Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kulit Kering Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 07 Oct 2026 11:35 WIB

Kulit bayi mengelupas
Kulit Kering Bayi/ Foto: Getty Images/FotoDuets
Daftar Isi

Sebelum lahir, kulit bayi terlindungi. Tubuh mungilnya itu diselimuti berbagai cairan, seperti cairan ketuban, darah, dan verniks. Untuk Bunda ketahui, verniks adalah lapisan tebal yang melindungi kulit bayi dari cairan ketuban.

Namun, setelah lahir, kondisi kulit bayi bisa berubah. Kulit bayi menjadi sensitif setelah mendapatkan paparan dari lingkungan selain ketuban.

Kulit bayi yang sensitif rentan terhadap berbagai kondisi, contohnya seperti mudah kering dan mudah terkelupas. Melihat kondisi kulit bayi ini, sebagian orang tua mungkin khawatir. Akan tetapi hal ini ternyata memang normal terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam artikel kali ini, Bunda akan mengetahui apa saja penyebab kulit kering bayi. Tidak hanya itu, Bunda juga akan mengetahui cara tepat untuk mengatasinya.

Penyebab kulit bayi kering

Mengutip laman The Wonder Week, kulit bayi baru lahir masih dalam tahap perkembangan dan membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk mencapai kematangan penuh. Lapisan terluar kulitnya tipis dan tidak mampu mempertahankan kelembapan sebaik kulit orang dewasa.

Selain itu, kelenjar minyak belum berfungsi sepenuhnya. Akibatnya, kulit bayi baru lahir mudah menjadi kering dan mengelupas. Penyebab lainnya bisa meliputi:

  • Kelembapan udara dalam ruangan yang rendah, terutama saat musim dingin.
  • Terlalu sering mandi atau menggunakan air hangat serta sabun yang dapat menghilangkan minyak alami kulit.
  • Perubahan suhu yang drastis antara udara luar yang dingin dan suhu ruangan yang hangat akibat pemanas.
  • Kulit sensitif atau adanya riwayat keluarga dengan eksim, asma, atau alergi.
  • Bisa jadi bayi memiliki jenis kulit yang bereaksi lebih cepat terhadap udara kering atau bahkan terhadap makanan yang Bunda konsumsi jika sedang menyusui.

Cara mengatasi kulit bayi kering

Jika kulit bayi kering, Bunda bisa melakukan beberapa hal untuk mengatasinya. Berikut cara mengatasi kulit bayi kering:

  • Pilih produk sederhana tanpa pewangi. Gunakan krim atau minyak bayi yang lembut dan tidak mengandung pewangi. Produk ini lebih baik untuk kulit kering bayi baru lahir dan membantu melembapkan tanpa menyebabkan iritasi.
  • Mandi singkat dengan air hangat. Hindari berendam terlalu lama atau menggunakan air panas. Mandi singkat saja sudah cukup. Batasi frekuensi mandi hanya beberapa kali dalam seminggu, dan hindari penggunaan sabun kecuali jika memang diperlukan.
  • Gunakan pelembap segera setelah mandi. Tepuk-tepuk tubuh bayi hingga kering secara perlahan, lalu gunakan pelembap saat kulit masih agak lembap. Langkah ini membantu mengunci kelembapan, yang sangat bermanfaat bagi kulit kering bayi baru lahir.
  • Jaga kelembapan udara ruangan. Gunakan humidifier atau letakkan wadah berisi air di dekat pemanas ruangan. Udara kering dapat berdampak buruk pada kulit bayi, terutama saat musim dingin.
  • Pakaikan baju berbahan lembut dan berpori (mudah menyerap keringat). Pilih bahan katun atau bambu. Hindari bahan wol atau bahan sintetis yang kasar karena dapat memperparah kondisi kulit kering bayi baru lahir.
  • Hindari membuat bayi kepanasan. Menjaga bayi tetap hangat itu baik, namun suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan hilangnya kelembapan kulit. Pakaikan baju berlapis dan periksa apakah bagian belakang leher bayi terasa berkeringat.
  • Pertahankan rutinitas perawatan yang sederhana. Gunakan satu jenis krim dan satu sabun mandi yang lembut saja. Penggunaan terlalu banyak produk dapat mengganggu keseimbangan kulit bayi yang masih sensitif.
  • Perhatikan tanda-tanda tertentu. Apakah bayi lebih sering menggaruk, menangis saat diganti popok atau pakaiannya, atau tidurnya tidak nyenyak? Hal-hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa kulitnya membutuhkan perhatian ekstra.
  • Perhatikan pola makan Bunda. Jika Bunda sedang menyusui, apa yang Bunda konsumsi dapat memengaruhi kondisi kulit kering bayi, terutama jika ada riwayat keluarga dengan eksim. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter anak atau konsultan laktasi.

Cara mencegah kulit bayi kering

Cara-cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah biasanya sudah cukup untuk mencegah kulit bayi yang kering dan membuatnya kembali lembap serta nyaman. Dikutip dari What to Expect, berikut caranya!

  • Saat memandikan bayi, pastikan airnya hangat, bukan panas. Berendam dalam air panas yang berbusa dapat menghilangkan kelembapan alami yang sangat dibutuhkan oleh kulit bayi yang masih sangat lembut. Isi bak mandi dengan air hangat kuku, bukan air panas, dan pilihlah sabun pembersih yang bebas pewangi serta bebas sabun (soap-free) alih-alih sabun mandi busa (bubble bath).
  • Saat mengeringkan tubuhnya dengan handuk, perlakukan kulit bayi dengan lembut; tepuk-tepuk hingga kering dan jangan digosok. Mandikan bayi setiap hari atau dua hari sekali, lalu segera oleskan krim setelahnya untuk mengunci kelembapan.
  • Oleskan pelembap yang teksturnya cukup kental (seperti krim atau salep) tepat setelah mandi dan ulangi satu atau dua kali lagi sepanjang hari. Pilihlah krim atau salep yang hipoalergenik dan bebas pewangi, produk jenis ini lebih kecil kemungkinannya menyebabkan iritasi.
  • Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan baik. Pastikan ia mendapatkan cukup cairan dari ASI dan/atau susu formula. Namun, jangan berikan air putih sebelum mendapat izin dari dokter anak, biasanya saat bayi berusia sekitar enam bulan dan mulai mengonsumsi makanan padat.
  • Atur suhu udara di dalam ruangan. Udara panas cenderung lebih kering, jadi hindari membuat kamar bayi terasa terlalu hangat. Atur suhu ruangan sekitar 20 derajat Celsius dan pertimbangkan untuk menggunakan humidifier (pelembap udara) untuk menambah kelembapan.
  • Lindungi bayi saat cuaca dingin. Kulit yang terpapar udara dingin dan kering lebih rentan mengalami kekeringan. Sebelum keluar rumah, pakaikan baju berlapis, serta topi dan sarung tangan pada bayi, lalu oleskan salep atau balm pada pipi dan bibirnya. Saat angin bertiup kencang, Bunda bisa menghalau angin dengan memasang penutup plastik antiair pada kereta dorong (stroller) bayi.
  • Waspadai air liur dan ingus. Siapkan kain lap berbahan katun untuk menyeka air liur yang menetes. Kelembapan berlebih akibat air liur atau hidung meler dapat menyebabkan kulit pecah-pecah atau iritasi, terutama saat berada di udara dingin.
  • Bilas tubuh bayi setelah berenang. Bilas tubuh bayi dengan air hangat setelah ia berenang di kolam renang atau laut. Kandungan klorin maupun garam dapat membuat kulitnya kering, bahkan saat musim panas.
  • Perhatikan detergen pakaian yang digunakan. Pilihlah produk yang dibuat khusus untuk kulit bayi yang sensitif.

Benarkah kekurangan vitamin jadi penyebab kulit anak menjadi kering?

Mengutip laman  Kids First Pediatrics of Raeford, ya, kulit kering atau rambut rapuh merupakan salah satu tanda umum kekurangan vitamin. Anak-anak membutuhkan beragam vitamin dan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan yang sehat, perkembangan otak, tingkat energi, serta fungsi kekebalan tubuh.

Sebagai orang tua, kita tentu berharap anak-anak mendapatkan asupan yang mereka butuhkan dari pola makan seimbang, namun mewujudkannya terkadang tidak semudah mengatakannya. Selain itu, kekurangan vitamin bisa terjadi akibat pertumbuhan yang pesat, fase pilih-pilih makanan, sensitivitas terhadap makanan, atau kondisi medis tertentu.

5 Rekomendasi pelembab untuk kulit kering pada bayi

Ada beberapa rekomendasi pelembab untuk kulit pada bayi yang diklaim cukup ampuh mengatasi permasalahan kulit kering. Berikut rekomendasinya!

1. Sebamed Baby Lotion

Sebamed Baby Lotion dapat melembapkan dan menutrisi kulit bayi secara menyeluruh. Produk ini dilengkapi dengan kandungan glycerin, propylene glycol, dan sorbitol yang mampu membuat kulit bayi menjadi lebih lembut.

Sebamed Baby Lotion dapat melindungi kulit bayi dengan sempurna dari bahaya kekeringan. Lotion satu ini juga sangat direkomendasikan untuk Si Kecil yang memiliki jenis kulit sensitif.

2. Aveeno shooting Soothing Relief Moisturizing Cream

Aveeno shooting Soothing Relief Moisturizing Cream cocok digunakan untuk bayi yang memiliki kulit ekstra kering dan sensitif, Bunda. Produk satu ini mampu menahan kelembapan hingga 24 jam.

Aveeno shooting Soothing Relief Moisturizing Cream diproduksi tanpa alkohol dan pewangi tambahan. Formula triple oat compex-nya membantu memelihara keseimbangan microbiome pada kulit bayi.

3. Mustela Hydrabebe Body Lotion

Mustela Hydrabebe Body Lotion berfungsi untuk melindungi, memperkuat, serta menjaga kelembapan kulit bayi, Bunda. Di dalamnya terdapat kandungan shea butter, yang dapat menenangkan dan memelihara lapisan kulit agar lembut dan lembap.

Mustela Hydrabebe Body Lotion tidak mengandung detergen, alkohol, paraben, pewangi serta phthalates. Dengan begitu, produk ini sangat cocok dengan kulit bayi.

4. Cetaphil Baby Daily Lotion

Cetaphil Baby Daily Lotion adalah lotion khusus bayi yang sudah teruji secara dermatologi, dan dipercaya mampu menghidrasi serta menutrisi kulit lembut bayi. Produk satu ini juga dapat menjaga kelembapan hingga 24 jam.

Formula Cetaphil Baby Daily Lotion yang lembut sudah terbukti klinis cocok untuk kulit bayi yang sensitif. Di dalamnya juga terdapat kandungan minyak sweet almond, minyak bunga matahari, dan calendula organic yang membantu menenangkan, melembutkan, serta memperbaiki tekstur kulit.

5. Pigeon Botanical Body & Face Cream

Pigeon Botanical Body & Face Cream diperkaya dengan bahan natural yang dapat menjaga kelembapan, menghidrasi kulit halus bayi agar terhindar dari kulit kering, kasar dan gatal.

Produk krim wajah ini mengandung formula yang dapat menutrisi dan melembapkan kulit bayi, serta mampu menghidrasi kulit halus bayi agar terhindar dari kulit kering. Tidak mengandung bahan pewarna dan sudah lulus uji dermatologi.

Kapan harus ke dokter?

Kapan harus mencari bantuan medis? Apakah kulit bayi tampak pecah-pecah? Apakah kulit memerah dan mengeluarkan cairan? Apakah kondisinya tidak membaik meski sudah dirawat?

Jika ya, saatnya mencari pendapat ahli. Eksim, alergi, atau sensitivitas kulit lainnya mungkin memerlukan penanganan medis profesional.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda