sign up SIGN UP search


trending

Meninggal di Bulan Ramadhan Seperti Eks Basis Dewa 19, Apakah Pertanda Baik?

Asri Ediyati Sabtu, 02 May 2020 22:31 WIB
Erwin Prasetya caption
Jakarta - Kabar duka datang dari dunia musik tanah air. Basis pertama Dewa 19, Erwin Prasetya meninggal dunia. Hal ini dikonfirmasi oleh para sahabatnya dan rekannya pada hari ini, Sabtu (2/5/2020).

"Innalillahi wa Inna illaihi rojiun , Erwin Prasetyo MERANTAU paling awal ke NEXT LIFE dan AKHIRAT. Kita semua pasti menyusul. Allahu Akbar - Tuhan Memberkati," tulis akun Instagram resmi Dewa 19.


Sementara itu, para sahabat termasuk Ahmad Dhani dan Ari Lasso turut menyampaikan bela sungkawa pada mendiang Erwin. Ahmad Dhani bahkan menyebut Erwin adalah orang yang paling rajin salat lima waktunya dibanding anggota Dewa 19 lain.


Ahmad Dhani juga mendoakan Erwin Prasetya meninggal dalam keadaan baik, husnul khatimah. Baginya meninggal di bulan Ramadhan merupakan sebuah keistimewaan.

"Diantara kami (@de19wa), Erwin yang paling Rajin Sholat 5 waktu nya. Innalillahi wa Inna illaihi rojiun. InsyaaAllah husnul khotimah. Meninggal di bulan Ramadhan adalah cita cita kita semua," tulis Ahmad Dhani.

Sebagian kita yang Muslim meyakini meninggal di bulan Ramadhan adalah sebuah keistimewaan. Bagaimana hal ini dalam Islam, apakah itu pertanda baik?

Erwin Prasetya (ketiga dari kiri)Erwin Prasetya (ketiga dari kiri)/ Foto: Dewa 19 (dok. Instagram)

Menurut Ustaz Adi Hidayat LC, MA, meninggal di waktu yang istimewa, ternyata tidak menjamin pertanda kebaikan. Contohnya seperti, ketika seseorang meninggal di bulan Ramadhan.

"Waktu memang ada yang diistimewakan oleh Allah SWT, berbeda dengan waktu lainnya. Ada waktu harian seperti sepertiga malam, ada waktu bulanan, ada waktu tahunan, seperti Ramadhan, waktu Ramadhan banyak keistimewaan, jika amal saleh ditingkatkan maka pahala dilipatgandakan," jelas Ustaz Adi dikutip dari detikcom.

Semua itu tergantung pada masing-masing perbuatan dan amal ibadah orang tersebut semasa hidupnya, Bunda. Menurut Ustaz Adi Hidayat, manusia tak bisa berencana dan menentukan sendiri waktu kematiannya. Sehingga, hal itu tidak bisa menjadi patokan keistimewaannya.

"Maka ini diukur pada bagian yang kedua, sebaik apa amal soleh yang dia kerjakan, ini yang paling penting. Apa Anda bisa katakan jika ada orang fasik, kriminal misalnya meninggal di bulan Ramadhan dia istimewa? Bahkan mungkin ada orang kafir meninggal saat bulan Ramadan. Apa ini menandakan dia baik dalam pandangan Allah? Belum tentu. Ukuran kebaikan itu, kapanpun dia meninggal kita tidak bisa menentukannya. Karena Allah mengatur sesuai ajalnya," papar Ustaz Adi Hidayat.


Simak juga cara mengenalkan puasa Ramadhan ala Zaskia Adya Mecca:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/jue)
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!