PARENTING
3 Pola Asuh Orang Tua yang Bisa Membentuk Sifat Narsistik pada Anak
Dilla Atqia Rahmah | HaiBunda
Selasa, 27 Oct 2026 16:00 WIBSejak kecil, anak memiliki sifat egois secara alami dan merupakan bagian yang normal dalam perkembangannya. Mengutip laman Psychology Today, awalnya anak bisa saja tidak mengerti keinginan orang lain dan berfokus pada pemenuhan keinginannya.
Namun sikap egois ini dapat perlahan menurun seiring beranjak dewasa. Untuk tumbuh dan memiliki kemampuan empati kepada orang lain, anak perlu diarahkan untuk melihat sudut pandang orang lain. Tidak mengembangkan empati saat tumbuh dewasa dapat menjadi tanda peringatan berkembangnya gangguan kepribadian serius saat dewasa, termasuk tipe narsistik.
Dalam penelitian berjudul Narcissistic traits in young people: understanding the role of parenting and maltreatment yang dipublikasikan pada BMC Journals, dipaparkan pengaruh pola asuh orang tua terhadap sifat narsistik.
Para peneliti studi ini melibatkan 328 peserta berusia 17-25 tahun, 77 persen di antaranya perempuan. Peneliti meneliti faktor-faktor yang berkontribusi pada pembentukan sifat narsistik.
Instrumen yang dianalisis dalam penelitian tersebut adalah Pathological Narcissism Inventory (PNI), Parental Bonding Instrument (PBI), Over-protection, Authoritarianism, Parental Overvaluation, dan Childhood Trauma Questionnaire (CTQ).
Dirangkum dari penelitian tersebut dan berbagai sumber lain, ada beberapa pola asuh orang tua yang dapat berpengaruh pada pembentukan sifat narsistik pada anak. Berikut ini penjelasannya.
Pola asuh orang tua yang bisa membentuk sifat narsistik pada anak (overprotective)
Berikut ini pola asuh orang tua yang dapat membentuk sifat narsistik pada anak.
1. Memberi perlindungan kepada anak secara berlebihan (overprotective)
Setiap orang tua ingin anaknya hidup aman dalam menjalani hidup. Namun, memberikan perlindungan kepada anak secara berlebihan dapat jadi salah satu faktor yang membentuk sikap narsistik kepada anak.
Memberi perlindungan secara berlebihan (overprotective) atau dikenal juga sebagai helicopter parenting adalah ketika orang tua mengawasi anak-anak mereka dengan cermat, atau terlalu protektif terhadap mereka.
Dikutip laman BBC, istilah helicopter parenting diambil dari cara orang tua mungkin 'melayang' di sekitar anak mereka, seperti helikopter. Pola pengasuhan ini mencakup memantau aktivitas anak Anda secara terus-menerus atau membuat keputusan tanpa melibatkan anak.
Perlindungan secara berlebihan (overprotective) dapat menjadi faktor umum yang berpengaruh pada sifat narsistik anak. Ini berlaku untuk jenis narsisme yang rentan (vulnerable) dan berlebihan (grandiose).
Orang tua yang menerapkan helicopter parenting mungkin memiliki maksud baik, tetapi penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan gaya helikopter dapat meningkatkan kecemasan dan mengurangi kemandirian pada anak dan remaja.
Perlindungan berlebihan dapat menghalangi anak untuk perkembangan, dan menyebabkan lebih sedikit kesempatan untuk belajar dari kegagalan. Hal ini juga dapat membuat anak terkejut ketika anak berhadapan dengan orang-orang yang tidak selalu peduli.
2. Memberi pujian secara berlebihan (Parental overvaluation)
Parental overvaluation artinya orang tua percaya bahwa anak mereka lebih istimewa dan lebih berhak daripada yang lain. Hal ini dapat berpengaruh pada narsisme anak di kemudian hari.
Dalam penelitian berjudul Telling people they are intelligent correlates with the feeling of narcissistic uniqueness: The influence of IQ feedback on temporary state narcissism tahun 2021, dilibatkan 364 partisipan. Hasilnya menunjukkan bahwa kritik berpengaruh langsung terhadap kecerdasan seseorang dan narsisme situasi (state narcissism).
Kritik positif dapat meningkatkan persepsi kecerdasan serta memicu dorongan merasa istimewa dan bangga atas pencapaian. Sementara umpan balik negatif berdampak sebaliknya.
Namun, efek tersebut bersifat sementara dan tidak mengubah kepribadian secara permanen. Selain itu, psikolog Marcin Zajenkowski menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki sifat dasar narsis, cenderung menggunakan narsisme mereka sebagai pelindung dari dampak negatif kritik.
3. Gaya pengasuhan permisif
Pola pengasuhan permisif jadi salah satu pola asuh yang dapat berpengaruh pada pembentukan sifat anak. Dilansir laman Very Well Mind, gaya pengasuhan permisif ditandai dengan orang tua yang tidak memberi banyak aturan kepada anak, melibatkan anak dalam keputusan, dan mengutamakan kebebasan daripada tanggung jawab.
Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini memang menerima banyak kasih sayang dan kehangatan. Namun, dokter anak dan ahli kesehatan mental tidak selalu menyarankan gaya ini. Alasannya karena anak-anak dari keluarga permisif cenderung kesulitan mengendalikan diri dan membuat pilihan yang tepat.
Demikian pola asuh orang tua yang dapat berpengaruh pada pembentukan sifat anak. Apabila anak menunjukkan perilaku yang mengarah kepada sifat narsistik, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah memberi pengertian empati, mengarahkan anak untuk peduli terhadap orang lain, serta membangun harga diri anak secara sehat.
Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Terlihat Narsis, Apakah Karena Faktor Keturunan? Ini Kata Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Ciri Anak Diam-Diam Menyimpan Luka dari Pola Asuh Orang Tua
Sifat Narsis pada Anak Disebut Turun-Temurun, Ini Kata Psikolog
9 Tanda Pola Asuh Orang Tua Terlalu Keras pada Anak Menurut Psikolog
Ini Alasan Kenapa Pola Asuh Orang Tua Penting Terhadap Perkembangan Anak
TERPOPULER
Pevita Pearce Pilih Ambil Kerjaan di Indonesia, Suami Malaysia Rela Sering Berkunjung untuk Quality Time
Rumah Mewah Tasya Farasya Banyak Retak, Biaya Perbaikan Tembus Miliaran!
3 Pola Asuh Orang Tua yang Bisa Membentuk Sifat Narsistik pada Anak
Ciri Perempuan yang Menghargai Dirinya Sendiri, Ucapkan 10 Kalimat Ini saat Diremehkan
Cara Melaporkan Tetangga yang Bakar Sampah Sembarangan di Jakarta
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Pevita Pearce Pilih Ambil Kerjaan di Indonesia, Suami Malaysia Rela Sering Berkunjung untuk Quality Time
3 Pola Asuh Orang Tua yang Bisa Membentuk Sifat Narsistik pada Anak
Inggris Wanti-wanti Ancaman Perang dalam 1.000 Hari, Warga Diminta Stok Makanan
Rumah Mewah Tasya Farasya Banyak Retak, Biaya Perbaikan Tembus Miliaran!
Ciri Perempuan yang Menghargai Dirinya Sendiri, Ucapkan 10 Kalimat Ini saat Diremehkan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Apakah Sepatu Lari Berlabel Adizero Cocok untuk Latihan Harian? Cek Dulu Faktanya
-
Beautynesia
4 Drakor dengan Karakter Utama Perempuan Memiliki Kekuatan Unik
-
Female Daily
Ini Alasan Lymphatic Drainage Jadi Rahasia Kecantikan Model Victoria’s Secret
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis 'Honest Thief' di Bioskop Trans TV Hari Ini
-
Mommies Daily
7 Tanda Anak Butuh Quality Time Bersama Orang Tua, Nomor 5 Sering Nggak Disadari!