HaiBunda

TRENDING

Punya Harta Rp253 Triliun, 'Mark Zuckerberg' Rusia Pilih Hidup Sederhana dan Pakai HP Murah

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Jumat, 14 Jun 2024 19:20 WIB
Pavel Durov/Foto: Instagram @durov
Jakarta -

Setiap orang pasti ingin memiliki banyak uang sehingga bisa membeli apapun yang mereka inginkan. Namun, hal ini tidak berlaku pada Pavel Durov, pria yang dijuluki 'Mark Zukerberg' dari Rusia.

Miliarder umumnya akan menonjolkan kekayaan dan harta yang mereka miliki. Dengan begitu, orang-orang akan tahu siapa mereka.

Sayangnya, Pavel Durov lebih tertarik untuk menyembunyikan kekayaannya. Padahal, Forbes mencatat kekayaannya mencapai US$15.5 miliar atau sekitar Rp253 triliun.


Jika dilihat, gaya hidup Pavel justru cukup sederhana dan tidak ingin mengejar dunia. Ia juga tidak ingin terlihat kaya, Bunda.

Profil 'Mark Zuckerberg' Rusia

Pavel Durov merupakan pria asal Rusia yang lahir pada 10 Oktober 1984. Ia menjadi terkenal dan kaya raya usai mendirikan VKontakte (VK) pada tahun 2006.

VK sendiri merupakan media sosial di Rusia yang mirip dengan Facebook. Media sosial ini sama-sama bisa berbagi pesan.

Di tangannya, VK pun tumbuh sangat pesat. Tidak perlu waktu lama, media sosial itu sukses menggantikan Facebook sebagai media sosial paling populer di Rusia. Valuasi perusahaannya pun tumbuh hingga US$3 miliar atau sekitar Rp49,1 triliun dan dijuluki 'Mark Zuckerberg'-nya Rusia.

Meski begitu, pertumbuhan pesat VK terjadi di Rusia yang sangat mengontrol kebebasan berpendapat warga. Alhasil, VK seringkali menjadi sasaran 'amarah' pemerintah Rusia.

Kantor VK pernah digrebek oleh polisi Rusia, Bunda. Pavel pun beberapa kali menjadi target kriminalitas.

Awalnya, dia tetap melakukan perlawanan, namun, puncaknya terjadi pada tahun 2014. Melansir dari Yahoo News, kala itu Pavel dipaksa agen intelijen Rusia untuk memberikan data pengguna VK di Ukraina yang melakukan aksi protes terhadap Presiden Ukraina pro-Rusia. Permintaan itu pun langsung ditolak mentah-mentah oleh Pavel.

Setelahnya, Pavel diusir dari tanah kelahirannya sendiri. Ia juga harus rela kehilangan VK.

"Setelah itu, saya dipecat dari perusahaan yang saya bentuk. Dan untuk melawan, saya meninggalkan Rusia. Saya kehilangan perusahaan dan rumah," katanya.

Pavel Durov pun bermukim di Amerika Serikat dan diketahui langsung merancang pembuatan media sosial baru. Rancangan itu pun melahirkan aplikasi berbagi pesan ternama, Telegram.

Forbes mencatat Telegram berkembang sangat pesat. Ini bisa terjadi karena Telegram bisa lebih menjaga keamanan data pengguna. Keberhasilan Telegram yang pada 2021 menjadi aplikasi terpopuler lantas membuat nama Pavel Durov makin naik daun.

Sampai 2024, Durov tercatat punya kekayaan US$1,5 miliar atau Rp253 triliun. Akan tetapi, itu semua tak membuat Durov terlena.

Seperti apa kisah lengkapnya? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Harga di Bawah Rp2 Juta, Ini 5 Rekomendasi Mesin Cuci Satu Tabung

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Anak Artis Berwajah Bule Curi Perhatian, Ada yang Mata Biru Bak Pakai Softlens

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Kartun Anak di YouTube yang Mendidik dan Menghibur Si Kecil

Parenting Nadhifa Fitrina

PHK karena AI Ramai Terjadi, tapi Ada Fakta Lain di Baliknya

Mom's Life Arina Yulistara

Ibu Mertua Korea Meninggal, Rini Yulianti Kenang Momen Kebersamaan Selama Tinggal Bareng

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Potret Adinda Thomas Makin Glowing Pamer Baby Bump Kehamilan Pertama

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jet Li dan Putrinya Ikut Tren 90's Challenge, Pamer Masa Jaya Jadi Aktor Laga

5 Potret Anak Artis Berwajah Bule Curi Perhatian, Ada yang Mata Biru Bak Pakai Softlens

PHK karena AI Ramai Terjadi, tapi Ada Fakta Lain di Baliknya

7 Kartun Anak di YouTube yang Mendidik dan Menghibur Si Kecil

Tak Sadar Sedang Hamil, Bunda Ini Panik Tiba-tiba Melahirkan di Toilet

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK