesempatan untuk menjelajahi lingkungan sekitar mereka.

Di sekitar usia tersebut, bayi masih perlu rutin berlatih mengoordinasikan gerakan tangan dan kakinya. Selain itu, ia juga perlu melatih kekuatan pada otot lengan, bahu, dan kaki agar mampu menopang berat tubuhnya.


"Merangkak dengan tangan dan lutut sangat penting untuk perkembangan otak dan tubuh yang baik. Biarkan bayi merangkak selama yang diinginkan. Nanti saat ia berjalan sendiri, ia akan terus merasakan manfaatnya," ungkap pakar kesehatan saraf, Jeremy Schmoe, dikutip dari The Functional Neurology Center.

Alasan penting bayi perlu merangkak sebelum berjalan

Dikutip dari Pregnancy, Birth and Baby, merangkak adalah keterampilan penting yang harus dipelajari bayi dan merupakan salah satu tonggak utama dalam perkembangannya.

Mereka biasanya mampu merangkak dengan tangan dan lutut antara usia 6 dan 9 bulan dan mungkin akan berguling-guling dan merangkak dengan perut menempel di tanah, yang disebut 'merangkak ala komando', sekitar usia 9 bulan.

Menurut Nationwide Children's Hospital, merangkak bisa memberikan beberapa manfaat bagi anak, terutama bagi perkembangan fisiknya. Berikut penjelasannya:

1. Melatih kekuatan fisik

Dengan merangkak, bayi belajar untuk meletakkan beban di tangannya, guna mengembangkan kekuatan dan stabilitas di bahunya. 

Hal ini penting karena memungkinkan mereka berlatih mengendalikan tangannya untuk keterampilan lain seperti makan, mewarnai, menulis, serta berpakaian sendiri.

2. Menjaga keseimbangan tubuh

Aktivitas merangkak juga membantu mengembangkan dan meningkatkan sistem keseimbangan atau vestibular, sensorik, kognitif, keterampilan memecahkan masalah, dan koordinasi.

3. Memengaruhi postur berjalan

Sebuah studi tahun 2021 dalam jurnal Infancy menemukan adanya pengaruh pengalaman merangkak pada kemampuan bayi berjalan dan menghindari jatuh, serta mempermudah pembelajaran persepsi dari merangkak ke postur berjalan.

4. Melatih koordinasi tangan dan kaki

Bagi sebagian anak, merangkak sangat penting dan bahkan krusial untuk perkembangan awal kehidupannya. Bahkan disebut juga bahwa melewati fase merangkak menghambat kekuatan tubuh bagian atas dan sulit menguasai gerakan lateral yang dibutuhkan otak untuk membaca, menulis, dan memahami nantinya saat sekolah.

Menurut North Shore Pediatric Therapy, merangkak juga membantu anak mempelajari koordinasi bilateral lengan dan kakinya. 

Oleh sebab itu, dampak bayi melewati fase merangkak berisiko bisa membuatnya sulit mengoordinasikan dua bagian tubuh ini, Bunda.

5. Berperan dalam sistem visual motorik

Merangkak juga berperan dalam pengembangan sistem visual motorik, karena diperlukan pemindaian lingkungan dengan mata dan pergerakan tubuh yang sesuai.

Tips stimulasi bayi belajar merangkak

Supaya Si Kecil lebih bersemangat dalam belajar merangkak dan mampu melakukannya dengan lebih baik, berikut beberapa tips mudah yang dapat Bunda terapkan di rumah: 

1. Rutin tummy time

Salah satu cara menstimulasi bayi agar mau merangkak adalah rutin tummy time. Biarkan mereka bergerak dan mulai menjelajahi dunia di sekitar dengan posisi tengkurap.

Latihan tengkurap ini akan membantu bayi memperkuat otot leher, punggung, dan bahu serta menguasai kontrol kepalanya. Hal ini sangat penting bagi bayi untuk belajar merangkak.

2. Hadir secara fisik saat bayi bermain

Jangan remehkan pentingnya memberi perhatian pada bayi dan hadir secara fisik saat ia sedang belajar hal baru. 

Bayi tidak memerlukan mainan atau perlengkapan khusus untuk belajar merangkak, tetapi Bunda dapat menemaninya bermain agar lebih semangat. Misalnya, Bunda dapat meletakkan mainan favorit bayi di luar jangkauan agar ia mencoba merangkak meraihnya.

3. Ciptakan lingkungan merangkak yang aman

Saat bayi mulai menunjukkan ketertarikan untuk belajar merangkak, ia akan senang meraih, menarik, mengambil, dan mencicipi apa pun yang dapat dipegangnya.

Itulah mengapa sangat penting untuk memastikan lingkungan sekitar bayi sudah aman. Pastikan Bunda sudah menutup semua area yang berpotensi membahayakan Si Kecil. 

Selain sudut tajam dan barang yang mudah pecah, pastikan untuk menyingkirkan benda-benda kecil yang bisa menimbulkan risiko tersedak. Termasuk seperti koin, baterai kancing, atau peniti yang terjatuh.

4. Pijat bayi

Pijatan dapat membantu merelaksasi otot-otot tubuh bayi dan meningkatkan sirkulasi darahnya. Lakukan perlahan dan sesuaikan kekuatan pijatan dengan kondisi tubuh bayi.

5. Membaca buku bersama sambil berlatih duduk

Di usia sekitar 7–9 bulan, Bunda dapat mengajaknya duduk di lantai sambil menopang punggungnya menggunakan tangan. Supaya lebih menyenangkan untuk Si Kecil, Bunda bisa melakukannya sambil membaca buku bersama.

Itulah penjelasan tentang alasan penting mengapa bayi perlu merangkak sebelum berjalan. Jika Bunda memiliki kekhawatiran tentang perkembangan motorik Si Kecil, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Kepribadian Anak dari Makanan Favorit, dari Manis hingga Pedas

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Hangat Mantan Menlu Retno Marsudi dengan Cucu-cucunya, Antar Ujian Taekwondo hingga Lomba Renang

Mom's Life Amira Salsabila

5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah

Parenting Tiara Jasmine & Fauzan Julian Kurnia

5 Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan

Parenting Kinan

Potret Audi Marissa di Bali Usai Berpisah dari Anthony Xie, Ungkap Isi Hati

Mom's Life Amira Salsabila

Benarkah Abu Vulkanik Bisa Bikin Makin Tanaman Subur? Begini Kata Pakar

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Hangat Mantan Menlu Retno Marsudi dengan Cucu-cucunya, Antar Ujian Taekwondo hingga Lomba Renang

5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah

5 Alasan Penting Mengapa Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan

Bocoran Drama Korea '100 Days of Deception', Dibintangi Kim Yoo Jung hingga Park Jinyoung

Potret Audi Marissa di Bali Usai Berpisah dari Anthony Xie, Ungkap Isi Hati

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK