sign up SIGN UP search


trending

Tertunda 27 Tahun, Ibu Ini Akhirnya Lulus Kuliah Kedokteran Bareng Putrinya

Annisa Afani Jumat, 12 Jun 2020 17:31 WIB
A group of multietnic students celebrating their graduation by throwing caps in the air closeup. Education, qualification and gown concept. caption
Jakarta -

Sepasang ibu dan anak asal Louisiana, Amerika Serikat, Cynthia Kudji Sylvester dan Jasmine Kudji menjadi duo ibu-anak pertama yang lulus sekolah kedokteran pada waktu dan universitas yang sama pada Maret 2020 lalu.

Keduanya akan melanjutkan karier bersama sebagai tenaga medis di Louisiana State University (LSU) Health System. Sang ibu, Cynthia Kudji Sylvester menjadi dokter keluarga di LSU Health Lafayette dan Jasmine menjadi residen dokter bedah di LSU Health Lafayette.

Dikutip dari Business Insider, bagi Cynthia yang berusia 49 tahun, dia telah memiliki impian menjadi seorang dokter sejak 27 tahun lalu. Dia terinspirasi menjadi dokter selama kunjungan kembali ke Afrika Barat bersama keluarganya saat seorang wanita muda datang mendekati dirinya dan sang ibu untuk meminta bantuan karena anaknya sakit. Saat itu, dia merasa tersentuh.


"Saya selalu ingin menjadi dokter. Kejadian itu membuat saya ingin melakukan sesuatu," ungkap Cynthia.

Namun dia terpaksa menghentikan impian menjadi dokter karena mengandung Jasmine di usia 22 tahun. Dia akhirnya memilih profesi sebagai perawat demi memenuhi kebutuhan.

Tertunda 27 Tahun, Ibu Ini Akhirnya Lulus Kuliah Kedokteran Bareng PutrinyaCynthia Kudji Sylvester dan Jasmine Kudji/ Foto: Business Insider

"Saya harus menunda mimpi saya menjadi dokter karena saya butuh pekerjaan. Saya perlu mendapatkan penghasilan. Dan di situlah profesi menjadi perawat itu berawal," tuturnya.

Tumbuh besar sambil melihat ibunya yang sibuk di bidang medis, membuat Jasmine terinspirasi mengejar karier sebagai seorang dokter. Dia pun mendaftar menjadi mahasiswa di LSU New Orleans untuk mengambil gelar sarjana.

Ketika Jasmine sedang menjalani studi sarjananya, Chyntia tergerak untuk mengejar impiannya yang tertunda menjadi seorang dokter. Lalu dia mendaftar di Universitas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Karibia timur ketika berusia 43 tahun.

"Ketika Jasmine masih kuliah, saya berpikir bahwa inilah waktu yang tepat bagi saya untuk mengejar impian menjadi dokter," kata Chyntia.

Ketika Jasmine lulus sarjana, dia melanjutkan pendidikan pascasarjana di universitas yang sama dengan sang ibu. Jasmine mengatakan bahwa mereka bisa saling membantu saat mengalami kesulitan dalam proses yang dilalui.

"Hal yang sulit tentang sekolah kedokteran adalah tidak semua orang benar-benar memahami apa yang kita alami. Jadi ibuku menjadi orang yang paling mengerti, kami saling mengandalkan satu sama lainnya di seluruh proses," ungkapnya.

Di Amerika Serikat sendiri, pada tahun 1864, Dr. Rebecca Crumpler menjadi wanita kulit hitam pertama yang menjadi dokter. Namun dalam 156 tahun itu, jumlah dokter kulit hitam di sana belum meningkat bahkan menyamai populasi orang kulit hitam.


Menurut Asosiasi Dokter Medis Amerika, hanya 5 persen dokter yang diidentifikasi sebagai orang Amerika berkulit hitam atau Afrika di tahun 2019. Kesenjangan ini menginspirasi Chyntia Kudji Sylvester dan putrinya untuk membuat blog bernama "The MD Life".

Mereka menunjukkan kepada gadis-gadis muda kulit hitam bahwa gelar kedokteran juga dapat dicapai dan menginspirasi mereka untuk mengejar karier di bidang kedokteran.

"Saya pikir representasi penting. Ini menunjukkan kepada orang muda atau bahkan orang tua bahwa tidak ada yang salah dengan Anda. Anda tidak kurang pintar atau kurang mampu. Anda tahu, Anda bisa melakukannya juga," pungkas Chyntia.

Bunda, simak juga kisah perjalan pendidikan dr. Reisa hingga ia harus wisuda sendirian dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi