Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

Inggris Wanti-wanti Ancaman Perang dalam 1.000 Hari, Warga Diminta Stok Makanan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 27 Oct 2026 15:37 WIB

Ilustrasi Inggris
Ilustrasi Negara Inggris/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Elena Zolotova
Jakarta -

Ketegangan politik di Inggris meningkatkan kekhawatiran akan ancaman perang yang dapat berdampak pada keamanan dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat. Baru-baru ini, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengatakan bahwa warga Inggris harus bersiap menghadapi perang dalam 1.000 hari ke depan, Bunda.

Hal tersebut disampaikan Streeting seiring imbauan pemerintah kepada warga Inggris untuk menimbun makanan kaleng dan air minum kemasan. Imbauan ini menyoroti pentingnya kesiapan rumah tangga dalam menghadapi krisis, seperti ancaman perang.

Dikutip dari Independent dan Anadolu Agency, Selasa (27/10/26), Streeting dalam tulisannya di surat kabar The Telegraph memperingatkan bahwa pihak-pihak yang memusuhi Inggris mungkin akan siap melancarkan serangan pada tahun 2030. Dalam kondisi tersebut, kesiapan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mengantisipasi dampak buruk yang mungkin timbul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang telah berubah adalah kapasitas mereka. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk melakukan serangan," ungkap Streeting.

"Ini memberi kita waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi kita: bersiap bersama sekutu untuk bertempur dan meraih kemenangan," sambungnya.

Streeting kemudian merujuk pada potensi agresi Rusia. Dari kasus tersebut, warga Inggris diharapkan bisa siap menghadapi skenario terburuk.

"Untuk mencegah skenario terburuk, kita harus bersiap menghadapinya," ungkapnya.

Pernyataan Streeting ini disampaikan di tengah kampanye pemerintah untuk mempersiapkan warga Inggris dalam menghadapi kemungkinan terganggunya layanan-layanan penting. Setiap warga Inggris diimbau untuk menyediakan persediaan air minum kemasan sebanyak 9 liter dan cadangan makanan untuk 3 hari.

Hal itu dilakukan untuk memastikan mereka dapat bertahan dalam situasi darurat. Tak hanya serangan siber, tapi juga dalam menghadapi dampak akibat cuaca ekstrem dan krisis kritis lainnya.

Dalam keterangannya, Streeting juga menyatakan Inggris harus bersiap menghadapi 'terorisme yang disponsori negara' dari pihak Rusia. Ia lalu menyampaikan bahwa kampanye 'Be Ready' atau 'Bersiaplah' bukan hanya sekadar hipotesis, Bunda.

"Menghadapi ancaman-ancaman tersebut-yang bukan sekadar hipotesis melainkan nyata, dan bukan terjadi di tempat lain melainkan semakin terasa di sini-kita harus meningkatkan upaya dan menanggapi ketahanan nasional serta pertahanan nasional kita dengan serius," katanya.

Lantas, apa saja imbauan dari pemerintah Inggris terkait persediaan yang harus disiapkan warga guna mengantisipasi keadaan darurat?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda