sign up SIGN UP search


trending

Trauma Wanita Pembelot Korut, Lihat Ibu Diperkosa & Jadi Korban Trafficking

Annisa Karnesyia Kamis, 10 Sep 2020 16:58 WIB
Yeonmi Park (Pembelot Korea Utara) caption
Jakarta -

Tahun 2014, Yeonmi Park mencuri perhatian dunia karena kesaksiannya mengungkap kekejaman Korea Utara. Sejak saat itu, dia menjadi musuh Korea Utara di bawah rezim kepemimpinan Kim Jong Un.

Dilansir SBS, Yeonmi Park tumbuh di Hyesan, perbatasan Korea Utara dan China. Ia sering melihat tumpukan mayat, bayi tak bernyawa yang ditinggalkan di jalanan, hingga orang-orang putus asa meminta tolong di sana.

Ketika berusia sembilan tahun, Yeonmi Park melihat ibu temannya dieksekusi di depan umum karena menonton film Hollywood.


"Kami tidak bebas untuk bernyanyi, bicara, atau melakukan apa yang kami inginkan," kata Yeonmi Park.

Yeonmi Park bersama ibunya melarikan diri dari Korea Utara melewati perbatasan China. Saat itu, dia menyaksikan ibunya diperkosa oleh para pedagang manusia dan mereka berdua dijual.

Setelah hidup bebas dari Korea Utara, Yeonmi Park tak bisa melupakan pengalaman tragisnya itu. Ia berusaha menerima dan mencoba melupakannya.

"Saya hanya menerima karena setelah melalui semua itu, akan ada beberapa konsekuensi. Saya baru saja bebas, jadi saya senang. Mimpi buruk dan tidak bisa tidur nyenyak, saya akan menerima apa adanya," ujar Yeonmi Park.

"Meskipun saya mencoba melupakannya, secara tidak sadar saya mengingat banyak hal dan itulah mengapa dalam mimpi saya seperti masih di Korea Utara, di China, dan mencoba menemukan cara untuk melarikan diri," sambungnya.

Sejak kemunculannya di program SBS Insight and Dateline, keakuratan cerita Yeonmi Park banyak diragukan. Namun, dia menyatakan bahwa itu semua terjadi karena hambatan bahasa dan ingatan masa kecil yang tak sempurna. Namun, dia juga menegaskan tidak menceritakan semua cerita.

Yeonmi Park (Pembelot Korea Utara)Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un/ Foto: Instagram @yeonmi_park

Pada Januari 2015, sebuah situs yang dikelola pemerintah Korea Utara memposting video berjudul 'The Human Rights Propaganda Puppet, Yeonmi Park'. Dalam video itu, muncul bibi, paman, dan sepupunya yang masih tinggal di Korea Utara. Mereka mengecam perbuatan Yeonmi Park.

"Saya tahu sedang mempertaruhkan hidup saya. Di Korea Utara, membunuh pembangkang yang bicara blak-blakan adalah tradisi, bukan? Tapi, itu benar-benar mempengaruhi saya ketika melihat kerabat dalam video di YouTube," ujarnya.

"Saya baru menyadari bahwa (orang) lain mempertaruhkan nyawa mereka untuk ini. Setiap kali saya berbicara, hidup seseorang bergantung padanya," lanjut Yeonmi Park.

Ia berharap seluruh dunia bisa memperlakukan Kim Jong Un sebagai pembunuh, bukan sebagai tokoh seperti di komik. Baginya, kehadiran Kim Jong Un bukanlah lelucon.

"Potongan rambutnya lucu, dia gendut, seperti karakter kartun. Tapi, Kim Jong Un bukan lelucon bagiku. Dia adalah Tuhan yang pernah aku sembah. Dia pembunuh. Mengolok-olok para diktator itu tidak cukup. Mengapa itu lucu?," ucapnya.

Dikutip dari New York Post, sekitar 40 persen dari populasi negara Korea Utara kelaparan dan menghadapi kekurangan pangan yang parah. Dan hal itu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Yeonmi Park mengisahkan ia sampai memakan serangga demi tumbuh besar dan bertahan hidup. Namun setelah melihat paman dan neneknya meninggal karena kekurangan gizi, dia menyalahkan keluarga Kim yang berkuasa karena membiarkan orang-orang mereka mati kelaparan.

"Kamu akan melihat begitu banyak orang sekarat. Itu adalah sesuatu yang normal bagi kami melihat mayat di jalan. Itu hal yang normal bagi saya. Saya tidak pernah berpikir itu adalah sesuatu yang tidak biasa," ujarnya.

"Saya telah mengunjungi permukiman kumuh di Mumbai, saya telah mengunjungi permukiman kumuh di negara lain, tetapi tidak ada yang seperti Korea Utara. Kelaparan di Korea Utara adalah kelaparan sistematis, karena negara yang memilih untuk membuat kami kelaparan," lanjutnya.

Kini Yeonmi Park menetap di Chicago, di mana dia tinggal bersama suami dan putranya yang masih kecil. Pembelot Korea Utara ini dikenal sebagai aktivis Hak Asasi Manusia (HAM).

Simak juga resep makanan Korea kimchi, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi